web analytics

Hikayat Mengenai Satu Kali Sholawat Yang Dikhususkan Pada Ahli Kubur

Hikayat Mengenai Satu Kali Sholawat Yang Dikhususkan Pada Ahli Kubur
0 0
Read Time:2 Minute, 50 Second

Ada seorang ibu tua bertamu kepada Imam Hasan Basri, dalam kesempatan ini ia menceritakan semua keresahannya.

“Saya memiliki anak perempuan yang sudah meninggal dunia, selama ini saya sudah tidak pernah memandang wajahnya lagi, alangkah baiknya berikan saya amalan tertentu agar bisa melihat anak saya lagi di dalam mimpi”.

Mendengar cerita tersebut, Imam Hasan Basri memberikan amalan berupa sholawat yang dikhususkan pada anaknya. Tidak lama kemudian, ia pulang ke rumah dan mengamalkannya.

Saat tengah terlelap dalam tidurnya, ia bermimpi melihat anaknya di neraka. kondisinya sangat memprihatinkan. Anaknya memakai pakaian terbuat dari tembaga, terbelenggu dan kakinya terpasung. Dengan spontan terbangunlah ibu tua tadi dari tidurnya dan berinisiatif untuk sowan ke Imam Hasan Basri lagi.

Setelah sampai di kediaman Imam Hasan Basri, ia menceritakan semuanya sambil menangis. Mendengar cerita tersebut sahabat-sahabat Imam Hasan Basri yang berada di sekelilingnya ikut menangis.

Diwaktu lain saat Imam Hasan Basri tidur, di dalam mimpinya beliau bertemu dengan seorang perempuan di surga, dengan wajah ceria, duduk di kursi yang bagus, serta memakai mahkota indah yang bisa menerangi ujung utara sampai barat. Kemudian perempuan tersebut bertanya kepada Imam Hasan Basri.

Baca Juga: Ayo Bohong!

“Apakah engkau mengenal saya?”.

“Tidak”, jawab Imam Hasan Basri.

“Aku adalah anak perempuan dari ibu tua, yang pernah engkau berikan amalan sholawat”.

“Kamu bisa medapatkan drajat ini sebab apa?” tanya Imam Hasan Basri dengan spontan.

“Ada seorang laki-laki yang datang ke kuburanku, kemuadian ia membacakan hadiah satu kali sholawat yang mana hadiah sholawat tersebut dikhususkan kepadaku dan ahli kubur. Waktu itu ada sekitar lima ratus lima puluh orang yang disiksa. Tiba-tiba ada suara yang menggelegar berkata “hilangkanlah siksaan orang limaratus ini sebab berkahnya seorang laki-laki yang membacakan  sholawat dan dihadiahkan kepada ahli kubur”.

Dalam cerita diatas, kita bisa mengambil hikmahnya yakni begitu besar berkah sholawat yang di khususkan untuk ahli kubur. bahkan ada penggambaran bagaimanakah seorang ahli kubur menerima hadiah dari yang mendo’akannya?

Di jelaskan dari kitab wasiatul Mustofa, bahwa sedekah yang pahalanya dikhususkan kepada seorang yang sudah meninggal, allah akan mengutus malaikat untuk menghantarkan pahalanya kepada orang yang dituju. Kemudian orang yang mendapatkan hadiah dalam kuburya, akan merasa sangat senang dan bahagia, sepertia mendapatkan hadiah diwaktu ia masih hidup. Terus ia segera mendo’akan kepada yang memberikan hadiah.

Dari penjelasan diatas, mari kita luangkan waktu sejenak untuk berfikir tentang kedua orag tua kita. Terutama kedua orang tua yang sudah meninggal dunia. Alangkah baiknya kita jangan sampai putus dalam mendo’akannya. coba kita bayangkan, jika kita berdo’a tiap hari, serta pahalanya di tujukan pada kedua orang tua kita yang sudah meninggal, betapa bahagianya mereka menerima hadiah setiap hari dari kita, dan coba kita bayangkan jika kita tidak pernah mendo’akanya, bagaimana nasib kedua orang tua kita disana?

Kita pastinya pernah mendengar pujian di mushola-mushola ketika memasuki malam jum’at, untuk cuplikan liriknya sebgai berikut :

Saben malem jumat ahli kubur mulih nang umah”
Setiap malam jum’at ahli kubur pulang ke rumah

“kanggo njaluk dungo wacan quran najan sak kalimat”
untuk meminta doa bacaan qur’an walaupun satu kalimat

“lamun ora dikrimi banjur bali mbrebes mili”
kalau tidak dikirimi lalu pulang menetes air matanya)

“bali nang kuburan mangku tangan tetangisan”
pulang ke kuburan memangku tangan menangis

Bagaimanakah perasaan anda Saat membaca artikel ini? Apakah tetap tidak mau mendo’akan kedua orang tua kita yang sudah meninggal? bagi kedua orang tuanya masih ada, tetap do’akan mereka, semoga allah melindunginya dan memberikan umur Panjang kepadanya. Amiin allahumma amin

 

Reff : Kitab Washiatul Musthofa

About Post Author

Burhan Udin

Anak ingusan yang mencari ridho dalam dunia literasi.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like