web analytics

Ketika Semua Tersirat Dalam Diam

Ketika Semua Tersirat Dalam Diam
1 0
Read Time:3 Minute, 10 Second

Diam adalah kondisi di mana seseorang tidak bersuara dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Terkadang seseorang menganggap diam merupakan sikap yang terjadi pada orang introvert. Padahal tidak semua diam menandakan akan keintrovertan seseorang. Karena tidak jarang diam malah menandakan akan kebijakan sikap seseorang itu sendiri. Banyak hal  tersirat dalam sikap diam, dan banyak pula keutamaannya yang terkadang banyak orang malah salah mengartikan. Seperti dalam hadis:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

(HR Bukhari Muslim)

 

  1. Diam Menandakan Seseorang Itu Pendiam.

Tidak bisa  dipungkiri bahwa sikap seseorang memang berbeda-beda, jadi adalah sebuah hal yang wajar ketika kita menjumpai seseorang dengan sikap yang tidak sama, ada yang pemarah, pemalu, penyayang, pendiam dan banyak lagi pastinya. Terkadang orang yang bukan pendiam menilainya “monoton banget sih, sukanya diam terus, ngomongnya sedikit banget, krik-krik banget tau,” dan lain-lain. Sebelum menilai seseorang, seharusnya kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu pasti ada alasannya. Karena seseorang yang memang karakternya pendiam, mereka  memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan dirinya walaupun mungkin tidak diperhatikan oleh orang banyak.

  1. Diam Proses Adaptasi.

Pernah lihat nggak sih orang yang baru kenalan, atau orang yang berada di tempat baru, sikapnya itu diam banget, tidak  ada sepatah katapun yang terlontar dari mulutnya, begitupun dengan perilakunya yang tidak terlalu banyak tingkah. Bagi sebagian orang memang ada yang sseperti itu, biasanya awal-awal diem banget tapi lama-kelamaan bertemu juga bisasanya langsung heboh, hal  seperti ini biasanya dilakukan karena masih menyesuaikan diri dengan lingkungan  baru ataupun dengan orang baru. Hal ini dilakukan agar bisa bersikap ataupun melakukan hal yang sesuai dan dapat diterima oleh lingkungan barunya tersebut.

 

  1. Diam yang mensiratkan kemarahan.

Terkadang seseorang memilih diam ketika dalam keadaan marah. Karena menurut mereka daripada marah, terus gak bisa ngontrol omongan sama perilaku jadi yang nggak-nggak terus malah nyakitin orang lain lebih baik diam seribu bahasa. Karena menjaga perasaan sesama adalah lebih utama.

  1. Diam Adalah Teknik.

Tidak semua diamnya seseorang karena hal-hal yang telah disebutkan di atas  akan tetapi terkadang diam karena suatu tujuan tertentu, misalnya seseorang diam karena ia sedang menganilis perilaku orang lain sehingga dapat menentukan tindakan yang tepat untuk orang yang bersangkutan. Diam dalam keadaan yang tepat adalah baik tapi ketika diam itu terjadi pada keadaan yang tidak tepat maka yang terjadi adalah hal yang buruk jika tidak didasari oleh ilmu. Dalam hal ini imam Syafi’i memberikan jalan keluar. “apabila seseorang akan bicara, maka ia harus berpikir terlebih dulu. Apabila telah jelas bahwa ucapannya tidak akan memudhoratkan, maka bicaralah. Dan apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemudhorotan, atau ragu tentang bahaya tidaknya, maka diamlah.”

Diam bisa menunjukkan keutamaan atau kebodohan seseorang. Diam pun bisa menunjukkan perbuatan haram ataupun halal. Intinya, baik buruknya sikap diam sangat dipengaruhi oleh adanya stimulus yang datang pada seseorang. Maka dari itu ada beberapa tingkatan orang diam, yaitu diamnya orang berilmu (saleh), diamnya orang yang memang pendiam, dan diamnya orang bodoh. Semoga kita semua termasuk orang diam karena ilmu. Aamiinnnnn.

About Post Author

Wafiq Nafisa

Santri Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri Mahasiswi Aktif IAIT Kediri Jurnalis Pesantren Asal Lampung
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like