web analytics

Gebrakan MQQ

Gebrakan MQQ
0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

MQQ dan MMQ nggak jauh beda. Sama-sama sebuah lembaga pemerhati Qur’an dan ilmu-ilmu penunjang Qur’an. Cuma hanya beda konstitusional dan garis editorialnya aja. Selain itu, oke. Cengkok kalamun dan sholatullah juga aman-aman aja.

Sedari nama sorogan Al-Qur’an sampai bisa resmi sebagai sebuah lembaga, MQQ selalu menunjukkan progres yang baik. Kurikulum serta SDM pengajar dan jebolan-jebolannya pun nggak bisa dianggap remeh. Berani diadu soal fashohah makhroj istitholah tho’-nya!

Hal-hal itu terimplementasi sebagaimana minggu kedua bulan juni, MQQ melakukan gebrakan yang berarti dengan meluncurkan meja lipat kayu untuk Asatidz, per kelas. Sebagai penganut cekok Ta’limul Muta’alim, tentu semua itu niatnya ta’zhimil ilmi wa ahlih.

“Ta’zhim kok hello kitty?”

Jangan mudah berasumsi dan pendek pikir untuk memberikan stigma buruk pada MQQ. Meja lipat berkayu mahoni dan bergambar berbagai kartun, termasuk hello kitty itu tentu ada maksudnya. Memang ada meja dan kualitas yang lebih bagus dengan bahan kayunya yang joss, tapi orang MQQ tentu tau ilmu: bahwa dalam S3 marketing ada yang namanya suistainable competitive advantage. Jadi, aman. Hal itu udah dipikirkan matang-matang.

Meski hello kitty terkesan ngentai kepatriarkian seorang Asatidz, sudah seharusnya ada celah barokah lewat gelar sorban pada meja the main character itu.

Meja lipat kayu yang harganya nggak perlu diterka-terka itu adalah sebuah gebrakan, langkah berani dalam menciptakan ruang lingkup pendidikan yang kondusif dan dinamis. Lebih menghargai ilmu dengan menyediakan tempat letak Al-Qur’an, Jazariyah, atau lembar-lembar bacaan gharib. Semakin terlihat power eksistensi seorang Asatidz sebagai pengajar. Semakin terlihat pola pengajaran dalam ruang yang bernama madrasah.

Selain itu, meja lipat kayu pun bukan dijadikan sebagai benteng penghalang, sebagai sekat antara guru dan murid. Bukan, sekali lagi bukan! Hanya, meja lipat kayu itu menjadi unsur kesempatan keterbukaan Asatidz dalam bernafas. Bukannya apa-apa, kadang murid kurang memperhatikan hal ini. Seolah yang ada di isi kepalanya hanya setoran dan lancar. Padahal di balik itu ada makna konotasi yang menjadi uneg-uneg berkepanjangan: setoran terlalu dekat.

Gini nih, kadang udara subuh yang dingin memaksa epidermis interupsi membenci dan anti terhadap air jeding yang pasrah-pasrah saja dikoyak dingin. Akhirnya memutuskan untuk nggak mandi. Entar-entaran aja. Rada siangan. Hanya cukup wudhu, sholat subuh, dan caw MQQ!

Nah, pas setoran dengan hafalan yang berusaha mati-matian agar tuh kalam ilahi nemplok di otak, murid malah terlalu dekat untuk setoran dan pd. Bisa dibayangkan aroma mulut yang langsung menabrak muka Asatidz. Mengacak-acak bulu hidung. Mengobrak-abrik penciuman. Apalagi semalam habis makan penyet telur dan nyambung surya 2 batang. Tentu, tanpa sikat gigi terlebih dahulu. Lalu, subtansi meja lipat kayu semakin menunjukkan peran dan posisinya yang memberi jarak ruang untuk sampainya aroma itu ke hidung Asatidz yang nggak bersalah. Ada sisi pahala untuk pencetus gebrakan ini.

Bukannya apa-apa, karena hal itu meski dirasa sepele, tapi itu berdampak besar. Khusyu’ subuh seketika buyar dengan gerendeng Asatidz yang berusaha semampu mungkin untuk tetap berangkat. Mau muntah nggak bisa. Karena memang sedini itu ia belum makan apa-apa. Dan kalau guru sudah begitu, bahaya juga untuk nasib ke depannya Si Murid. Menyangkut barokah. Untung ada meja lipat kayu itu.

Tapi, sebenarnya bukan itu arti gebrakan yang sesungguhnya,

“Brag…Brag…Brag…! Panjang malah dibaca pendek! Huruf ro’ yang sebelumnya berharokat fathah itu terbaca tafkhim.” Ceracau Asatidz seraya menggebrak meja itu mengoreksi setoran bacaan Al-Kautsar muridnya yang blentang-blentong.

Itu gebrakan yang sesungguhnya dan masih dalam strategi mengajar.

Meskipun begitu, bisa dibayangkan! Apalagi Asatidznya aktivis pagar nusa. Muridnya auto ketar-ketir. Khawatir dipasang kuda-kuda. Fiuh.

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like