web analytics

Bahtsul Masaa-il Sughro (BMS) Ke-1 Ponpes Putri HM Al-Mahrusiyah Lirboyo

Bahtsul Masaa-il Sughro (BMS) Ke-1 Ponpes Putri HM Al-Mahrusiyah Lirboyo
Bahtsul Masaa-il Sughro Ke-1 Pondok Pesantren Putri HM Al-Mahrusiyah Lirboyo
1 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

(28/01/24) Untuk pertama kalinya, Pondok Pesantren Putri Lirboyo HM Al-Mahrusiyah menyelenggarakan acara Bahtsul Masaa-il Sughro. Acara digelar di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah III Ngampel, tepatnya di Aula Asrama Al-Misky. Dengan total 39 peserta delegasi, dan dihadiri oleh segenap Dewan Rois Lajnah Bahtsul Masaa-il Pondok Pesantren Putri Lirboyo HM Al-Mahrusiyah, acara berjalan dengan meriah dan cukup bergairah.

Kami menghadirkan Ustadz Nurul Musthofa dan Ustadz Ulin Nuha sebagai Mushohih dalam Forum Bahtsul Masaa-il Sughro yang ‘perdana’ ini. Bahtsul Masaa-il Sughro sendiri merupakan sebuah forum diskusi yang pesertanya diambil dari perwakilan tiap asrama di Pondok Pesantren Putri Lirboyo HM Al-Mahrusiyah.

Sekitar pukul 06.30 WIB, para delegasi telah berkumpul dan menempati lokasi sembari menikmati iringan sholawat yang dibawakan Tim Habsyi Asrama Al-Misky. Tak lama kemudian, Sang MC melancarkan aksinya dalam membuka forum diskusi. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Kepanitiaan yang disampaikan oleh Ustadzah Aini Lutfiyyah Hanum sebagai Ketua Panitia Bahtsul Masaa-il Sughro untuk kali pertama.

Usai menyampaikan sepatah dua patah kata, acara inti pun dimulai pada pukul 07.15 WIB.  Pada forum diskusi kali ini, kami mengangkat pembahasan “Sambanganmu Rizkiku”. Sebuah problematika santri yang memilih menyimpan jajan sambangannya di almari. Tentu ini berbeda dengan adat yang sudah berlaku di pondok pesantren, yang mana setiap ada santri yang sambangan, pasti ada teman yang mengatakan; “Jajane tho..mosok garingan?” Dengan kata lain, “Mana jajan-nya, masa kamu cuma bawa tangan kosong?”. Kira-kira seperti itulah yang lumrah terjadi di pondok pesantren.

Namun, santri bernama Mbak Salwa ini sedikit berbeda dengan teman-temannya. Ia memilih menyimpan jajannya di almari dan memakannya sendiri tanpa bagi-bagi. Padahal, jika dilihat dari latar belakang Mbak Salwa, ia tergolong orang yang beruntung, tidak seperti teman-temannya yang harus hemat karena kirimannya sering telat. Akhirnya teman-teman Mbak Salwa pun berinisiatif untuk mengambil jajan tersebut dan memakannya bersama-sama tanpa sepengetahuan Mbak Salwa. Mereka melakukan itu sebagai bentuk peringatan atas sikap Mbak Salwa yang menyalahi adat santri ketika sambangan.

Detik terus berdetak, durasi tiga jam pun tak terasa bagi para peserta. Mereka saling melontarkan pendapat, saling melempar ibarot penguat, dan berusaha mencari jawaban yang tepat demi kemaslahatan masyarakat. Berbekal niat dan tekad yang bulat, semangatnya tak pernah padam hingga Bapak ‘Mushohih’ meluruskan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, acara inti ini berakhir dan segera diputuskan. Acara dilanjut dengan pembacaan hasil diskusi yang disampaikan oleh Ustadz Irfan Zidni selaku Dewan Rois sekaligus Perumus dalam forum Bahtsul Massa-il Sughro Ke-1 Pondok Pesantren Putri HM Al-Mahrusiyah Lirboyo.

Usai pembacaan hasil atas problematika yang diambil, acara dilanjutkan dengan sambutan atas nama Kelembagaan Bahtsul Masaa-il. Sambutan ini disampaikan oleh Agus H. Izzul Maula Dhiyaullah yang merupakan Pengasuh sekaligus Penanggung Jawab Lajnah Bahtsul Masaa-il di Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah.

Pada kesempatan kali ini, Beliau menyampaikan tentang tujuan diadakannya forum Bahtsul Masaa-il yang telah masyhur dan mandarah daging di kalangan Pondok Pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Lirboyo.

Sambutan atas nama Kelembagaan Lajnah Bahtsul Masaa-il Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah yang disampaikan oleh Agus H. Izzul Maula Dliyaullah
Sambutan atas nama Kelembagaan Lajnah Bahtsul Masaa-il Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah yang disampaikan oleh Agus H. Izzul Maula Dliyaullah

“Bahtsul Masaa-il ini tujuannya adalah untuk melatih diri kalian, melatih daya respon kalian dalam menanggapi permasalahan sekitar. Diadakannya forum Bahtsul Masaa-il bukan untuk menunjukkan siapa yang benar atau siapa yang salah, bukan pula menunjukkan siapa yang pintar dan siapa yang tidak, akan tetapi untuk memandang dan menimbang mana yang lebih maslahat untuk masyarakat.”

“Kalau melihat dan mencari jawaban dari kitab, sebenarnya sudah lengkap. Hukumnya pun berbeda-beda pendapat, dari mulai ktab A, kitab B, dan lain sebagainya. Akan tetapi bukan itu yang kita cari. Yang kita cari adalah mana qoul yang lebih maslahat untuk masyarakat.”

Beliau melanjutkan, “Oleh karena itu, jangan bosan-bosan untuk terus bermusyawaroh, untuk terus muthola’ah kitab dan membahas suatu masalah. Mudah-mudahan ini menjadi sebab فتوح العارفين (sebab terbukanya pengetahuan).” Tutur Gus Izzul.

Acara dilanjutkan dengan Mau’idloh Hasanah dan do’a bersama yang dipimpin oleh K.H. Reza Ahmad Zahid sebagai penutup acara Bahtsul Masaa-il Sughro ke-1 Pondok Pesantren Putri HM Al-Mahrusiyah Lirboyo.

Mau’idloh Hasanah yang disampaikan oleh K.H. Reza Ahmad Zahid dapat disimak lebih lengkap di https://elmahrusy.id/abah-reza-ungkap-3-tipe-orang-alim-dalam-acara-bahtsul-masaa-il-sughro-ke-1-ponpes-putri-lirboyo-hm-al-mahrusiyah/

Wallahu a’lam.

About Post Author

Anour Ryn

Struggle
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like