web analytics

Bung Hatta| Pribadi Jujur Dan Sederhana.

Bung Hatta| Pribadi Jujur Dan Sederhana.
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Ada pepatah mengatakan, “Yang dipegang dari manusia adalah perkataannya” Artinya kata atau ucapan adalah salah satu kekuatan yang menunjukkan seseorang jujur atau tidak, Bung Hatta membuktikkan hal itu. Dia berbicara selalu dalam kejujuran dan selalu konsisten dengan segala tindaka, sehingga kalau dia salah berani untuk dihukum. Dalam suatu waktu Bung Hatta pernah dihukum neneknya sebab tidak menepati janji yang sudah disepakati, ia dihukum untuk berdiri di dalam sebuah lingkaran, kejadian ini ia alami ketika kecil semaasa di Bukit Tinggi.

Kejujuran Bung Hatta juga sangat terlihat dari sikap dan tindakannya dalam menjalankan amanah yang diberikan. Misalnya, ketika dipercaya menjadi bendahara di berbagai organisasi, dia amanah dan jujur dalam mengelola keuangan. Waktu sekolah di Padang, Bung Hatta dipercayai sebagai bendahara klub sepak bola.

Kemudian, menjadi bendahara berkali-kali dalam perhimpunan Pemuda Jong Sumatranen Bond Cabang Padang. Kejujuran juga dapat dilihat dari sikap hidup kesederhanaanya. Dalam kesehariannya. Bung Hatta tidak hidup dalam keglamoran dan penuh dengan hedonis. Sebagai orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Negara Indonesia, Bung Hatta bisa saja hidup penuh dengan kemewahan tersebut. Namun, Bung Hatta tetap hidup dalam kesederhanaan sampai akhir hayatnya.

Bung Hatta tidak mau menyalahi aturan dan tetap mengedepankan kejujuran. Bahkan, beliau tidak takut untuk hidup sulit. semisal, ia terkadang tidak mampu membayar iuran-iuran, seperti iuran air bersih di rumah tangganya, padahal kapasitas beliau pernah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Kesederhanaan itu juga bisa dilihat dari permintaan terakhir Bung Hatta tentang makam dirinya. Ia berpesan bahwa jika meninggal tidak ingin dimakamkan di makam Pahlawan tetapi di pemakaman umum bersemayam bersama rakyat yang mencintainya. Permintaan tokoh proklamator ini kemudian ditunaikan.

Ketika Bung Hatta meninggal pada 14 maret 1980. tokoh dengan teladan kejujuran ini dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Hal ini sesuai dengan wasiatnya yang ditulis di atas kertas bersegel. “Apabila saya meninggal dunia, saya ingin dikuburkan di Jakarta tempat diproklamirkan Indonesia merdeka, saya tidak ingin dikuburkan di Makam Pahlawan Kalibata, saya ingin dikubur di tempat kuburan rakyat biasa yang nasibnya saya perjuangkan seumur hidup saya.” Surat wasiat ini ditandatangani Oleh Bung Hatta pada 10 februari 1975.

Oleh: Amirotun Najwa Wahibah
Kelas: IX A/ 02

About Post Author

elmahrusy16

Elmahrusy Media Merupakan Wadah literasi dan jurnalistik bagi santri, alumni dan pemerhati Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like