web analytics

Prioritaskan Adab Sebagai Komponen Kuat Kerukunan Umat

Prioritaskan Adab Sebagai Komponen Kuat Kerukunan Umat
KH. Reza Ahmad Zahid sedang sungkem ta’dzim pada Habib Luthfi bin Yahya
0 0
Read Time:3 Minute, 35 Second

Dalam menopang kerukunan hidup bermasyarakat, Bukan harta kekayaan yang menjadi kunci kerukunan, karena pada nyatanya banyak orang kaya yang endingnya justru hanya berebut harta.

Cantik dan tampan juga bukan kunci banyaknya relasi, karena pada nyatanya kesempurnaan fisik juga sering kali menjadi sebab konflik. Penyakit iri yang berujung bully, bukannya menambah relasi justru semakin banyak yang dengki.

الأداب فوق العلم

Adab itu diatasnya ilmu

Berawal dari pengalaman pribadi saya terkait adab, sebagai seorang mahasiswi fakultas tarbiyah dengan label santri tentu kita harus memahami betul dengan apa yang disebut sebagai adab. Sebenarnya seperti apakah bentuk adab yang sering kali disebut sebagai kunci kerukunan umat?

Dilansir dari laman Nu Online adab merupakan pelaksanaan nilai-nilai yang benar dengan perbuatan yang tepat. Etika merupakan kata lain dari adab. Dalam ilmu sosial budaya manusia diciptakan sebagai makhluk yang beretika dan berestetika.

Bisa kita tarik benang merah antara kedua istilah yang saling berkaitan tersebut. Dengan adanya implementasi adab yang baik maka akan tercipta suatu keindahan dalam bentuk kerukunan yang apik.

Tidak akan disebut etika apabila tanpa adanya estetika, dan tidak akan ada estetika bila tanpa adanya etika. Bagaimana mungkin?

Karena estetika atau keindahan merupakan bukti nyata dari implementasi etika yang mulia, tanpa adanya etika yang baik tidak akan tercipta pula keindahan yang estetik, begitulah taalluq diantara keduanya.

Pintar dalam akal belum tentu berkualitas dalam moral,  hakikat pintar bukanlah maju dalam pemikiran, melainkan sopan dalam perbuatan, Adab yang baik tentu didominasi dengan pendidikan agama yang kuat. Karena dalam agamalah akhlaq menjadi perbincangan paling fundamental setelah akidah dan syariat.

Bahkan dalam perjalanan menanamkan tarbiyah pada buah hati, adab menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan. Bukan melihat prestasi akademik maupun non akademik yang dia raih, melainkan memandang apa yang dia lakukan ketika berhadapan dengan orang tua dan guru-gurunya.

Apa yang dia lakukan ketika melihat temannya kesulitan, bagaimana dia memandang orang-orang dibawahnya, menghormatinya kah? Atau justru menyombongkan diri? Respon-respon dari permasalahan tersebutlah menjadi tolak ukur dan merupakan contoh kecil dari kesuksesan Pendidikan karakter; serta berbagai bentuk akhlaqul karimah lainnya.

Adab merupakan satu kata hebat yang memiliki pengaruh kuat dalam menyongsong kerukunan masyarakat. Dengan adanya adab yang tua akan dihormati yang muda akan dihargai. Tidak akan ada istilah suruh-menyuruh melainkan berganti menjadi tolong-menolong.

Tidak akan ada kata perintah “pergi dari sini”, yang ada justru “silahkan datang kemari” begitulah peran adab dalam menciptakan indahnya kesejahteraan dan kedamaian.

Singkat cerita penulis sempat bertemu dengan salah satu mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti kediri (IAIT) yang sedang melaksanakan UKL. Jika dilihat dari face nya tentu setiap orang pasti menilai bahwa beliau sudah tidak lagi muda, mungkin berusia sekitar 40 tahun.

Usia memang tua, tetapi semangat belajarnya tetaplah berjiwa muda. Beliau bercerita perihal peran akhlaq dalam meraih hati wanita. Dalam kitab ‘Uqudul Juman disebutkan;

بكر منيع سترها لمن دنى ومن اتاها ضعا نال المنى

Seorang perempuan akan terhalang, dari laki-laki yang tidak memiliki adab. Dan apabila datang kepadanya laki-laki yang memiliki adab, maka نال المنى  dia akan mendapatkannya.

Lafadz نال المنى dalam ilmu shorof memiliki faedah التمنى yang mana faedah ini berlaku untuk lafadz yang bersifat sulit untuk didapatkan. Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwasanya akan sangat sulit mendapatkan seorang wanita yang dia inginkan bagi laki-laki yang tidak memiliki adab, dan akan mendapatkannya ketika laki-laki tersebut merupakan orang yang beradab.

Begitulah adab, dalam hal apapun selalu menjadi prioritas. Bahkan jika dibandingkan dengan ilmu yang posisinya sama tinggi, adab masih lebih tinggi dari pada ilmu.

Penerapan adab tidak hanya kepada orang tua maupun sanak saudara, melainkan terhadap semua orang dari semua kalangan. Beberapa contoh bentuk adab diantaranya yakni, bersikap tawadhu’, toleransi, peduli terhadap sesama,

berbicara dengan bahasa yang sopan (jawa:kromo), tidak memandang rendah orang lain, bahkan dengan menganggap orang yang dibawah kita itu lebih mulia dari kita itu juga termasuk bagian dari adab; dll.

Melihat kenyataan lingkungan sekitar dimana saat ini sedang terjadi degradasi akhlak besar-besaran disebabkan adanya pengaruh peradaban yang semakin kesini justru semakin kebarat-baratan.

Kita sebagai santri milenial harus sadar bahwa tugas kita saat ini mengembalikan adab anak bangsa yang telah beralih pada adat kebaratan kembali pada adat Indonesia yang notabenenya berkultur ketimuran.

Jangan bangga dengan kultur kebaratan kalau pada realitanya kamu tetap nyaman dengan kultur ketimuran, kini tugas kita adalah membangkitkan adab tanpa harus tertinggal oleh perkembangan peradaban.

Semangat bangkitkan adab, Indonesia hebat Indonesa beradab !!

wallahu a’lam.

 

About Post Author

Alifia Azzahra

Santri Mahrusy, pengemis syafaat Nabi asal kediri
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like