web analytics

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026

1 0
Read Time:3 Minute, 58 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Minggu, (25/01) Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra mengadakan kegiatan festival pondok yang meliputi berbagai macam lomba di bidang pengetahuan dan olahraga.

Agenda 2 tahun sekali ini dilaksanakan untuk menunjang dan menyokong agenda besar pemilu, pemilihan umum ketua pondok baru. Tak ayal kegiatan ini menjadi momen yang disambut meriah oleh para santri putra, ditunggu dan dinanti-nanti.

Dari sekian macam jenis perlombaan dalam festival pondok, sepak bola selalu menjadi sesi yang menarik atensi paling banyak dan besar untuk antusias dan euforia yang menggelora. Bagaimana tidak, memang pada dasarnya laki-laki dan sepak bola adalah arti cinta yang tak lekang oleh segala macam alasan distraksi dikotomi.

Apalagi hal ini melibatkan seluruh lapisan santri putra, mulai dari asrama dan lembaga, santri dan pengurus, di semua unit Al Mahrusiyah; Lirboyo, Muning, Ngampel, dan Kandat.

Dari banyaknya tim yang mendaftarkan diri, untuk jadwal pertandingan di setiap pekannya, hari minggu dipilih dengan pertimbangan hari libur santri, untuk 4 laga yang dimainkan dan dipertontonkan.

Melanjutkan jadwal yang tertera, terkhusus di pekan kedua ini menghadirkan laga spesial dengan mengusung “Derbi Ibnu” yang mempertemukan asrama Ibnu Sina dan Ibnu Kholdun. Termasuk ke dalam pertandingan ketiga, laga di tengah siang itu rupanya tidak menyurutkan antusias para santri untuk datang mendukung dan menonton.

Dengan segala macam pertimbangan yang ada, dari segi luas lapangan, jadwal laga dan kegiatan pondok, juga soal stamina santri, setiap pertandingan ditentukan dengan durasi 30 menit di setiap babak.

Hingga pada akhirnya, kick off dimulai!

Dari masing-masing kesebelasan berlaga dengan sengit. Ibnu Sina dengan jersey birunya saling beradu dengan Ibnu Kholdun yang memakai jersey hitam-kuning. Jual beli serangan dilakukan, saling beradu passing dan tembakan, lini serang kedua kesebelasan begitu tajam. Namun sayang, bukan hanya soal lini serang, masing-masing memiliki pertahanan yang sama kuatnya. Hingga wasit harus meniup peluit half time untuk turun minum dengan skor sementara 0-0.

Lanjut di babak yang kedua, tensi pertandingan tidak berkurang sama sekali. Masing-masing memberikan perlawan serangan yang mengancam jala gawang. Namun sayang, masing-masing kiper pun tampil mengesankan dengan penyelamatan-penyelamatan yang brilian. Tembok kokoh dari kedua tim belum mampu ditembus untuk dijadikan peluang, hingga cetak gol. Babak kedua tetap berakhir 0-0.

Sampai pada ekstra time, diberikan waktu 10 menit di setiap babak yang harus dimainkan. Masing-masing dari kedua tim memberikan perlawanan yang berarti. Hingga di babak kedua ekstra time, Ibnu Kholdun berhasil melesatkan tendangan dari umpan trobosan yang matang. Sontak saja peluang itu tidak disia-siakan untuk berbuah gol. 0-1 untuk Ibnu Kholdun.

Waktu terus berjalan, dan laga kian panas. Kemenangan bagi Ibnu Kholdun sudah di depan mata. Lagi-lagi, dengan usaha keras sekuat tenaga, peluang dari sisi kanan sayap Ibnu Sina berhasil melewati bek Ibnu Kholdun yang kewalahan, berkilah, mengumpan passing matang lagi manja yang sontak saja disambar oleh sang striker untuk berbuah gol yang indah.

Seisi stadion Karangsono bergemuruh, entah dari suporter Ibnu Sina atau yang netral sekalipun, menyaksikan gol spektakuler untuk laga yang sangat luar biasa. Sampai ditiupnya peluit akhir, skor imbang 1-1.

Karena ini laga yang mengusung konsep knockout yang harus menggugurkan bagi yang kalah, maka dengan hasil imbang ini, sesi tendangan penalti harus dilangsungkan. Laga semakin mendebarkan, penonton kian mengerubung untuk mengetahui siapa yang keluar sebagai pemenang dari lagi yang luar biasa serunya ini.

Kedua kesebelasan berdiri bergandengan untuk timnya masing-masing, menegakkan kepala menghadap gawang, mempercayai sepenuhnya kepada setiap rekan tim yang bertugas mengambil tendangan penalti.

Ibnu Sina mengambil tendangan penalti lebih dulu.

Semua mata tertuju.

Penjaga gawang Ibnu Kholdun bersiap.

Bola pertama ditendang, dan …

Bola melayang tinggi di atas mistar gawang!

Oooo …

Seisi stadion bergemuruh!

Itu menjadi pukulan telak di awal sesi tendangan penalti ini. Kemudian bergantian, Ibnu Kholdun mengambil bola dan bersiap untuk menendang, dengan penuh kepercayaan diri, bola ditendang dan gol!

Drama penalti masih berlanjut, Ibnu Sina kembali gagal di percobaan ketiga. Sontak hal itu membawa sikap pesimistis yang berlebih. Tapi serunya, Ibnu Kholdun akhirnya gagal di tendangan yang keempat. Sampai ditendangan kelima, Ibnu Sina berhasil memasukan bola rendah tapi pasti di sudut kanan gawang.

Dengan itu, maka penentuan penalti diserahkan kepada penendang kelima dan terakhir Ibnu Kholdun. Benar saja, ia berhasil menyelesaikan tendangan itu dengan keras sepenuh keyakinan.

Oleh karena itu, berakhirlah pertandangan ini dengan skor penalti 3-4 untuk kemenangan Ibnu Kholdun. Dan bisa dipastikan, Ibnu Sina otomatis tersingkir dari keikutsertaan “Mahrusy Cup 2026”.

Para pemain saling bersalaman dengan penuh legowo dan menjunjung tinggi sportifitas. Meskipun rona kesedihan terlihat jelas dari kesebelasan Ibnu Sina. Apresiasi tinggi pun diberikan kepada wasit dan hakim garis yang telah bertugas dengan penuh kompetensi.

Di laga selanjutnya sebagai laga terakhir dan penutup, Asy-Syafi’i berhasil menaklukan tim kesebelasan pengurus pondok dengan skor meyakinkan 6-1.

Selamat dan terus berjuang untuk para pemenang.

Tetap semangat dan pantang menyerah untuk tim yang tersingkir.

Wallahu a’lam.

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Puncak Debat Ilmiah Mahrusy Fest

Puncak Debat Ilmiah Mahrusy Fest