web analytics

Korelasi Agama dan Pemerintah Dalam Kemajuan Suatu Negara

Korelasi Agama dan Pemerintah Dalam Kemajuan Suatu Negara
0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Dalam suatu negara pastinya tak terlepas dari sebuah sistem pemerintahan yang dinahkodai oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin mencetuskan regulasi-regulasi tertentu untuk menjalankan sistem pemerintahannya. Negara tanpa adanya regulasi atau kebijakan yang dibuat oleh pemimpin atas kesepakatan bersama, bisa dikatakan sulit untuk mencapai tujuan utamanya. Selain regulasi dan kebijakan pemerintah, ternyata juga di butuhkan kontribusi agama dalam mencapai cita-cita suatu bangsa.

Kendati demekian, peran agama dalam suatu negara, ternyata memiliki korelasi yang cukup erat sehingga sulit tuk bisa dipisahkan antara keduanya. Terutama mengobjek pada diri seorang pemimpin. Di mana seorang pemimpin dan agama benar-benar saling bersinergi dalam terwujudnya tujuan bangsa yang maju. Seperti penjelasan yang terdapat pada redaksi Kitab Ihya’ Ulumudin karangan Imam Al-Ghozali:

والملك والدّين توأمان. فالدّين أصل والسّطان حارس, ومالا أصل له فمهدوم, ومالاحارس له فضا ئع

Negara dan agama ibarat dua anak kembar. Agama sebagai landasan, sedangkan penguasa sebagai penjaga. Tanpa landasan, yang terjadi adalah keruntuhan. Tanpa penjaga yang terjadi adalah kehilangan”

Hal ini memang tak bisa dibantahkan, seorang pemimpin membutuhkan sandaran dalam segala kebijakan dan tindakan yang dikomersialkan pada rakyatnya. Walaupun sejatinya, pemimpin harus memiliki jiwa yang teguh pendirian. Tetapi faktanya tetap saja dibutuhkan batu pijakan atau landasan dalam mematangkan keputusan seorang pemimpin. Dan dalam hal ini Agama yang paling tepat apabila dihubungkan dalam konteks sinergi kemajuan sebuah negara  seperti untaian kata ‘Abdulloh ibnu Mu’tar :

الملك بالدّين يبقى# و الدّين با ملك يقوى

“Pemimpin dengan agama akan menjadi tetap, sedangkan agama dengan pemimpin akan menjadi kuat.”

Peran agama dalam suatu negara memang sangat dibutuhkan dalam kemajuan visi dan misinya. Seorang pemimpin juga tak bisa lepas begitu saja dari efek agama yang terdapat pada suatu negara. Khususnya Islam, agama yang Allah Swt turunkan melalui perantara malaikat Jibril kepada baginda Nabi Muhammad Saw, untuk di sampaikan kepada umatnya yang bertujuan sebagai rahmat semesta alam. Apalagi kalau pemimpinnya juga paham agama, lebih tepanya adalah sholeh. Karena Do’a seorang pemimpin sholeh lebih mudah terijabah oleh Sang Kholiq. Seperti yang tertera pada kitab Adabud Dun Ya Waddin

وقال بعض الأ دباء: إن أقرب الدعوة من الإجابة :دعوة السّلطان الصّالح

“Do’a yang berpotensi besar terjibah adalah do’a seorang pemimpin yang sholeh”

Mengapa demikian, karena seorang pemimpin lebih memahami tentang problematika rakyatnya. Baik itu sosial, politik, ekonomi dan budaya. Pemimpin lebih dekat dengan rakyatnya, sehingga keluh kesah yang terdapat rakyat hanya bisa dipahami oleh seorang pemimpin negara itu sendiri.

Membahas mengenai kemajuan suatu negara, dalam Kitab Adabud Dun Ya Waddin juga dijelaskan mengenai kriteria atau tips menjadi negara maju.

اعلم أن ما به تصلح الدين، حتى تصيرأحوالها منتظمة، وأمورها ملتئمة، ستة أشياء في قواعدها وانفرّعت، وهى: دين متّبع، وسلطان قاهر، وعدل شمل، أمن علم، وخصّب دائم,وأمل فسيح

Pertama adalah دين متّبع (Agama yang di anut), selaras dengan pembahas tulisan ini, agama memang dibutuhkan dalam kemajuan sebuah negara dan capaian visi-misinya. Seperti negara Indonesia, memiliki ideologi dasar yaitu pancasila. Yang mana dalam sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya bangsa Indonesia tetap memprioritaskan dasar Tuhan sang pencipta Alam, yang kodifikasikan lewat jalur agama sesuai kepercayaan masing-masing.

Kedua وسلطان قاهر (pemimpin yang tegas atau bijaksana), hal ini memang menjadi tipikal wajib bagi seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki sikap tegas dan bijaksana. Seperti dalam mengambil setiap langkah atau tindakan yang dampaknya bagi kemaslahatan orang banyak.

Ketiga وعدل شمل ( keadilan yang merata), keadilan memiliki efek yang sangat urgen pada pemerintahan dalam suatu negara. Sebuah keadilan sangat dibutuhkan oleh rakyat yang diberikan seorang pemimpin. Dengan sikap adil seorang pemimpin kepada rakyatnya, berakibat pada negara yang makmur dan sejahtera.

Baca Juga: Mondok Katanya

Keempat أمن علم (keamanan yang stabil atau merata), keamanan menjadi bagian terpenting dalam kemajuan negara. Dengan keamanan yang stabil, menjadikan negara tidak mudah dieksploitasi oleh pihak lain. Hal ini juga melindungi suatu dari ancaman atau bahaya pihak luar.

Kelima وخصّب دائم ( Stabilitas ekonomi), selain empat poin yang telah disebutkan tadi, stabilatas ekonomi juga menjadi hal yang terpenting dalam kemajuan suatu negara. Ekonomi menjadi salah satu bagian terpenting pada jalannya roda kehidupan suatu negara. Dengan stabilitas ekonomi menjadikan negara lebih mudah dalam mencapai visi-misi dan kemakmuran masyarakat.

Keenam وأمل فسيح (Visi misi yang jelas), negara juga harus memiliki sebuah visi-misi yang jelas dan memiliki tujuan yang terarah. Tentunya didapuk oleh seorang pemimpin yang menahkodai negara tersebut. Sikap visioner yang terarah memang harus dimiliki seorang pemimpin dalam bernegara.

Demikian penjelasan tadi, mengenai korelasi agama dan pemimpin dalam kemajuan suatu negara. Sekian terima kasih

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like