web analytics

Sunan Kudus: Sempurnakan Alat Pertukangan untuk Sebarluaskan Islam

Sunan Kudus: Sempurnakan Alat Pertukangan untuk Sebarluaskan Islam
0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Kabut tipis dan hujan gerimis mengiringi perjalanan kami dari Lereng Gunung Muria menuju Kota. Kami memasuki Makam Sunan Kudus pada pukul 11.00 WIB setelah menikmati indahnya kota kretek dengan ojek.

Eits, tapi itu bagi laki-laki dan panitia ya. Bagi kaum hawa, mereka diarahkan untuk mengendarai elf menuju Makam Sunan Kudus. Kami hanya perlu waktu sekitar 6 menit untuk sampai ke Makam Sunan Kudus. Setelah berkumpul semua, kami memulai acara tahlil yang dipimpin oleh Agus H. Nabil Aly Utsman dan do’a yang dipimpin oleh Agus H. Izzul Maula Dliyaullah. Kemudian K.H. Melvin Zainul Asyiqien juga menambahkan do’a yang dibaca di dalam cungkup makam.

Kompleks pemakaman yang terletak di sebelah Masjid Al-Aqsha itu berada di dalam cungkup kayu berukir dengan tirai tipis berwarna putih.

Di dalam kompleks pemakaman Sunan Kudus, terdapat sejumlah makam tokoh yang termasyhur pada zaman kejayaan Demak, seperti makam Raden Kusen (Pecat Tanda Terung) dan istri, Panembahan Palembang, Panembahan Kuleco, Panembahan Mangahos, Panembahan Condro, istri Sunan Muria, Pangeran Pedamaran I, II, III, IV dan V, Pangeran Sujoko, Pangeran Pradabinabar, Pangeran Palembang dan sebagainya.

Sebagaimana pendekatan dakwah yang dilakukan para Wali penyebar Islam pada abad ke-15 dan awal abad ke-16, Raden Ja’far Shodiq atau yang dikenal sebagai Sunan Kudus banyak memanfaatkan jalur seni dan budaya beserta teknologi terapan yang bersifat tepat guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Primbon milik Prof. KH. R. Moh. Adnan, Raden Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) memberi bimbingan dan keteladanan kepada masyarakat dengan cara menyempurnakan alat-alat pertukangan yang berhubungan dengan perbaikan teknik membuat keris pusaka, kerajinan emas, dan pandai besi. Pertukangan ini tampaknya memberikan pengaruh dalam arsitektur yang berkembang di tengah masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Bangunan rumah Kudus yang sampai sekarang dianggap sebagai bangunan khas Kudus merupakan bukti berkembangnya keahlian arsitektur pada masa Sunan Kudus, karena relief-relief yang terdapat pada candi-candi di Jawa Tengah tidak satupun yang menunjukkan arsitektur sama dengan bangunan rumah Kudus.

Bangunan Menara Masjid Kudus dan Lawang Kembar Masjid Kudus, menunjukkan kompromi arsitektur Islam dengan arsitektur setempat yang berciri Hindu. Perpaduan kompromis kedua jenis bangunan itu sedikitnya diabadikan dalam cerita legenda yang menyatakan bahwa Sunan Kudus membawa masing-masing bangunan itu kedalam bungkus sapu tangan. Menara dibawa dari tanah Arab, sedangkan lawang (pintu) kembar dibawa dari Majapahit.

Sebagai salah seorang Walisongo, Raden Ja’far Shodiq selalu dikaitkan dengan tiga peristiwa besar. Pertama, bertempur melawan sisa kekuatan Majapahit di Kediri dalam rangka meneruskan tugas ayahandanya yang gagal dalam pertempuran menaklukkan sisa-sisa kekuatan Majapahit di Wirasabha. Kedua, menumpas gerakan Ki Ageng Pengging beserta gurunya, Syaikh Siti Jenar yang dianggap makar oleh Sultan Demak. Ketiga, keterlibatan Raden Ja’far Shodiq dalam mengatur suksesi tahta Demak pasca wafatnya Sultan Trenggana, dimana Raden Ja’far Shodiq dikisahkan memihak muridnya yang bernama Arya Penangsang dan Adipati Jipang Panolan.

Sejak peristiwa besar itu, Raden Ja’far Shodiq meninggalkan Demak dan merintis pendirian Masjid Agung Kudus yang besar dan keindahannya tidak kalah dengan Masjid Agung Demak. Sebuah inskripsi berbahasa Arab yang terdapat diatas mihrab Masjid Agung Kudus, menyebutkan bahwa Masjid Kuno itu didirikan oleh Raden Ja’far Shodiq yang menjadi hakim Negara, pada tahun 956 H, yang jika dikonversi ke tahun Masehi sama dengan tahun 1549 M. Masjid itu dianamakan Al-Aqsha atau Al-Manar.

Menurut bacaan M. Dzya Shahab sebagaimana dikutip Solichin Salam dalam Inskripsi di Masjid Kudus (1961), kalimat dalam inskripsi itu berbunyi sebagai berikut;

“Bismillahirrahmanirrahim. Aqama bina-al masjid al-Aqsha wal balad al-Kuds khalifatu hadzat dahr habru (ali) Muhammad, jasjtari (?) izzan fi jannah al-khuldi… qurban min arrahman bi balad al-Kuds (?) ansya-a hadzal masjid al-Manar (?) almusamma bil Aqsa khalifatullahi fil ardhi… al-‘ulya al mujtahid as-sayyid al-arif al-kamil al-fadhil al-makhsush bi-‘inayati… al-qadhi Ja’far as-Shadiq… Sanah sittin a khomsina wa tis’i miatin minal hidjrah an-nabawiyah wa sallallaahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ash-habihi ajma’in.”

(Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Telah mendirikan Masjid Al-Aqsha dan neferi Kudus ini, khalifah zaman ini ulama dari keturunan Muhammad untuk membeli kemuliaan surga yang kekal… untuk mendekati Tuhan di negeri kudus, membina masjid Al-Manar (?) yang dinamakan al-Aqsa khalifatullah di bumi ini… Yang agung dan mujtahid, tuan yang bijaksana, sempurna, melebihi, khusus, dengan pemeliharaan, qodli (hakim) Ja’far Shodiq… pada tahun 956 Hijrah Nabi Muhammad SAW.)

Beberapa bingkai foto yang menjelaskan sejarah Makam Sunan Kudus dan Masjid Al-Aqsha di Museum Sunan Kudus
Beberapa bingkai foto yang menjelaskan sejarah Makam Sunan Kudus dan Masjid Al-Aqsha di Museum Sunan Kudus

Adapun gelar Sunan Kudus sendiri tampaknya disandang Raden Ja’far Shodiq setelah ia meninggal dan menetap di Kudus, kira-kira setelah mendirikan Masjid Agung Kudus. Gerakan Dakwah yang dilakukan Sunan Kudus pun semakin intensif di tengah masyarakat karena Beliau tidak lagi disibukkan dengan urusan pemerintahan. Bahkan, munculnya berbagai legenda yang dihubungkan dengan kekeramatan Sunan Kudus berlangsung sewaktu putra Sunan Ngudung itu tinggal di Kudus pada usia lanjut sampai akhir hayatnya.

Wallahu a’lam.

Baca perjalanan Khazanah 2024 selanjutnya di https://elmahrusy.id/sunan-kalijaga-berdakwah-dengan-seni-budaya/

About Post Author

Anour Ryn

Struggle
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like