web analytics

Ketika KH Mahrus Aly Marah di Acara Resepsi Gara-gara Mahar Tinggi

KH Mahrus Aly
2 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Mahar dalam pernikahan adalah sesuatu yang sakral meskipun tidak masuk dalam syarat maupun rukun nikah.

Mahar sendiri merupakan konsekuensi logis bagi lelaki yang berani menghalali sang pujaan hati.

Akan tetapi mahar acapkali menjadi momok menakutkan bagi calon suami karen la nilai tinggi yang harus dipenuhi, baik karena tuntutan pihak lain maupun karena budaya yang berlaku di masyarakat.

Nah, dalam problema ini, KH Mahrus Aly menjadi tokoh yang menentang mahar tingggi.

Suatu ketika KH. Mahrus Aly datang ke Probolinggo untuk menghadiri acara pernikahan. Shahibul bait yang mengadakan resepsi adalah seorang jagal sapi yang kaya.

Acara resepsi pernikahan diadakan dengan sangat mewah dan mahar yang sangat mahal. Kemudian KH. Mahrus Aly marah, dan memberikan nasehat dalam pidatonya,

“Kalau nikah maharnya terlalu tinggi ini sama dengan membuka peluang kemaksiatan. Mahar itu adalah batas syar’i, kâffah, itu cukup. Ojo koyo ngene mewah-mewahane, iku dadikne wong cilik cilik jobo ora wani nikah kerono budayane koyo ngene iki, kabeh serba mahal, serba gemerlap. Iki budayane Quraisy, budayane jahiliah.

(Kalau menikah maharnya terlalu tinggi, ini sama saja dengan membuka peluang kemaksiatan. Mahar itu adalah batasan syar’i, kâffah, itu saja sudah cukup. Jangan seperti ini mewah mewahnya, itu bisa menjadikan orang-orang kecil di luar sana takut untuk menikah karena budayanya seperti ini, serba mahal dan serba gemerlap. Ini adalah budaya orang Quraisy, budaya orang jahiliah).” Tegas Beliau.

Beliau lebih lanjut menasehati, “Ini nikah dadi larang, dadikne wong liyo podo maksiat, podo mungkar (Ini nikah jadi mahal, menjadikan orang lain maksiat, jadi mungkar).” Beliau begitu marahnya pada saat itu. Beliau memberi nasehat untuk acara resepsi atau Walimahnya tidak apa-apa mewah-mewah. Akan tetapi mahar tidak boleh mahal jangan disamakan dengan budaya Arab.

Begitulah nasihat dari Kiai Kharismatik, KH Mahrus Aly. Supaya menikah tidak ribet gara-gara mahar.

About Post Author

Elnahrowi

Santri Pondok Al-Mahrusiyah yang suka Menulis dan Berjurnalis. Asal dari Sragen Jawa Tengah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
50 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Santri Pondok Al-Mahrusiyah yang suka Menulis dan Berjurnalis. Asal dari Sragen Jawa Tengah

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Hari Dermaga Nasional: Sejarah dan Harapan di Balik Peringatan 17 Juni

Hari Dermaga Nasional: Sejarah dan Harapan di Balik Peringatan 17 Juni

Belajar Sejarah di Tengah Nyawit

Belajar Sejarah di Tengah Nyawit

Royal Tyrrell Museum: Museum Dinosaurus Terbaik di Kanada

Royal Tyrrell Museum: Museum Dinosaurus Terbaik di Kanada

Transformasi Pendidikan Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Transformasi Pendidikan Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Enheduanna: Perempuan Pertama Penulis Dunia yang Mengubah Sejarah

Enheduanna: Perempuan Pertama Penulis Dunia yang Mengubah Sejarah

Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual

Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual