web analytics

Keistemewaan Puasa Syawal

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Setelah melewati Bulan Ramadhan dengan berpuasa satu bulan penuh, Umat Muslim kembali merayakan idul fitri pada tanggal 1 Syawal. Dalam bulan syawal terdapat kesunahan berpuasa selama 6 hari, yakni sehari setelah hari raya idul fitri. Dalam Kitab Wasiyatul Musthofa terdapat sebuah redaksi mengenai fadhilah dari Puasa Syawal, Rasulullah SAW., berwasiat kepada sahabat Ali bin Abi Thalib “Hai Ali, barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan syawal, maka Allah akan mencatatnya berpuasa setahun penuh.”

Jadi, puasa syawal merupakan puasa yang dilakukan selama 6 hari setelah tanggal satu syawal yang mana melakukannya tidak disyaratkan untuk berurutan. Puasa sunah syawal juga memiliki beberapa keutamaan diantaranya:

  • Menjadikan Puasa Ramadhan lebih sempurna
  • Pahalanya setara dengan puasa selama satu tahun
  • Sebagai tanda Puasa Ramadhan diterima
  • Sebagai bentuk rasa syukur’
  • Melanjutkan ibadah ramadhan
  • Terhindar dari api neraka
  • Malaikat akan bershalawat kepadanya
  • Menghapus dosa

Bulan syawal sendiri memiliki arti menaikkan atau bangkit, yang berarti selama bulan syawal ini derajat umat islam akan naik di mata Allah SWT karena telah melewati berbagai cobaan dan ibadah selam Bulan Ramadhan. Bulan ini juga menjadi waktu yang sangat penting untuk merenungkan kebiasaan baik yang ditanamkan saat Bulan Ramadhan. Bulan Syawal juga menunjukkan bahwa Umat Islam mampu menjaga dan meningkatkan kualitas keimanannya yang tidak hanya dilakukan di Bulan Ramadhan saja.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Ngaji Syama’il Part 25, Cara Duduk Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 25, Cara Duduk Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Tobat Kapok Lombok, Apakah diterima?

Tobat Kapok Lombok, Apakah diterima?

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali