web analytics

Eksistensi Santri Hibrida dalam Perkembangan Islam Klasik menuju Islam Modern

Eksistensi Santri Hibrida dalam Perkembangan Islam Klasik menuju Islam Modern
Santri Asrama Ar Roudhoh
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Indonesia adalah negara dengan tradisi islam yang masih sangat kental,bahkan hingga saat ini dalam segi kebudayaan dan sosial Indonesia tak akan pernah bisa jauh dari perkembangan islam dari zaman penjajahan hingga islam zaman millenial. Perubahan islam sendiri telah mencapai perubahan yang sangat signifikan, hal inipun bukan tanpa sebab, karena ada asa dan hubungan pemuda dengan islam kultural dan wawasan pengetahuan yang jauh dari kata radikal.

Santri Hibrida(santri yang sudah terjadi peleburan antara tradisi keilmuan klasik dan modern) dalam konteks perubahan islam saat ini sangat diperlukan demi kemajuan kultural masyarakat dan kebudayaan, karena santri yang belajar di pesantren tak melulu hanya pengetahuan agama saja namun santri bisa memilih konsep mana yang baik untuk masa depannya, termasuk menjadi santri hibrida. Santri lulusan pondok pesantren yang memiliki pemikiran kritis terhadap sesuatu dan mampu mewujudkannya dengan pemikiran barat yang sedang diminimalisir kini, akan mudah menghasilkan pemikiran yang konstruktif.

Santri terkadang juga predikat yang diwariskan, karena pondok pesantren dalam segala kurikulum dan aturan yang diterapkan akan mampu menghasilkan lulusan yang akan menjadi  karakter masa depan islam dan bangsa kedepannya. Dalam kaidah ushul fikih dikenal dengan istilah al-muhafadlat a’la al-qadhimi al-shalih wa al-akhdu bi al-jadidi al-ashlah, kaidah ini juga sering dijadikan pedoman lembaga pondok pesantren dalam mencetak santri hibrida yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan islam.

Tak dapat dipungkiri, Santri Hibrida dalam dunia islam millenial selalu menjadi momok terbesar, karena dengan ilmu agama disamping ilmu intelektual tak menjadikan santri tersebut runtuh ditelan zaman, bahkan banyak dari santri saat ini memilih kuliah sambil mondok, kemauan seperti inilah yang akan menghasilkan santri millenial dengan intelektual yang tinggi. Hal ini juga mampu menunjukkan bahwa pesantren mampu menciptakan kebudayaan tersendiri dan dengan budaya pesantren ini dapat mudah meyokong perkembangan islam klasik menjadi islam modern yang tak lepas dari perubahan unsur budaya dan sosialnya.

Tokoh-toloh santri hibrida yang patut ditiru pada zaman ini seperti, Ahmad Baso, Ulil Abshar Abdallah Zuhairi Misrawi dan masih banyak yang lainnya, walau kiprahnya pada negara dan masyarakat masih mengikuti alur tradisi lama, namun keikutsertaannya dalam bidang sosial dan masyarakat mampu menjadi kabar baik dan menjadi format islam modern yang mengubah bangsa dan dunia islam tentunya. Oleh karena itu, kehadiran Santri Hibrida telah berhasil mencetak pemikiran konstuktif, sosialis dan tak ketinggalan jiwa sesungguhnya yang agamis.

Wallahu A’lam

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like