web analytics

5 Keajaiban Bangun Pagi Perspektif Kitab Kuning (Sholat Qobliyah Subuh)

1 0
Read Time:2 Minute, 30 Second

Berikut 5 Keajaiban Bangun Pagi Perspektif Kitab Kuning
(Sholat Qobliyah Subuh)

من أشرق بدايته أشرقت نهايته.
“Orang yang permulaanya baik maka akhirnya juga akan baik”.
Begitulah maqolah Syekh Athoilah As-Sakandary dalal Al-Hikamnya.

Dalam beraktivitas banyak yang terjebak antara memulai agak santai, berangkat agak siang namun lembur sampai malam, atau bangun pagi memulai lebih awal dan istirahat lebih awal pula.

Nah, bila melihat literatur kitab ianatut tholibin, ternyata lebih dianjurkan yang kedua, yaitu memulai dengan bangun pagi lebih awal, hal ini terbukti dengan pembahasan solat qobliyah subuh lebih luas daripada pembahasan solat rowatib lainnya.

Dibawah ini beberapa keajaiban bangun Pagi:

√ Membuat Kaya Raya

Sudah masyhur dengan Sabda Nabi
رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan apapun yang ada di dalamnya.” HR Muslim

Masyarakat kerap menarasikannya sebagai orang terkaya di Dunia bukanlah Elon musk, Jeff Bezos maupun Jack Ma, dialah yang melaksanakan dua rokaat qobla subuh.

√ Terbebas dari Keburukan

Kemudian apabila sholat qobliyah subuh tadi rokaat pertama membaca alam nasyroq dan rokaat kedua alam taro maka berfaedah menghilangkan penyakit bawasir/ ambeyen dan tidak akan melihat/ menjumpai keburukan pada hari itu.

√ Terhindar dari Kebrutalan Musuh

Bahkan Imam Ghozali dengan yakin dan tanpa ragu berstatement bahwa yang mengamalkan qobliah subuh dengan formasi surat di atas (Alam Nasroq & Alam Taro) maka tangan musuh akan terbelenggu dan tiada upaya bagi musuh untuk menyerang.

Catatan: Hal ini tentu sesuai dengan realitas sosial yang kadang ada yang iri dengan pekerjaan kita.

√ Menetapkan Iman

Nah, Supaya Iman menetap, diantara qobliyah dan solat subuh disunnahkan berbaring (dengan kepala di utara miring menghadap kiblat) membaca: Ya Hayyu ya qoyyum laa ilaha illa anta 40 X

Apabila takut hilangnya iman maka disunnahkan membaca: ya hayyu ya qoyyum ya badi’u samawat wal ard ya dzal jalal li wal ikrom ya Allah laa ilaha illa anta as aluka an tahyiya qolbi binurri ma’rifatik ya Allah ya Allah ya Allah Ya Arhama Rohimin 41 X

Catatan: berartipula dengan amalan ini kita lebih takwa dan menerima segala hasil dari pekerjaan kita semua adalah ketentuan dan kuasa. Allah Swt.

√ Memperluas Rezeki

Sebagian ulama arifin untuk memperluas rezeki dhohir maupun batin dianjurkan untuk mewiridkan: La illaha illallah almalikul haqqul mubin setiap hari 100 x, Subhanallah wabihamdihi subhanallah hil adzim astagfirullah setiap hari 100 X.

Dianjurkan dibaca diantara qobliyah dan sholat subuh, bila tidak bisa waktu itu maka dibaca ba’da subuh, bila lepas lagi maka sebelum terbit matahari, bila tidak bisa lagi maka sebelum matahari condong ke barat.

Catatan: Rezeki disini bermakna luas tak terbatas materi. Kesehatan, ketenangan, kedamaian juga termasuk rezeki .

Nah, dengan bangun pagi sekaligus mengamalkan hal di atas kita juga perlu ingat bahwa
من علامات النجح فى النهايات الرجوع إلى الله فى البدايات.
“Di antara ciri kesuksesan di akhir perjalanan, yaitu tetap kembali (dan bersandar) kepada Allah (seperti) di awal perjalanan”

Setelah selesai dengan berbagai aktivitas kita kembalikan hasil semuanya kepada Allah Swt.
Sekian Wallohu A’lam.

Refrensi: Kitab Ianatut Tholibin
@Elnahrowi

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
Amalanngaji kitab

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual

Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual

Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi