web analytics

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Membaca di Toilet, Menulis di Penjara

Ibnu Taimiyah. Nama lengkapnya ialah Abul Abbas Taqiyuddin. Ia lahir di Haram, Damaskus, tahun 1236 M dan wafat 1328 M. Nama ini begitu populer di dunia muslim sampai hari ini. Para pengagumnya menyebutnya syekh al-Islam (guru besar Islam), al-imam (sang pemimpin), mujaddid (pembaru), muhaddits (ahli hadits), dan “jenderal”. Untuk predikat terakhir ini, ia pernah memimpin […]

Menulis Buku sebagai Mahar

Ala al-Din al-Kasani, pengarang kitab Badai’ al-Shanai’, sebuah buku fiqih Mazhab Hanafi, adalah ulama besar bergelar malik al-ulama (“raja para ulama”). Ia adalah salah seorang santri Muhammad bin Ahmad al-Samarkandi, seorang ahli fiqih besar pada zamannya. Kasani mengaji hampir semua kitab gurunya itu. Syekah Ahmad al-Samarkandi (dari Samarkand), sang guru, merasa senang melihat ketekunan santrinya […]

Hari-Hari Bersama Buku

Sejak dulu, sejak lama, sejak kecil: seorang bocah lelaki ingusan yang menginjak kelas 2 SD tampak termangu di hadapan pintu lemari kayu tua lusuh dan berdebu, sebuah lemari besar yang masih tampak gagah, kokoh, dan berwibawa. Salah satu pintu telinganya berhasil terbuka. Akal bocah itu menolak tertutup. Sebongkah kursi plastik berwarna merah ia gapai, dinaikinya, […]

Mohammed Aziz: Toko Buku, Membaca, dan Menaklukkan Dunia

Di sebuah sudut kota Rabat, Maroko, terdapat sebuah toko buku kecil yang mungkin tampak biasa bagi orang yang lewat. Rak-raknya penuh sesak dengan buku-buku tua, sampulnya mulai pudar dimakan usia, dan lorong sempitnya nyaris tak menyisakan ruang untuk bergerak. Namun tempat kecil itu menyimpan sebuah kisah besar tentang cinta terhadap ilmu, ketekunan, dan harga diri […]

Enheduanna: Perempuan Pertama Penulis Dunia yang Mengubah Sejarah

Dalam sejarah panjang peradaban manusia, nama raja, penakluk, dan pejuang sering kali lebih dikenal dibandingkan para penulis. Namun, jauh sebelum banyak tokoh besar lahir, ada seorang perempuan dari Mesopotamia yang meninggalkan jejak luar biasa dalam sejarah literasi dunia. Namanya adalah Enheduanna, sosok yang dipercaya sebagai penulis pertama di dunia yang namanya diketahui secara jelas oleh […]

Buku Itu Kita

Di dunia yang bergerak terlalu cepat, buku tetap menjadi benda yang paling sabar menunggu manusia. Ia tidak memanggil dengan notifikasi, tidak berteriak dengan suara algoritma, dan tidak meminta perhatian secara paksa. Buku hanya diam di rak: berdebu, menua, menguning. Namun justru dari diam itulah lahir romantisasi yang melankolis: bahwa pengetahuan terbaik sering kali datang dari […]

Nektar

Di suatu sore yang tersambut senja kemerahan. Terasa begitu sepi sunyi, hanya ada alun ilalang dan kepak kicau parau burung untuk sesaat kembali pulang. Tapi entah dengan lalat itu, berusaha untuk tak menyerah di ujung hari, di detik yang kesekian. Sayapnya perlahan merebah untuk sesekali loncat, dari satu tempat ke tempat yang lain: tersambut, menjanjikan […]

Hidup yang Keras atau Kita yang Lemah?

Sebenarnya saya paham betul, bahwa judul di awal terlihat kontradiksi untuk antonim yang tidak sesuai.  Kata ‘keras’ yang menjadi tesis, seharusnya dihadapkan dengan kata ‘lunak’ sebagai antitesis, bukan kata ‘lemah’— yang seharusnya bersanding lawan dengan kata ‘kuat’. Kalian boleh memberikan hipotesis sejak awal, tapi dalam tulisan ini, izinkan saya menjelaskan sintesisnya. Dan rasanya, memang lebih […]

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Ada rasa haru sekaligus prihatin di setiap memasuki awal bulan Mei. Hari Buruh di tanggal 1, dan Hari Pendidikan Nasional di tanggal 2. Secara kasat mata, sangat amat berdampingan dekat dan lekat. Namun dalam realitanya, terdapat timpang dan jomplang yang kian pelik dan mencekik. Secara tidak langsung hal ini tentu menciptakan 2 golongan besar yang […]

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Setiap awal Mei, dua momentum penting datang hampir bersamaan: Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional. Keduanya seolah berdiri di dua kutub yang berbeda, namun sejatinya saling terkait erat. Buruh berbicara tentang kerja, produksi, dan keringat. Pendidikan berbicara tentang ilmu, kesadaran, dan masa depan. Pertanyaannya: apakah pendidikan benar-benar hadir untuk membebaskan kaum buruh, atau justru […]

More Posts