web analytics

FKUB Kota Kediri Sebagai Inisiator FKUB di Seluruh Indonesia

FKUB Kota Kediri  Sebagai Inisiator FKUB di Seluruh Indonesia
0 0
Read Time:3 Minute, 37 Second

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kantor Berita Antara Indonesia, Kota Kediri menempati urutan ke 10 sebagai kota paling toleran Di Indonesia, untuk mengetahui fakta-fakta tersebut, tim redaksi menyajikan wawancara khusus dengan Forum Kerukukan Umat Beragama Kota Kediri,

1.Perihal toleransi, Bagaimana bentuk gagasan toleransi beragama menurut FKUB Kota Kediri?

Berbicara mengenai moderasi dan toleransi itu mempunyai sejarah yang cukup panjang, tepatnya ketika tahun 1997-1998, pada saat itu terjadi reformasi, peristiwa-peristiwa konflik, seperti  kejahatan sosial, pembakaran dan perampokan karena kejadian jatunya orde baru. Di daerah Kota Kediri yang dimotori Al Mukaraom KH. Anwar Iskandar, juga tokoh dari Pondok Lirboyo, Ploso, dan Pondok Al-Ma’ruf serta tokoh agama-agama yang lain bekerja sama untuk mepertahankan Kota Kediri agar aman dan kondusif.

Selain itu, Jam’iyyah NU yang bersama pengusaha-pengusaha di Kota Kediri, juga dari Gudang Garam yang dipimpin Pak Yong Wi berrtemu di UNISKA tahun 1978 bermusyawarah untuk menjaga Kota Kediri supaya tidak terjadi perusakan karena konflik, di masa itu Gudang Garam sebagai penopang ekonomi, dengan jumlahnya yang ribuan dan sebagian besar merupakan umat islam, maka dari itu perlu dibentuk sinergitas antar golongan agar tidak merugikan banyak orang. Sikap yang diambil oleh pemuka agama, ulama dan sebagainya menunjukan nasionalisme sebagai Warga Negara Indonesia.

Sejak peristiwa tersebut, menjadi awal pijakan dari terbentuknya Paguyuban Antar Agama dan Penghayat Kepercayaan. Sebuah komunitas yang setiap selapan sekali bertemu bersama dengan pimpinan Forkopimda Kota Kediri, di tahun 2004 Komunitas kami bertemu dengan Presiden SBY di Hotel Tawang Mangu, dari pertemuan itu kami mengungkapkan bahwasanya Kota Kediri Aman karena ada Paguyuban ini, puncaknya, di tahun 2006 terdapat Surat Keputusan Presiden, tentang pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama, pada tahun 2007 FKUB telah diresmikan, jika ditelisik dari sejarah, FKUB Kota Kediri menjadi cikal bakal adanya FKUB di seluruh Indonesia.

2.Sebenarnya, Konsep toleransi itu terlahir dari kepekaan sosial, atau murni dari ajaran agama itu sendiri?

Sebelum tahun 1978, masing masing agama ketika melakukan agenda kemanusiaan itu jalan sendiri-sendiri, pemilik agama ini membuat agenda sendiri, kadang kala juga bikin tersinggung agama lain. Nah, semenjak ada FKUB ini teman-teman kalau bakti sosial bersama-sama, kita sebagai orang islam saling bekerja sama dengan kelompok lain, begitu pun dengan Agama Kristen, tidak ada gesekan antar agama, semunya saling bersama dan saling melindungi.

Di 1978 pun, yang bergabung masih penghayat kepercayaan, dari golongan islam juga masih dari organisasi NU saja, organisasi agama yang lain, seperti LDII dan sebagainya baru bergabung di tahun 2000. Perlu dipahami juga, bahwa guyun rukun tidak hanya dibutuhkan makhluk islam yang mempunyai prinsip wasatahiyah, tetapi semuanya membutuhkan, seperti sebuah kaidah

خير الأمور أوسطها,  (Sebaik-baiknya perkara adalah yang tengah-tengah), para kyai pun telah mecontohkan, mereka tetap istiqomah untuk ngaji,  tidak memusihi para penjajah dan sebagainya.

  1. Mengenai tentang FKUB, apakah hanya berorientasi pada urusan keberagaman atau juga mencangkup hal-hal lain?

Dalam Forum Kerukunan Umat Beragama itu ada 3 bidang, Bidang Pemberdayaan umat, Bidang Pemeliharaan Umat dan Bidang Pendirian Tempat Ibadah, pengurusnya tidak hanya islam saja, berbagai golongan ada. Kemudian ada lagi Gerakan Pemuda Paguyuban Lintas Masyarakat (Palem) yang fokus terhadap golongan pemuda. Ada juga beberapa kegiatan, seperti seminar atau dialog antar golongan muda, kemudian terdapat juga sekolah multi kultural. Sementara, untuk paguyuban di Kota Kediri ini lebih banyak berkiprah di bidang sosial.

3.Menurut anda, Bagaimana mengatasi sekelompok orang maupun golongan yang bersikap ekstrem ketika menyikapi keberagaman?

Antar tokoh agama itu bermacam-macam, kita tidak membicarakan mengenai perbedaan. Tetapi lebih ke persamaan, karena sejatinya perbedaan itu berasal dari Sang Pencipta alam dan seisinya,

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

Artinya: Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,

Ketika ada perselisihan ya diselesaikan dengan baik-baik, oleh karena itu, Yai Imam, Yai Idris itu dekat dengan Orang-Orang China, sebagai bentuk Sikap Nasionalis, sama dengan PT. Gudang Garam yang sering membantu mendirikan masjid. Bahkan dulu Yai Imam dan Yai Idris diminta untuk berdoa oleh kaum Tionghoa, ya tidak masalah, soal diterima atau tidaknya itu tergantung yang maha kuasa, poin pentingnya, bagaimana kita dapat berinteraksi dan membawa diri ketika bermasyarakat, karena sejatinya, لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ  “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku“.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like