web analytics

Kenapa Kita Berpuasa?

Kenapa Kita Berpuasa?
0 0
Read Time:4 Minute, 1 Second

Puasa ditetapkan bagi umat ini. Ya, kita semua harus berpuasa di Bulan Ramadhan. Jika telah memenuhi syarat baik orang untuk melaksanakan puasa, maka berpuasalah. Jangan sampai tidak, atau siksa pedih yang tidak akan dibahas itu akan menimpa. Kecuali uzhur.

“Emang uzhur puasa, apa?”

Eits, kita tidak akan membahas itu. Next time, oke.

Sejak dulu, sejak kecil, mungkin saat TPQ ngaji lekar, kita sudah diberi tau dan disuruh akan berpuasa. Diajarkan waktunya, syaratnya, hingga do’a-do’a dan dihafal. Atau mungkin juga akan pesantren dan hal-hal yang mendalam tentang puasa dalam Bathsul Masail. Furu’-furu’ serta khilaf-khilaf.

Tapi, apakah kita tau, kenapa kita berpuasa? Kita mungkin sering mendengar dalam khutbah menjelang ramadhan, artikel islami ilmiah, hingga kultum-kultum saat berbuka bersama di masjid.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.”

Ayat itu dibacakan dan dijelaskan dengan sebegitu menggebu berharap tersebar pula gebu di hati kita saat mendengar, lalu jadi semangat puasa.

Belum lagi dijelaskan bahwasanya kita berpuasa, selain perintah Allah, juga untuk merasakan menjadi orang lemah yang lapar. Sebagaimana banyak kita temukan di redaksi kitab-kitab kurangan salaffuna sholeh sebagai hikmah berpuasa yaitu untuk ikut merasakan lapar dahaganya orang yang kurang mampu.

Ternyata tak hanya itu, Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi menjelaskan dalam kitabnya Durrotun Nashihin mengenai hal ini,

قيل المراد بالصوم قهر عدوالله فاءن وسيلة الشيطان بالشهوة وانما تقوى الشهوات بالاءكل والشرب فلايستفاد من الصوم قهر عدوالله تعالى وكسر الشهوات الا بتذليل النفس بقلة الاءكل ولذاروي في مثروعية الصوم ان الله تعالى خلق العقل, فقال اقبل فاءقبل ثم قال ادبر فاءدبر ثم قال من انت ومن انا؟ قال العقل انت ربي وانا عبدك الضعيف, فقال الله تعالى ياعقل ما خلقت خلقا اعذ منك ثم خلق الله تعالى النفس فقال لهم اقبلى فلم تجب ثم قال لها من انت ومن انا؟ فقالت اناانا وانت انت فعذبها بنار جهنم مائة سنة ثم اخرجها فقال من انت ومن انا فاءجابته كالاءول ثم جعلها في نار الجوع مائة سنة فساءلها فاءقرت باءنها العبد وانه الرب. فاءوجب الله تعالى عليها الصوم بسبب ذلك

“Ada yang mengatakan bahwa, tujuan dari puasa itu adalah untuk menundukkan musuh Allah. Karena jalan setan itu lewat syahwat. Padahal, syahwat itu menjadi kuat karena makan dan minum. Maka puasa itu tidak akan berguna untuk menundukkan musuh Allah Taala dan menghancurkan syahwat kecuali dengan menaklukkan nafsu dengan sedikit makan.

Oleh karena itu, ada riwayat berkaitan dengan disyariatkannya puasa, bahwa Allah Taala menciptakan akal, lalu berfirman kepadanya: “Menghadaplah!” Maka akal itu pun menghadap. Kemudian Allah berfirman pula kepadanya: “Membelakanglah!”. Maka akal itu pun membelakang. Setelah itu Allah bertanya : “Siapakah engkau dan siapa Aku?”, Akal menjawab : “Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu yang lemah”. Maka Allah Taala berfirman : “Hai akal, Aku tidak menciptakan satu makhluk pun yang lebih mulia daripada engkau”.

Kemudian Allah Taala menciptakan nafsu, lalu berfirman kepadanya : “Menghadaplah!” Namun nafsu itu tidak mematuhi. Lantas Allah bertanya kepadanya : “Siapakah kau dan siapakah Aku?”. Nafsu menjawab : “aku adalah aku dan Engkau adalah Engkaul”. Maka Allah Taala lalu mengazabnya dengan siksa api neraka selama seratus tahun. Kemudian Allah mengeluarkannya dari neraka dan bertanya kembali kepadanya : “Siapa kau dan siapa Aku?”. Nafsu tetap menjawab seperti jawabannya semula. Maka diazablah ia di dalam neraka lapar selama seratus tahun pula. Setelah itu, Allah bertanya kembali kepadanya, barulah dia mengaku bahwa dirinya adalah hamba dan Allah adalah Tuhan. Maka oleh sebab itu, Allah lalu mewajibkan puasa atasnya.”

Dikatakan pula,

قيل الحكمة في فرضية الصوم ثلاثين يوما ان ابانا ادم عليه الصلاة والسلام لما اكل في الجنة من الشجرة بقي في جوفه مقدار ثلاثين يوما فلما تاب الى الله تعال امره بصوم ثلاثين يوما بلياليها لاءن لذة الدنيا اربعة: الطعام والشرب والجماع والنوم فاءنها حجاب للعبد عن الله تعالى وفرض على محمد و امته بالنهار وابيح الاءكل بالليل وهو فضل منالله تعالى وكرم علينا

“Ada yang mengatakan bahwa, hikmat dari diwajibkannya puasa selama tiga puluh hari itu adalah karena datuk kita Adam as. dahulu, ketika Beliau memakan buah pohon yang terlarang di dalam surga, buah tersebut tetap tinggal di dalam perutnya selama tiga puluh hari. Dan ketika Beliau bertobat kepada Allah Taala, maka Allah menyuruhnya agar berpuasa selama tiga puluh hari tiga puluh malam. Karena kelezatan dunia itu ada empat makan, minum, jimak dan tidur. Semuanya itu merupakan penghalang bagi hamba terhadap Allah Taala. Sedangkan atas Nabi Muhammad saw. dan umatnya, Allah Taala mewajibkan puasa pada siang hari saja, dan diperbolehkan makan, minum dan jimak pada malam harinya. Hal mana merupakan karunia dari Allah Taala dan kemuliaan bagi kita.”

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like