web analytics

Kedudukan Taubat Pada Amal Manusia Menurut Kitab Minahussaniyah

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Kediri-Pers Mahrusy (21/03), Malam ini seperti malam-malam Ramadhan biasanya yaitu ngaji kitab minahussaniyah bersama beliau Ning Etna. Para santri sudah berkumpul di ndalem dengan penuh semangat. Tidak menunggu lama beliau rawuh. Dengan membaca bismillah dan tawasul tanda ngaji telah dimulai, suara riuh kini berganti sunyi, tenang penuh khidmad.

Beliau mulai membacakan ma’na dari lafadz ke lafadz, sampai selesai satu paragraf beliau lalu menerangkan isi dari lafadz yang telah dima’nain. Yaitu tentang kedudukan taubat pada amal manusia. Ning Etna menerangkan bahwa Syeikh Al-Matbuli meletakkan masalah taubat dalam bahasan pertama karena taubat adalah sesuatu yang sangat penting. Dan kedudukannya taubat adalah sebagai pondasi dari segala perbuatan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena kedudukan taubat adalah sebagai pondasi maka kedudukannya sangat penting.

Tanpa dilandasi taubat yang baik dan benar seseorang yang ingin menggapai Tuhan adalah ibarat orang yang membangun rumah megah diatas tanah labil dan goyah, maka akan mudah hancur. Begitupun sebaliknya, seseorang yang taubatnya benar berarti pondasinya kuat maka akan kokoh iman dan ketaqwaannya untuk menggapai Tuhannya.

Dalam kitab ini, sebagian ulama menyatakan “Siapa yang memeperkuat taubatnya, Allah akan menjaganya dari segala yang merusak kesucian amalnya”

فاستقم كما امرت و من تاب معك

Hendaklah engkau selalu istiqomah dalam bertaubat kepada Allah SWT.” Malah nek iso ki awak dewe mben dino ki kudu taubat, akehi istighfar, tambah Ning Etna. Karena itulah sebaiknya setiap hari kita harus menyadari kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat setiap waktunya. Menyadari dengan benar-benar sadar, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah. Jika kita memang menyadari dosa-dosa kita, ketika berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah kita akan merasakan rasa salah yang luar biasa sampai meneteskan air mata dan mempunyai rasa mantap dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi.

Taubat disini sebanding dengan zuhud yang akan menjaga manusia dari segala sesuatu yang bisa menghalangi kedekatannya kepada Allah. Jika kita taubatnya benar maka akan mudah untuk dekat dengan Allah. Allah akan selalu dekat dengan hambanya yang selalu dekat denganNya.

 

About Post Author

Wafiq Nafisa

Santri Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri Mahasiswi Aktif IAIT Kediri Jurnalis Pesantren Asal Lampung
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
dosaTaubat
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Santri Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri Mahasiswi Aktif IAIT Kediri Jurnalis Pesantren Asal Lampung

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Ngaji Syama’il Part 25, Cara Duduk Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 25, Cara Duduk Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Tobat Kapok Lombok, Apakah diterima?

Tobat Kapok Lombok, Apakah diterima?

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali