web analytics

Kategori: Sastra

puisi Sastra

Cinta  Mendalam Seorang Lajang

Di benak hati paling dalam, terdapat  cinta yang tak bisa di utarakan Bersemayam tenang dengan menggebukan perasaan ta karuan Ia datang tanpa ku undang menetap tanpa ku harap Menundukan sekujur badan tanpa pilalang pandang Tanpa kasihan yang di berikan kepada seorang lajang   Semakin lama ia menetap semakin terasa jiwa ini tersergap Semakin lama ia […]

Darul Said

puisi Sastra

Hijrah Dalam Hidup

Hijrah, Dimana keadaan aku pindah nasib dalam hidup Beranjak tangga langit menuju sebuah kebaikan Meninggalkan kesan dan pesan yang terukir kuat dalam hati yang paling dalam Mengedepankan sebuah kemajuan demi terjadinya perubahan   Hijrah, suatu hal yang sangat imkan di lakukan oleh pemburu masa depan terang Tak ada kata terlambat, tak ada kata mufakat dengan […]

Darul Said

puisi Sastra

Doa Dalam Dosa

Bajingan!!! Lagi-lagi tengadah tangan diketidakkuasaan Hilang langkah terhunus masalah Qobul juakah?   Tuhan… Penuh dosa neraka di depan mata Ampunmu abai ku gubris Tergoda nafsu terliur deras Kepastian diri terlahap api   Semoga? Pantaskah ku berdoa Kehambaan yang sekian hampir hilang Menyebutmu pun rasaku sesulit itu Sudikah kau sedekar mendengar   Saat berdoa yakin bahwa […]

Abidzar Maulana

puisi Sastra

Kala Ramadhan

Kala menahan jadi harus Kala adzan maghrib bak rayu Kala Qur’an menggema melayang Kala raka’at-raka’at ba’da isya dibanyakkan Kala tidur pun diganjar Kala pahala berlipat ganda   Sudah kalanya menyiapkan Berkompromi dengan nafsu Bukan meneruskan yang terbelenggu Menyambut penuh syahdu Menebus rindu pada Rabb   Jika bisa, ramadhan saja selamanya

Abidzar Maulana

Sastra

Aku Merasa Tak Mengenalmu, Ibu

Seorang manusia yang datang dari dirimu adalah aku, Ibu. Seorang manusia yang datang kemudian pergi dari dirimu itu juga aku, Ibu. Dan seorang yang selalu penuh kasih sayang atas aku itu bukanlah aku, tapi engkau, ibu.   Maaf, ibu. aku lebih mudah menceritakan aku bila dibanding menceritakan dirimu. Sebab engkau pandai menutupi dirimu.   Mengaku […]

elmahrusy16

Literasi puisi Sastra

Sastra Santri Al-Mahrusiyah 2

TEMAN Dia orang selalu ada Nomor dua setelah ibunda Yang menerima apa adanya Tanpa melihat apa adanya Senyumnya selalu ada Janjiku dengannya Akan selalu bersama Hingga maut memisahkan kita Yang telah mengajariku kesetian Yang telah mengajariku apa itu arti teman Yang ada di saat aku terpojokan Yang datang di saat aku kesepian Ia adalah satu […]

elmahrusy16

Kolom Sastra

Asa

Duduk, diam, termenung Disana! Dibawah guratan senja yang pernah ada Bisakah ku gapainya tanpa usaha? Oh, tidak tentunya Kulihat sekeliling Ceritaku dimulai Waktu akan berjalan secepat angin Detik dan menit akan segera terganti Meninggalkan semua kenangan Membentuk kepingan-kepingan kehidupan Setiap kepingan adalah kekuatan Setiap goresan adalah ujian Yang harus dilalui demi masa depan Dan hanya […]

Annisa Fitri Ulhusna

puisi Sastra

SAYA MAHASISWA

Katanya Indonesia sudah merdeka Tapi kenapa miskin pendidikan merajalela?   Sebenarnya kemerdekaan untuk siapa? Ketika pendidikan yang baik hanya untuk si Kaya   Sayang seribu sayang Kajian intelektual harus pupus Sebab cuan yang tak mencukupi   Sayang duaribu sayang Konglomerat acuh tak acuh pada pendidikan Bahkan tak peduli   Mulut yang berkoar Pendidikan gratis dibungkam […]

Shofa' Nailah

Cerpen Inovasi Motivasi Sastra

Sebelum Selesai

Sebelum Selesai 2005 Tidak ada keberatan yang nampak, mungkin diam adalah cara terbaik untuk menahan segala sesak dan rasa. Aku akan berangkat menuju Pondok Pesantren. Sudah tak asing lagi dengan pertikaian diantara dua orang yang paling kusayang. Ya mungkin inilah resiko pernikahan karena perjodohan tanpa didasari cinta yang dalam. “Ayah…. Ibu… aku akan berangkat” pamitku […]

F_Srikandhi