Kediri, Elmahrusy Media.
Mahrusy Cup 2026 berjalan kian seru di setiap pekannya. Liga sepak bola santri yang digelar atas agenda besar festival Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra di setiap 2 tahun sekali ini sudah mencapai pada babak semifinal yang mempertemukan tim-tim raksasa yang telah berhasil menyingkirkan lawan-lawannya di babak-babak sebelumnya.
Ada 4 tim yang berhasil menembus sampai di babak semifinal ini. 2 masing-masing tim merupakan perwakilan dari sektor Al Mahrusiyah Lirboyo dan Al Mahrusiyah Ngampel. Dzubaniyah dan Ibnu Kholdun dari sektor Al Mahrusiyah Lirboyo, Al Hanafi dan Pedal dari sektor Al Mahrusiyah Ngampel. Dan serunya, jadwal pertandingan mempertemukan masing-masing tim untuk bertanding antar tim sektor lain. Al Hanafi akan melawan Dzubaniyah, dan Pedal akan melawan Ibnu Kholdun.
Masih di tempat yang sama, lapangan Karangsono akan tetap menjadi venue yang menggelar pertandingan super big match di semifinal Mahrusy Cup 2026 pada minggu (08/02). Dalam babak semifinal ini pun tetap mengusung format knockout yang artinya bagi siapaun tim yang kalah akan langsung gugur dan tersingkir. Hanya saja khusus di babak semifinal ini, jam tanding ditarik lebih mundur yaitu di jam 15.00 WIB yang akan memberikan suasana yang lebih sejuk dan teduh.
Lapangan Karangsono terlihat padat oleh para kedua kesebelasan tim, official, panitia, wasit, komentator, dan tentunya para suporter yang begitu loyal mendukung tim kebanggaannya dengan koreo dan nyanyian-nyanyian pendongkrak semangat.
Pertandingan pertama akan dimainkan oleh Al Hanafi vs Dzubaniyah. Formasi 4-4-3 yang diterapkan Al Hanafi akan berhadapan dengan Dzubaniyah yang menurunkan formasi 4-2-3-1. Dalam suasana yang teduh, kedua kesebelasan memberikan peforma yang maksimal. Saling jual beri serangan, juga menawarkan benteng kokoh dalam bertahan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit terakhir ditiup 30×2 waktu normal. Bahkan dalam upaya semangat dan kerja keras yang ditingkatkan di babak ekstra time, tidak mengubah papan skor.
Hingga di babak adu penalti, Dzubaniyah justru tampil jauh lebih agresif dan perkasa dengan berhasil membekuk Al Hanafi dengan skor meyakinkan 1-4. Dengan hasil ini menandakan perjuangan Al Hanafi harus terhenti di Mahrusy Cup 2026 dan Dzubaniyah siap beradu taktik bagi siapapun yang berhasil mencapai di putaran final nantinya.
Pada pertandingan kedua pun tidak kalah serunya. Dengan suasana teduh yang kian mendung dan menurunkan rintik hujan pada akhirnya, sama sekali tidak menurunkan sedikit pun tensi panas dalam pertandingan antara Pedal dan Ibnu Kholdun. Pedal dengan jersey putih-hijau toskanya akan melawat adu ketangkasan dengan jersey kebesaran hitam-kuning Ibnu Kholdun yang magis. Bagaimana tidak, Ibnu Kholdun berhasil menumbangkan rentetan pertandingan tim-tim kampiun juara liga, seperti Ibnu Sina dan Asy-Syafi’i.
Pertandingan berjalan dengan begitu serunya. Pedal yang menekankan position ball, harus kewalahan menghadapi gempuran counter attack yang diterapkan dalam skema menyerang Ibnu Kholdun. Beberapa shot on target pun ditembakan dari masing-masing tim. Serangan sayap, wilayah tengah pun terus berusaha dieksploitasi.
Cerdasnya, karena Pedal begitu mendominasi serangan dari sisi sayap, Ibnu Kholdun yang menerapkan offside trap dengan mengangkat garis pertahanan yang tinggi, nyatanya berhasil mencatatkan 5 jebakan offside untuk Pedal dan tentu saja memberikan dampak frustasi akan peluang menyerang yang gagal dioptimalkan menjadi gol.
Meskipun begitu, di babak kedua, momen itu harus terjadi. Tanpa patah semangat dan strategi, sebuah passing dari tendangan set piece yang ditembakan Pedal, berhasil menciptakan peluang tendangan akrobatik bicycle kick yang nyaris sempurna. Namun sayang, bola terlambat untuk disambut sepersekian detik untuk diarahkan ke gawang dan menciptakan gol. Pertandingan kembali dilanjutkan hanya dengan tendangan gawang untuk Ibnu Kholdun.
Namun, setelah berbagai macam serangan bombardir, Ibnu Kholdun mendapatkan titik emasnya yaitu melalui passing jauh umpan trobosan yang disambut oleh striker, dari sisi kanan, adu sprint dengan bek lawan, menusuk, dan menendang. Bola melesat ke arah kiri pojok gawang yang tidak dapat dibendung oleh kiper. Di ujung babak kedua, gol itu tercipta. Seisi lapangan itu bergemuruh menyambut gol spektakuler itu.
Skor 0-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Dengan selesainya pertandingan, menandakan berakhirnya pula dominasi tim-tim yang tersisa dari sektor Al Mahrusiyah Ngampel dalam Mahrusy Cup 2026. Hasil itu pun berhasil membawa Ibnu Kholdun untuk menantang gelar juara dengan bertemu Dzubaniyah di final.
Sampai berjumpa di partai final: mari bersiap menyambut sang juara!
Wallahu a’lam.