web analytics

Adab Berpuasa Versi Kitab Bidayatul Hidayah

0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Puasa itu bukan hanya sekedar meninggalkan makan, minum, ataupun jima’. Nabi Muhammad Saw telah bersabda,

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Banyak orang berpuasa hanya mendapat lapar dan dahaga saja.”

Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk lebih giat lagi menyempurnakan ibadah puasa. Lalu bagaimana caranya? Imam Ghozali memberikan penjelasan dalam sebuah kitabnya, Bidayatul Hidayah,

بل تمام الصوم بكف الجوارح كلها عما يكره الله تعالى, بل ينبغى أن تحفظ العين عن النظرإلى المكاره, واللسان عن النطق بما لا يعنيك, والأذن عن الاستماع إلى ما حرمه الله تعالى

Menyempurnakan ibadah puasa itu dapat dilakukan dengan cara mencegah anggota badan kita dari suatu perkara yang tidak disukai Allah Swt, menjaga pandangan mata dari hal-hal yang negatif, tidak mengucapkan sesuatu dan tidak mendengar pembicaraan yang tidak bermanfaat sama sekali, apalagi jika itu telah diharamkan oleh Allah Swt.”

Makanya, mari kita sama-sama mengoreksi diri, bagaimana rutinitas keseharian kita selama menjalankan ibadah puasa ini, masih suka bicara kotor, melihat konten negatif ketika berselancar di internet, atau malah asyik ngomongin orang di siang bolong.

Imam Ghozali mengutip dari Hadist yang telah diriwiyatkan Jabir dari Anas Ra,

ففي الخبر خمس يفطرن الصائم؛ الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكذبة والنظر بشهوة

Lima perkara ini bisa menggugurkan pahalanya puasa: Berbohong, ghibah (membicarakan orang lain), adu domba, berjanji tapi mengingkari, melihat sesuatu dengan syahwat.”

Ulama yang berjuluk Hujjatul Islam ini menambahkan keterangan dari Hadist Nabi Muhammad Saw,

إِنَّمَا الَصَّومُ جُنّةٌ فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلاَ يَرْفُثْ, وَلاَ يَفْسُقْ, وَلاَ يَجْهَلْ, فَإن امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إني صَائِمٌ

Sesungguhnya puasa itu perisai. Apabila seseorang diantara kamu sedang berpuasa maka janganlah berkata keji, tidak pula berbuat fasik dan berlaku jahil (bodoh), seperti jika ada orang yang mengajak berkelahi atau memaki, maka katakanlah: Aku sedang berpuasa.”

Daripada melakukan hal-hal itu, lebih baiknya kita menghidupkan Bulan Ramadhan dengan ibadah kepada Allah Swt, Tadarus Al-Qur’an, Sholat Tarawih tak pernah absen, apalagi kalau ikut ngaji kilatan di Pondok Pesantren, Subhannallah sekali.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Cerita Gus Baha’ uddin Pada Haul 15 Kiai Imam Yahya Mahrus Tentang Yai Imam

Cerita Gus Baha’ uddin Pada Haul 15 Kiai Imam Yahya Mahrus Tentang Yai Imam

Mengenal Tujuan Maqosid As Syari’ah

Mengenal Tujuan Maqosid As Syari’ah

Apakah Niat Kita Telah Ideal dan Ikhlas di Tengah Kompleksitas

Apakah Niat Kita Telah Ideal dan Ikhlas di Tengah Kompleksitas

Ilmu Apa yang Wajib Dicari?

Ilmu Apa yang Wajib Dicari?

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Golongan Yang Wajib Membayar Fidyah Puasa

Golongan Yang Wajib Membayar Fidyah Puasa