web analytics

Cak Iman; Segudang Pengetahuan dan Pengalaman dalam Penataran Keroisan

Cak Iman; Segudang Pengetahuan dan Pengalaman dalam Penataran Keroisan
0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Lajnah Bathsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah menyelenggarakan acara Penataran Keroisan pada Kamis malam Jum’at, (27/07) . Acara yang bertempat di Auditorium Madrasah Aliyah lantai 3 itu mengundang Agus H.Abdurrohman Kafabihi atau yang lebih dikenal dengan Cak Iman sebagai pemateri. Para rois pelajaran dari seluruh kelas tingkatan Madrasah Diniyah terlihat begitu antusias menyimak dari apa yang beliau sampaikan. Karena saking banyaknya pengetahuan dan pengalaman, tidak sedikit dari mereka yang harus bermain pena dan kertas; menulis, untuk menangkap segala alir pembahasan yang datang bertubi-tubi.

Bagaimana tidak, tentunya selain beliau adalah salah satu Dzuriyyah Pondok Pesantren Lirboyo yang tidak perlu diragukan lagi soal keilmuannya, beliau juga begitu aktif dalam organisasi dengan sempat beberapa menyandang status jabatan. Beliau pernah menjabat sebagai ketua LBM P2L selama 2 periode. Beliau juga merupakan ketua 1 LIM dan Dosen Marhalah awal dan tsani di Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo. Jadi, tidak perlu diragukan lagi soal pengalamannya.

Pada acara itu, banyak segala materi pembahasan, termasuk tentang cara bermusyawarah pada khusunya dan belajar pada umumnya. Seperti pembahasan tentang manfaat musyawarah. Di antara manfaat dari musyawarah sebagai berikut:

  1. Musyawarah sebagai penyempurna dan penajam kepahaman yang telah diperoleh di sekolah. Dengan musyawarah, bisa memperoleh hal-hal baru dari kitab-kitan syarah dalam waktu cepat, keterangan-keterangan dari para senior yang sulit kita dapatkan bila hanya mengandalkan sekolah atau muthalaah sendiri.
  2. Menguji kebenaran kepahaman dengan membandingkan kepahaman peserta lain. Sebagian ahli hikmah mengatakan:

نصف راءيك مع اخيك فشاوره ليكمل لك الراءي

”Separuh kepakaran berada bersama temanmu. Maka musyawarahlah agar sempurna kepahamanmu.”

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

اقحوا عقولكم بالمذاكرة واستعينوا على اموركم بالمشاورة

“Gabungkanlah akal kalian dengan berdiskusi, dan mintalah pertolongan untuk urusan kalian dengan musyawarah.”

  1. Mempercepat hafalan. Karena dalam musyawarah, terutama dalam permasalahan yang dibahas, ada pengulangan materi (takror) selama proses pembahasan. Dan dengan takror, hafalan akan semakin melekat.
  2. Melatih penyampaian lisan atas kepahaman yang diyakini.
  3. Melatih cara-cara berargumen dalam mempertahankan pendapat pribadi sekaligus mengkritisi pendapat orang lain.
  4. Menambah kecerdasan dan meningkatkan daya idrok (olah pikir). Dalam musyawarah, berbagi keruwetan dalam otak akan terurai. Apalagi ketika terlibat dalam perdebatan yang bermutu, otak akan tertuntut untuk memahami, menganalisa, dan mengkritisi suatu pemikiran dengan cepat.

 

Begitu juga tentang tips-tips muthala’ah yang baik;

  1. Carilah waktu rutin untuk muthala’ah, upayakan waktu-waktu yang tidak bisa diganggu oleh siapapun atau kegiatan apapun. Begitu pula, carilah lokasi muthala’ah yang strategis, yang tidak bisa diganggu oleh siapapun atau kegiatan apapun. Bila tidak ada, kondisikan jiwa untuk menganggapnya sebagai lokasi strategis.
  2. Terutama untuk materi-materi pelajaran, bacalah berulang-ulang. Semakin banyak kita membaca semakin kuat daya ingat kita.
  3. Pahami dulu seluruh materi dengan pemahaman dasar (konsep dasar). Jangan dulu memperhatikan kejanggalan yang ditemukan sebelum menyelesaikan materi secara utuh. Cukup anda tandai. Setelah itu, tancapkan pemahaman dasar tadi di pikiran anda. Jangan sampai hilang hingga kapanpun karena ini adalah inti yang anda pelajari
  4. Buatlah catatan ringkas materi yang dibaca, dan jika perlu buatlah skema, lalu hafalkan.
  5. Apabila diperlukan bawa serta kamus dalam setiap muthala’ah.
  6. Selesaikan kejanggalan-kejanggalan yang anda temukan. Untuk tahap awal, selesaikan dulu yang berkaitan dengan pendalaman pemahaman. Usahakan semaksimal mungkin kejanggalan tersebut bisa terjawab melalui teks yang sedang anda pelajari. Bila tidak bisa, baru dibuka dalam kitab-kitab lain atau syarah.
  7. Setelah itu, selesaikan kejanggalan yang berkaitan dengan pengembangan masalah. Coba anda pecahkan kejanggalan tersebut dengan teks pelajaran dan pengetahuan-pengetahuan yang telah anda miliki. Fokuskan pikiran anda dengn mengerahkan segenap kemampuan dan mengeluarkan semua ilmu yang telah anda miliki. Setelah anda menemukan jawaban, coba cek jawaban tersebut dengan dirujuk ke kitab-kitab lain atau syarah. Bila ternyata kurang tepat, coba anda teliti sisi mana yang membuat jawaban anda kurang tepat.
  8. Tindaklanjuti kejanggalan yang anda temukan atau kepahaman yang belum mantap dengan musyawarah, diskusi antar teman, ditanyakan kepeda yang lebih senior atau mengikuti privat dan sorogan.
  9. Hindari kejenuhan dengan melakukan variasi belajar. Variasi bisa dilakukan dengan mengalihkan bentuk kegiatan, misalnya dari muthala’ah, mengalihkan materi pelajaran, atau pindah tempat.

 

Setelah berbagai pembahasan telah dijelaskan dengan serius dan mendalam. Moderator yang memimpin jalannya seminar, membuka pertanyaan. Dan tanya jawab seputar peroisan, musyawaroh, dan belajar ditanyakan pada Cak Iman. Hingga puasnya terjawab segala persoalan, acara ditutup dengan do’a.

Wallahu a’lam.

 

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like