web analytics

Sambut Tahun Baru Muharam; Gus Anaz dan Ning Ochi Pimpin Pembacaan Doa Akhir dan Awal Tahun

Sambut Tahun Baru Muharam; Gus Anaz dan Ning Ochi Pimpin Pembacaan Doa Akhir dan Awal Tahun
1 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Kediri, Elmahrusy. Media Perayaan tahun baru Islam merupakan momentum kebahagiaan sekaligus ajang muhasabah diri bagi seluruh umat Islam. Tak terkecuali para santri saling bertukar kebahagiaan dalam menyongsong pergantian tahun ini. Seperti yang diselenggarakan oleh PP HM Al-Mahrusiyah Putri yang bertempat di Sakan Daruz Zainab yang mengadakan perayaan awal tahun dengan pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun bersama (07/07) sore.

Muharam sebagai bulan penuh kemuliaan menuangkan beribu barokah dan rahmat bagi para penyambutnya. Hal ini senada dengan para santri Sakan Daruz Zainab yang turut serta menyambut Muharam berseri. Sebelum pembacaan akhir tahun dimulai, ada satu moment yang membuat seluruh santri bersorak dan ramai seketika karena beliau Gus anaz melempar pujian kepada sang istri tercinta Ning Ochi. Sembari menyelipkan pesan-pesan kepada santri putri, beliau juga memberikan sanjungan romantis kepada Ning Ochi. Hingga akhirnya dibalas sanjungan pujian oleh Ning Ochi. Wajah sumringah dan senyum merekah Ning ochi menular kepada seluruh santri.

Pembacaan doa akhir tahunpun dimulai ba’da ashar yang dipimpin oleh Gus Anaz dan Ning Ochi. Pembacaan doa akhir tahun berlangsung dengan sangat khidmat. Selesai pembacaan doa akhir tahun, Ning Ochi juga menyampaikan pesan-pesan agar kita sebagai santri bisa lebih memperbaiki diri dalam menyambut tahun baru Islam. Selain itu beliau juga menyampaikan wadzifah yang bisa diamalkan oleh para santri. Diantaranya meminum susu putih cair di awal Muharam, hal ini mengutip dawuh Sayyid Alawi Al-Maliki dengan niat tafaulan agar para santri yang meminum memiliki aqwaliyyah seputih susu tersebut selama sepanjang tahun.

Dalam meminum susu tersebut juga terdapat etika yang baik seperti membaca doa;

 

اللهم بارك لنا فيه وزدنا منه

 

Kemudian Gus Anaz juga menyampaikan kepada para santri untuk menulis lafadz “Bismillahirrahmanirrahiim” yang mana beliau mendapati ijazah tersebut dari KH. Imam Yahya Mahrus dan Syaikhona KH. Asrori Al-Ishaqy. Lafadz tersebut ditulis sebanyak 113x dengan ketentuan huruf mim harus berlubang sebab lubang tersebut memberikan filosofi sebagai tempat mengalirnya madu dan susu.

Adapun faidah menulis lafadz tersebut diantaranya adalah jalbun nafi’ (menarik kemanfaatan), littahshin (sebagai penjagaan), lidaf’il bala (menolak bala). keutamaan faidah lafadz tersebut juga terdapat dalam kitab Khozainatul Asror,

“bahwa barang siapa yang menulis lafadz bismillahirrahmanirrahiim sebanyak 113x, maka orang yang membawanya akan terjaga keluarganya dan dirinya serta tidak akan pernah terkena sesuatu yang tidak diinginkan sepanjang hidupnya”

Kemuliaan muharam sangatlah banyak salah satunya terbebasnya Nabi Ayub AS. dari penyakit kulitnya selama 18 tahun. Ini membuktikan betapa banyak keberkahan dan kasih sayang Allah yang tercurahkan pada bulan ini. Harapan dan doa yang telah kita panjatkan semoga bisa membangun keistiqomahan kita dalam mematuhi perintahnya yang penuh hikmah dan mewujudkan pribadi sholehah yang dinanti oleh para calon mertua.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like