web analytics

Rihlah Ziarah Santri Al-Mahrusiyah: Maqam Sunan Giri

Rihlah Ziarah Santri Al-Mahrusiyah: Maqam Sunan Giri
Santri dan Dzuriyyah Al-Mahrusiyah sedang berziarah di Maqam Sunan Giri
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

 

Raden ‘Ainul Yakin atau masyhur dengan sapaan Sunan Giri merintis rihlah dakwahnya di daerah perbukitan atau gunung. Awal mulanya Sunan Giri diberi segumpal tanah, dan diamanahinya untuk menelusuri tempat yang sama tanahnya dengan tanah yang diberikan oleh sang Ayah. Singkat cerita Raden ‘Ainul Yakin menemukan tanah itu di daerah perbukitan atau pegunungan tepatnya di Desa Sidomukti, Kebomas, Gresik Jawa Timur.

Dalam bahasa Jawa, Giri berarti gunung. Sebab dakwahnya di daerah pegunungan, maka masyarakat mengenalnya dengan sebutan Sunan Giri. Jadi sebelum ziarah ke Sunan Giri, pastikan fisik kita sehat dan kuat, karena akan melewati anak tangga bertapak-tapak.

Begitu kami sampai di parkiran, matahari pun ikut terbit. Disana saya sempat merasakan lapar yang mendalam, kami lihat situasi sepertinya masih ada waktu untuk sarapan. Ke Warung lah kami, dengan membawa ampok jagung yang sudah saya masak di Madura kemarin sore, tidak lupa baterai dan cargher kamera juga kami bawa ke warung. Dikarenakan di bus tidak bisa untuk ngecas peralatan kami, sehingga terpaksa kami harus minta tolong ke warung untuk mengisi daya baterai dan lainnya.

Walau ampok jagung yang saya telan begitu dingin, tapi ampok itu berhasil saya makan hingga butir terakhir. Saya dan Mr. O langsung bergegas mencari jejak peziarah yang ternyata sebagian sudah berangkat bersama abang tukang ojek. Didepan saya langsung bertemu tukang ojek, tanpa banyak pikir saya dan Mr. O langsung menaiki motor itu. Sembari menikmati jalanan menanjak, kami rekam momen santri yang mengojek, entah itu yang berbentuk mesin atau yang bernyawa alias dokar.

Perjalanan belum berakhir, setelah melewati jalanan yang menanjak, saya harus menaiki anak tangga yang begitu banyak. Untung saja, saya masih aktif olahraga sehingga tidak begitu ngos-ngosan untuk melewati anak tangga. Berbeda dengan mbak-mbak santri, baru setengah perjalanan saja nafas sudah kaya di penghunjung. Mungkin, ada baiknya mbak-mbak juga mencoba berolahraga, walau sekedar jalan atau lompat ditempat.

Memasuki area makam, lantunan sholawat sudah lantang di lafadzkan. Saya amati, walau pemakaman begitu padat sehingga santri harus menyebar kemana-mana, tapi suasana damai tetap menguasai. Saking padatnya, saya harus melewati lorong-lorong kecil untuk mengabadikan foto teman-teman.

 

Pembacaan tahlil kali ini, yang memimpin adalah KH. Melvin Zainul Asyiqien yang masyhur dengan sebutan Gus Iing dengan doa yang dibacakan oleh Gus Nabil Ali ustman.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menerangkan bahwa Raden Paku  meninggalkan sebuah pesantren. Sayang, padatnya kegiatan membuat saya tak bisa sedikit mencari data, bagaimana kabar pondok pesantrennya atau mungkin bagaimana perkembangannya. Intinya yang saya ketahui, disitulah pondok pesantren pertama yang ada di Gresik. Tempat Sunan Giri untuk menyebarkan Syiar Islam.

Selain melalui jalur pendidikan, beliau juga berdakwah sampai ke lini politik. Ia pernah memerintah Kerajaan Giri Kedaton yang bertempat di Gresik, Jawa Timur. Sebab itu, begitu saya melihat bangunan maqam Sunan Giri agaknya ada unsur kerajaan, mungkin bangunan tersebut ada kaitannya dengan jabatannya yang pernah menjadi raja di Gresik.

Oleh: Iwan Nur
Editor: Elnahrowi

About Post Author

elmahrusy16

Elmahrusy Media Merupakan Wadah literasi dan jurnalistik bagi santri, alumni dan pemerhati Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like