web analytics

Apakah Jodoh Kita Bersama Selamanya?

Apakah Jodoh Kita Bersama Selamanya?
0 0
Read Time:4 Minute, 35 Second

Apakah Jodoh Kita Bersama Selamanya?

Meskipun sudah digariskan, bagaimanapun jodoh memang misterius.

Yang sekarang dekat belum pasti sampai kata sepakat. Yang sudah sepakat masih berpotensi kena talak.
yang tidak ketalak pun belum tentu bersama dikahirat kelak.
Nah, yang ketemu di akhirat pun masih bertanya-tanya apakah bisa Bersama sampai surga?
Lalu bagaimana Jodoh yang setia dan bersama hingga kesurga?

Sebelum itu, kita gak usah bingung, Karena Kanjeng Nabi Saw. sudah mendiagnosa bahwa penghuni surga tiada yang jomblo,
Sabda beliau
ما في الجنة أعزب
“Di Surga tidak ada orang yang mebujang”. (HR. Ahmad)
Jadi Sekarang yang masih sendiri harap tenang, karena jomblo hanyalah halte penghubung untuk bertemu Jodoh. Heuheu. Maka sembarii menunggu mari mempersiap dan memperbaiki diri.

Kembali lagi ketopik utama.

Begini, Jodoh itu ada yang bertemu di Dunia dan ada yang bertemu diakhirat.
Untuk jodoh yang di Dunia saja, skemanya ada tiga:
Pertama, Istri di Neraka Suami di Surga, contohnya kayak Nabi Nuh dan Istrinya atau Nabi Luth dan Istrinya. Seperti diterangkan pada Alquran Surat At-Tahrim ayat 10.

Artinya: “Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.

Skema ini tentu sang Istri yang banyak durhaka dan dusta.

Mengenai istri berdusta salah satu faktornya adalah Kufur nikmat terhadap kenikmatan yang diberi oleh suami, Teringat Hadits ketika Jeng Nabi Saw. diperihatkan penduduk neraka,
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أكْثَرُ أهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ قيلَ: أيَكْفُرْنَ باللَّهِ؟ قالَ: يَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ويَكْفُرْنَ الإحْسَانَ، لو أحْسَنْتَ إلى إحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شيئًا، قالَتْ: ما رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Diperlihatkan kepadaku neraka, dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita”. Para wanita bertanya: “apakah karena mereka kufur kepada Allah?”. Nabi menjawab: “Karena mereka kufur kepada suami mereka dan kufur kepada kebaikan suami mereka. Jika engkau para suami, berlaku baik kepada istri kalian sepanjang waktu, kemudian sang istri melihat satu keburukan dari dirimu, maka sang istri akan mengatakan: aku tidak pernah melihat kebaikan dari dirimu” (HR. Bukhari no. 29, Muslim no. 907).
Hikmahnya sang istri dianjurkan bersyukur dengan pemberian suami. Dan melupakan kesalahan-kesalahan suami.

Kedua, Suami- Istri di Neraka, tentu skema ini kita tidak asing dengan Abu Lahab dan istrinnya. Seperti dijelaskan dalam Alquran surat Al-Lahab.
Loh mereka kan bersama hingga ke Neraka, bukankah itu termasuk jodoh?
tidak sama sekali, wong namanya di Neraka, disana saling membenci meskipun sebelumnya saling mencintai, seperti Firman Allah
“Sahabat-sahabat karib pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf:67).

Ketiga, Skema terkhir perjodohan di Dunia adalah Istri di Surga dan Suami dineraka.  Seperti kisah Sayidah Asiyah binti Muzahin dengan Firaun. Termaktub dalam Alquran Surat Attahrim ayat 11.
Sebagaimana kita ketahui, S. Asiyah beriman kepada Allah Swt. lalu Fir’aun boro-boro iman, dia malah mengaku sebagai tuhan. Dijebloskanlah firaun ke Neraka.

Nah, Untuk perjodohan di akhirat ini sedikit memberi angin segar bagi para jomblo.
Skemanya, Bila Suami masuk neraka dan Istri masuk surga, maka sang istri akan memperoleh suami yang soleh disurga.

Lalu, bagi wanita baligh yang menjomblo selama hidupnya atau meninggal dalam keadaan jomblo maka dia akan jadi permaisuri bagi lelaki penghuni surga.
Maka Kaum sufi yang mementingkan hal ukhrowi àda yang memilih menempuh jalur jodoh akhirat ini, dimana ogah bersuami/istri di Dunia melainkan memilih bertemu jodoh diakhirat belaka.

Nah, untuk orang yang memendam rasa cinta kepada kekasihnya, kemudian dia meninggal dan belum tersampaikan rasa cintanya maka tergolong mati syahid, seperti didawuhkan Nabi Saw. مَنْ عَشِقَ فَعَفَّ فَكَتَمَ فَمَاتَ مَاتَ شَهِيدًا

Orang yang merindu, namun mengekang diri dan menyembunyikan rasa cinta dan rindunya, itu tergolong sebagai mati syahid.

Dalam hadits diatas masih ada catatan, diantaranya ketika merindu tidak saling melanggar dosa.

Tentu saya sendiri dan mayoritas pembaca kebanyakan memilih bertemu jodoh di dunia dan bersama sampai surga dong….

Seperti pasangan sayyidina Ali dan Sayidah Fatimah, dimana dua pasangan ini bahkan sebelum nikah di Dunia pun sudah lebih dulu dinikahkan oleh Allah Swt. di Surga.

Waktu itu Sayyidina Ali bersabar mempersiapkan diri, meskipun ‘bersaing’ dengan Sayyidina Abu Bakar dan Umar Ra yang lebih memiliki kesiapan. Namun kedua lamaran sahabat ini ditolak ayah Sayyidah Fatimah. Dan ketika momentum datang, diterimalah lamaran Sayyidina Ali bermodal baju besi seharga 400 Dirham

Ingat pula, bila ingin Bersama didunia dan surga, melahan hawa nafsu, saling fastabiqul khoirot, saling support dalam kebaikan, tentu  perlu kesetiaan ekstra, setelah salah satu ada yang meninggal tidak menikah lagi, karena kalau menikah lagi ada dua pendapat, sang istri di surga bertemu dengan suami yang terbaik atau yang terakhir.

Dalam hal kesetiaan ini kita bisa mencontoh pasangan Abu dan Ummu darda’  yang janji setia hingga ke surga. Padahal Ummu Darda’ sempat dilamar Muawiyah bi Abi Sufyan tentu ditolak.

Atau teringat kisah KH Mahrus Ali ketika ditinggal istri tercinta Ibu Nyai Hj. Zainab, Yai Mahrus meskipun ditawari menikah lagi, beliau tetap tidak mau.

Begitulah kiranya, semoga kita bersama jodoh hingga ke surga.

About Post Author

Elnahrowi

Santri Pondok Al-Mahrusiyah yang suka Menulis dan Berjurnalis. Asal dari Sragen Jawa Tengah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like