web analytics

Field Trip MA Al-Mahrusiyah, Sebagai Bentuk Edukasi Alam.

Field Trip MA Al-Mahrusiyah, Sebagai Bentuk Edukasi Alam.
0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Kediri, Pers Mahrusy.

Kamis, (22/12) MA Al-Mahrusiyah mengadakan Field Trip atau studi lapangan. Dalam hal kali ini, Field Trip dikhususkan bagi siswa yang sudah menginjak kelas 12 dari kelas unggulan di setiap jurusan. Dan di MA Al-Mahrusiyah terdapat 4 jurusan tetap; IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Setiap jurusan memiliki tujuan Field Trip yang berbeda, sesuai dengan kecenderungan akan jurusan yang ditempuh.

Setelah Jurusan Agama ke Makam Syekh Wasil, Jurusan IPA ke Hutan Joyoboyo untuk pelatihan robot, dan Jurusan Bahasa ke Dhoho TV. Jurusan IPS pun mengadakan field trip dengan tujuan Gunung Kelud untuk mengetahui kehidupan sosial masyarakat di kaki gunung.

Sebenarnya di hari kamis ini ada 2 jurusan yang berangkat, yaitu Jurusan Bahasa dan Jurusan IPS. Sedangkan Jurusan IPA dan Jurusan Agama sudah Field Trip di hari rabu. Dari 2 kelas jurusan yang berbeda, sekolah sudah menyiapkan 5 elf dan untuk kelas IPS kebagian 2 elf.

Setelah semua siswa berkumpul dan barang-barang sudah rapih dalam bagasi, jam 08.00 rombongan Field Trip siap berangkat menuju tujuan masing-masing. Perjalanan dari sekolah menuju Gunung Kelud hanya membutuhkan waktu 1 jam. Rombongan pun melakukan administrasi terlebih dahulu sebelum akhirnya elf sampai di Kelud Volcano Observatory.

Kelud Volcano Observatory itu adalam tempat pengamatan kegiatan Gunung Kelud. Sebelum masuk, para siswa langsung ditemui Mas Dani selaku petugas yang akan melakukan briefing terlebih dahulu. Setelah briefing, para siswa diajak masuk untuk melakukan pendalaman materi lewat proyektor yang disediakan. Mereka mempelajari apa itu gunung api, erupsi; efusif, eksploisif, letusan, dampak, mitigasi, letusan, juga berbagai macam cara pengamatan mulai dari visual, seismik, deformasi, dan geokimia.

Tak hanya itu, para siswa juga menanyakan tentang kondisi sosial masyarakat di daerah Gunung Kelud -selain petani- yang sangat kental akan nilai budaya. Dan hal itu dipertanyakan oleh para siswa ketika sesi tanya jawab dibuka. Mereka bertanya mengenai gunung, juga keadaan sosial budaya masyarakat, seperti kejelasan tentang larung sesaji.

Dengan hal itu dijawab oleh Pak Khoirul Huda, selaku pengamat senior di Kelud Volcano Observatory.

“Letusan gunung Merapi itu sisebabkan oleh adanya daya dorong gas yang terkandung dalam dapur magma.” Jelas Pak Khoirul Huda.

Beliau juga menceritakan pengalamannya selama 20 tahun sebagai pengamat gunung.

“Hampir kurang lebih 5 tahun, saya pernah menjadi pengamat Gunung Kelud yang bekerja hanya seorang diri. Ya jika ada apa-apa, saya urus sendiri. Naik turun gunung sendiri.” Ucapnya dengan senyum.

Selain Pak Khoirul Huda, kegiatan Field Trip itu juga dihadiri Lurah setempat dan Mbah Ronggo Wasito, selaku Juru Kunci Gunung Kelud. Beliau tak banyak bicara dan hanya sesekali menjelaskan dengan bahasa jawa ketika ditanya tentang perjalanannya selama menjadi Juru Kunci.

Untuk  pertanyaan larung sesaji pun dijawab langsung oleh Pak Lurah, selaku orang yang ikut larut dalam kehidupan masyarakat.

“Larung sesaji itu adalah bentuk rasa syukur masyarakat terhadap kekayaan alam yang diberikan Tuhan. Larung Sesaji juga menjadi ajang pertemuan masyarakat daerah pegunungan yang plural. Berbagai agama dan berbagai golonngan.”

Setelah puas bertanya jawab, para siswa kembali diajak Mas Dani untuk melihat ruang kerja yang berada di lantai 2. Mereka bisa melihat berbagai peta, alat pengamat, seismograf, komputer, juga berbagai lukisan yang menangkap tentang kejayaan Gunung Kelud. Ditempat bersih dan wangi itu Mas Dani dengan sabar menjawab setiap rasa penasaran para siswa akan hal yang dilihatnya.

Makan siang pun dibagikan saat mereka beranjak dari ruang kerja Kelud Volcano Observatory. Waktu istirahat diberikan dan diisi dengan makan siang, sholat zuhur, pembagian kenang-kenangan, dan foto bersama. Hal itu adalah pembelajaran dan kenangan yang sangat berkesan. Kegiatan Field Trip Jurusan IPS itu pun ditutup dengan pemberhentian di pusat belanja nanas lokal.

***

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like