web analytics

Mengeja Sejarah Kaum Santri dan Sosok Ninja

Mengeja Sejarah Kaum Santri dan Sosok Ninja
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Apa yang terlintas dipikiran, jika kita mendengar kata ninja? Mungkin akan muncul bayangan tentang sesosok orang berpakaian tertutup rapat hitam kain dan bergerak cepat. Atau malah teringat akan ninja hatori dan kura-kura ninja.

Percaya atau tidak, eksistensi ninja oleh mayoritas orang dipercayai akan keberadaannya.

Tapi, apa jadinya jika ninja dikaitkan dengan santri dan pesantren? Apa ninja pernah mondok?

Eits, ini bukan sebuah kebetulan atau malah lelucon. Siapa sangka, selain dihadapkan dengan penjajah, kejadian berdarah PKI, kaum sarungan itu punya catatan sejarah yang begitu mengena akan sosok yang bernama ninja itu.

Sama seperti yang sudah-sudah, sosok ninja ini telah meresahkan dan membuat onar. Perjuangan dan pergerakan dari kaum pesantren pun kembali terpanggil demi nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar santri, ikrar yang selalu dibaca lantang saat upacara Hari Santri.

Tidak jauh-jauh, Pondok Pesantren Lirboyo menjadi saksi akan sosok ninja yang meresahkan. Seperti yang dituturkan KH. Imam Yahya Mahrus dalam buku Pesantren Lirboyo: Sejarah, Peristiwa, Fenomena dan Legenda,

Di zaman Orde Baru, banyak bermunculan ‘ninja-ninja’ misterius yang memburu para kiai, namun tidak ada pengaruhnya pada kegiatan di MHM. Kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan baik. Kita hanya waspada dan berjaga-jaga, jangan sampai mereka itu ke kawasan Pondok Lirboyo. Mereka disusupkan di antaranya ke pondok pesantren. Saya tidak tahu siapa dalang penggerak mereka. Tapi saya dengar fenomena ninja itu merupakan upaya dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang hendak mengacau balaukan negeri ini. Atau bisa jadi aksi mereka hanya untuk unjuk kekuatan atau kemampuan ilmu kanuragan. Memang ada yang menjadi korban mereka, namun itu hanya satu-dua saja. Kemudian ada ninja yang tertangkap di Lirboyo, ternyata sekujur tubuhnya dilapisi dengan karet sehingga jika dipukul tidak apa-apa. Saya pernah punya karetnya. ”Alat” seperti itu, kalau tidak dari ”angkatan” ya tidak ada. Makanya saya katakan misterius.”

Hingga kini, peristiwa dan tragedi hanya tersimpan rapih dalam kilas sejarah yang terus digali maknanya agar tidak terulang, agar bisa dijadikan pelajaran.

Di Hari Santri ini, kita berdo’a sama-sama agar diberikan kesehatan dan perlindungan bagi diri kita, orang tua, juga para guru-guru. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran, mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah. Aamiin.

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like