web analytics

Tafakkur dan Insecure

Tafakkur dan Insecure
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Sering kali kita mendengar akan istilah insecure. Apakah insecure itu masih semakna dengan manicure dan pedicure? Atau malah ada hubungannya dengan tukang cukur?

Oh, tentu tidak!

Insecure bisa diartikan tidak merasa aman atau tidak percaya diri. Pasti kalian mengira bahwa tulisan ini akan dikaitkan dengan konsep bersyukur: “kurangi insecure, perbanyak bersyukur”, “terlalu insecure, lupa bersyukur” atau jargon-jargon lain yang malah dijadikan judul tulisan.

Oh, tulisan ini tidak semudah itu ditebak, Sobat!

Dari insecure yang salah satu penyebabnya bisa karena membandingi dan tidak sesuainya ekspetasi, tentu berdampak buruk. Meski pada hal kecil, menjadi pemurung. Menjadi pendiam. Menjadi introvert.

Dan inti serta tujuan tulisan ini adalah membahas introvert. Iya, introvert. Haha. Ada yang benar tebakannya?

Introvert ini berantonim dengan ekstrovert. Gampangnya, introvert itu sikap tertutup dan ekstrovert itu sikap terbuka.

Seorang dosen Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga dan penulis buku terkenal, Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., menjelaskan mengenai ini.

“Untuk hal introvert atau orang-orang yang tertutup, ada 3 unsur yang bisa dibahas; indikasi, implikasi, dan variasi.”

Indikasi;

  • Berinteraksi dengan orang merasa capek/lelah.
  • Lingkaran pertemanan sangat kecil.
  • Lebih suka menghabiskan waktu sendirian.
  • Self-Healing terbaik: di rumah/kamar.
  • Tidak suka lingkungan yang berisik.
  • Lebih tertarik pada pekerjaan/aktivitas sendirian (independent).

Implikasi;

  • Memendam apa yang dirasakan, dan berharap orang lain mengerti.
  • Melakukan Silent-Treatment tanpa batas waktu hingga akhirnya menjadi asing dengan orang yang sebelumnya dikenal.
  • Sering kecewa kepada diri sendiri karena tidak seperti orang lain, dan akhirnya menyalahkan diri sendiri.
  • Terlalu berekspetasi lebih pada orang lain yang dianggap dekat, dan akhirnya kecewa.
  • Sering tidak-enakan sehingga sering dimanfaatkan orang lain.

 

Variasi;

  • Social Introvert: Suka juga bersosialisasi dan juga aktif, namun di circlenya sendiri.
  • Thinking Introvert: Bisa di tempat ramai, namun mengamati, diam, di pojok berpikir, menganalisis sekitar. Tenggelam dalam pikirannya sendiri.
  • Anxious Introvert: Setelah berinteraksi berpikir: “Aku salah ucap nggak, ya?, “over sharing nggak, ya?”, “Bagaimana komentar orang?”
  • Restrained Introvert: Tertutup, misterius pada awalnya, sulit cair, meski lama-lama bisa.

Gimana?

Bagi yang kurang paham silahkan tanya beliau langsung. Sekian dan terima kasih!

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like