Kediri, Elmahrusy Media.
Ahad, (27/07) Pers Mahrusy mengadakan acara Cangkruk Jurnalistik yang bertempat di Aula Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Putra Lirboyo.
Acara ini sebagai sosialisasi Pers Mahrusy kepada para santri—terutama santri baru, juga bertujuan untuk memberikan materi dasar kepenulisan yang dibawakan oleh salah satu staf Mading Hidayah (Mading resmi Pondok Pesantren Lirboyo), yakni Bapak Sofyan Sauri.
Setelah kegiatan ro’an di pagi hari tepatnya pukul 08.00 WIB, para santri baik tingkatan tsanawiyah maupun aliyah berbondong-bondong menghadiri acara tersebut.
Sekitar pukul 08.15 WIB, para peserta menonton beberapa konten yang ada di kanal YouTube Elmahrusy Media. Pada pukul 08.30 WIB, para tamu undangan, yakni Bapak Ilham Fawaid selaku ketua pondok, dan Bapak Zakariya sebagai perwakilan Departemen Jam’iyyah turut meramaikan acara yang dihadiri sekitar 100 santri.
Tidak berselang lama, Kang Mas Muhammad Adhistia Al-Farizi selaku MC (Master of Ceremony) membuka acara dengan bacaan surat Al-Fatihah. Acara selanjutnya, secarik sambutan yang dibawakan oleh Bapak Muhammad Aunur Rofiq Al-Chaidar selaku pimpinan umum Pers Mahrusy.
Pukul 09.00, dilanjutkan pengenalan per divisi yang dinaungi oleh Pers Mahrusy. Mulai dari divisi literasi yang mengenalkan tata kerja dari divisinya, seperti media cetak dan website, kemudian dilanjutkan oleh divisi kreatif yang bertanggung jawab seputar fotografi dan videografi, terakhir divisi medsos yang menanggulangi konten-konten Pers Mahrusy.
Barulah ketika pukul 09.30, Kang Mas Abidzar Maulana sebagai moderator mengambil alih acara, kemudian masuk ke dalam materi dasar kepenulisan yang dibawakan oleh Bapak Sofyan Sauri. Beliau membuka materi dengan memberikan tips juga trik bagi penulis pemula.
“Sebagai penulis pemula, kalian bisa menggunakan metode ATM, yaitu amati, tiru, dan modifikasi.” Tutur staf Mading Hidayah itu.
Tiru bukan berarti menjiplak tulisan orang, namun kita bisa melihat gagasan yang ada di dalam tulisan itu.
Beliau juga menceritakan tokoh yang memotivasi beliau untuk menyelami dunia penulisan.
“Imam Al Ghozali adalah salah satu tokoh yang memotivasi saya, beliau berkata, ‘Apabila engkau bukan putra raja atau putra ulama besar, maka menulislah’.”
Bapak Sofyan menjelaskan, jika kita bukan anak pejabat atau orang kaya, maka menulislah. Meski jurnalis mempunyai kode etik, tapi tidak semua penulis itu jurnalis. Penulis bebas menuliskan isi otaknya.
Setelah membuka materi dengan pembelajaran ringan, kemudian masuk ke berbagai jenis tulisan, seperti tulisan naratif, deskriptif, eksposisi, argumentatif, dan lain-lain. Beliau pun menganjurkan jika penulis pemula itu harus sering-sering melamun agar bisa memberikan unsur imaji yang direnungi ke para pembaca, tidak lupa juga membuat tulisan yang bisa menimbulkan rasa penasaran bagi pembaca.
Tak lupa, beliau pun mengingatkan untuk sering membaca buku, karena dengan membaca buku, tulisan akan berkembang.
Selesai materi diutarakan, masuk ke sesi tanya jawab dan kuis berisi pertanyaan juga doorprize dari panitia untuk peserta yang bisa menjawab kuis dari moderator.
Pada pukul 10.30 WIB, penyerahan cinderamata yang dibawakan oleh pimpinan umum Pers Mahrusy kepada Bapak Sofyan Sauri.
Adapun sekapur sirih dari Bapak Ilham Fawaid selaku ketua pondok yang juga memimpin do’a di penghujung acara. Pukul 10.50 WIB, MC menutup acara dan dilanjut dengan pasca acara, yakni foto bersama, lalu diakhiri dengan sesi ramah tamah yang bertempat di Kantor Redaksi Pers Mahrusy.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat menanam juga menambah minat para santri terhadap literasi, terutama dalam segi penulisan.
Wallahu a’lam.