web analytics

Arti Sebuah Kesabaran Dalam Dilema Cobaan Kehidupan

Arti Sebuah Kesabaran Dalam Dilema Cobaan Kehidupan
0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

Sejatinya kehidupan yang di jalani oleh setiap mahluk adalah mendapatkan ujian atau rintangan dari sang Kholiq. Berat ringannya cobaan telah di sesuaikan dengan kemampuan yang dimilki oleh mahluk tersebut, tergantung dari kita bagaimana menyikapi dari cobaan. Bila kita menganggap cobaan yang diberikan dari Tuhan sangatlah besar, maka realita cobaan akan sesuai dengan ekspestasi kita. Mengapa demekian, karena sesungguhnya prasangka yang kita utarakan seolah-olah membuat diri kita pesimis dalam menghadapi cobaan tersebut. Padahal, kadar ujian dan rintangan sudah di sesuaikan dengan kemampuan kita.

Kendati demikian, mengapa prasangka kita mempengaruhi atas besar kecilnya rintangan atau  ujian yang kita hadapi, yang menjadikan kita merasa kewalahan dalam menghadapi cobaan.  Dalan dalil Al-Qur’an telah di jelaskan terkait porsi kadar cobaan yang di terima setiap mahluk yaitu;

يكلف الله نفسا الا وسعها لها ما كسبت وعليها مااكتسبت   لا

Inilah mengapa kita di sarankan unutuk terus bersabar dalam mengahadapi rintangan sembari bertawakal dan berikhtiar. Sebesar apapun rintangan, seberat apapun cobaan di sarankan bagi kita untuk terus optimis dan berikhtiar dalam menghadapinya. Jangan sampai kita putar arah atas kekuasaan sang Kholiq, ialah sandaran yang layak  kita tempati. Kuncinya ada pada kesabaran yang kita miliki dan keyakinan kepada sang Kholiq. Jangan sampai  kita hilang kendali pada diri kita karena nafsu buruk telah menguasai diri kita. Cukuplah hati yang gundah, tetatapi pikiran kita tetap bertafakur kepada Allah SWT.

Dengan selalu mengingat sang pencipta akan menetralisir kegundahan dan kekosongan hati yang tabu dan hampa yang di alami manusia, tiada ramuan yang muntakhir dan ampuh mengobati penyakit hati selain Dzikruilallah. Tentunya di barengi dengan kesabaran. Kesabaran terlahir dari pikiran jernih dan hati yang tenang.

Di dalam kitab عظة النّا شئين karangan Syaikh Musthoha Algholayaini menerangkan perihal kesabaran;

ان الرجل العَا قلُ من يصبِرُ على الخطُوب

“Artinya:  seorang laki-laki yang berakal adalah dia yang bersabar dalam menghadapi cobaan yang besar”.

 

 

Inilah mengapa sabar begitu urgen sekali dalam diri manusia, seberapa besar cobaan dan rintangan tiada lain tindakannya adalah dengan bersabar. Banyak sekali manusia yang mengalami frustasi atau depresi karena gagal atau merasa tidak bisa menghadapi berbagai masalah yang besar, ia menganggap dirinya lemah tak berdaya tanpa berkonsultasi pada sang Pencipta. Padahal sudah jelas semua hal yang terjadi di dunia ini, ibarat seperti wayang dan dalang yang mempermainkannya.

Banyak sekali dalil-dalil yang menganjurkan setiap mahluk untuk besabar, baik dalam Al-Qur’an maupun Hadist. Karena sabar seperti penolong manusia dalam menghadapi  berbagai cobaan.

 

واستعنوا با اصبر والصلواة

”Artinya: Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu ( al-Baqarah ayat: 4-5)”

 

Inti dari sebuah sabar adalah menahan dan berusaha mengendalikan diri kita untuk sanggup dalam menghadapi segala cobaan yang ada. Dengan berasabar dapat mendatangkan sebuah ketenangan diri dalam memecahkan berbagai masalah yang ada. Bersabar pula dapat menjadikan diri kita semakin dekat kepada Allah. Dari cobaan yang kita alami sebenarnya memiliki hikmah tersendiri, yaitu mengangkat derajat manusia yang lebih tinggi lagi.

Kesabaran merupakan jembatan dalam menggapai sebuah kebahagian, baik di dunia atau akhirat. Sabar, tawakat dan ikhtiar merupakan kunci pasti untuk mendapatkan ridha Illahiyat. Tiga elemen tersebut merupakan hal yang krusial dalam kehidupan ini.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like