web analytics

puisi

Mataku Melihat Rupiah

Mataku melihat uang di tengah pasar Kukira sebagai alat tukar yang diakui, ternyata menjadi sebab mampetnya selokan Mataku melihat uang di toilet umum Kukira sebagai pembayaran atas jasa, ternyata tak ada bedanya dengan tinja Sore harinya kembali kulihat Turut hanyut saat air sungai menyambut Deras turunnya sebab terangkut air terjun Bukan kasihan akannya bukan pula […]

Tak dapat Dimegerti

Malam berganti malam. Tapi entah kali ini berbeda. Seolah ada yang kurang. Rasaku semuanya telah lengkap. Entah apa itu. Bak banteng liar dalam gelanggang. Bagai burung lepas sangkar. Tapi sudahlah, tak mengapa. Mungkin hanya kurang asupan. Baiklah akan kuberi. Tidak berlebih seperti waktu itu Cukup …

Kembali Lagi.

Hari ini Jika bisa dijelaskan Aku akan memintanya. Bahkan sangat memintanya. Karena hal ini selalu saja terjadi. Entah apa lagi yang kuperbuat? Mungkin ada yang salah. Tapi tak apa. Akan kuperbaiki. Tapi, dengan perlahan biar aku sedikit lebih mengerti. Terimakasih

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih

Kalau kata Jokpin, “Sedih itu sederhana, makan sudah siap, kopi sudah cantik, hujan sudah romantis, rokok habis.” Memang tidak salah. Apa daya warna hitamku yang cantik tidak pernah disajikan dengan cangkir apik. Apakah kafeinku tetap bikin mengantuk? Apa gunanya aku tersaji di atas mangkuk apabila Sang Pemakan menakdirkanku sekadar meringkuk. Kalau bisa mengucap pasti kamu […]

Kamus Dosa

Di suatu lembar lusuh dalam hatiku, tertulis beberapa potong kata dengan tinta yang masih basah: Untuk menjadi pahlawan, kau harus berjuang. Untuk berjuang, kau harus bertantang. Musuh mana yang lebih berat dan erat, pikat dan ikat? Musuhmu adalah setanmu! Setanmu adalah dirimu! Itu mengapa menolak lerah. Itu mengapa menolak lelah. Mungkin karena dalam kata ‘pahlawan’ […]

Welcome

  Memasuki bulan ke-2 Kau tau teman … Ternyata hanya sekejap saja Tak perlu berlama-lama Lihatlah … Apa didepan sana Kau siap? Entahlah Aku pikir mungkin hanya ini saja Hey, kau salah Kawan

Last Year and Next Year

Wow, tahun baru nih! Udah ngapain aja? Terkadang kita tak sadar Saat malam berganti dengan siang Dan waktu semakin cepat berderu Kita mulai abai Hingga pada akhirnya Kita diajak kenalan dengan penyesalan Untung tahu kenalan Selamat tahun baru, semua!

Bengkel Papa

Lagi di atap tanah malam-malam Kali ini bersama samudra kopi yang bersanding teman setia kopi, api Kata Papa judulnya Ginastel tapi judulku sekadar Nastel Ku bikin hilang karena buat eneg Seram penuh penyakit parasnya bila masih melekat leginya Kopi Papa malu-malu kucing menjabarkan kasih juga sayang kepada biji-biji kopi Setidaknya aku tetap rindu Rindu pada […]

Peristiwa ditengah Malam

Malam berganti malam Hari berganti hari Kulihat orang sekitar Berpesta dengan kebodohan   Semua arca berbaris dengan rapi Dengan Mulya diberi pangan Semua orang bersanding rapi Dengan bodoh tanpa angan   Api unggun menghangatkan Dengan suasana malam yang sejuk Seorang bersiap dengan letih Menunggu kelahiran sang agung   Setiap detik, menit dan jam terasa Cahaya […]

Hidup Bagai Majas

Benciku jadi rindu Rasa hadir berbuah Benar kata Aji Benci adalah cinta tertunda Tidak juga Musuhku ratuku Mendengar halus kulitnya bagai mendengar kicau bak hewan musim kawin Minum Aqua penasaran hilang Lebih dari bidadari Cermin pun tersenyum melihatnya Panah meregang hati Banyak buaya menerkam Omongan warga pun tetangga terdengar sekadar lewat telinga Pedas, sinis, juga […]

More Posts