web analytics

cerpen

Senja Murahan Merasuki Ikan dalam Kolam

Segar sekali sinar matahari yang merasuki aku. Meski tidak besar, rumahku yang penuh akan air dan terletak di bawah pohon beringin telah dihuni empat keturunan. Memang buyutku telah mati, namun keturunannya masihlah kuat sekadar hidup dalam tempat membosankan ini. Kegiatan kami sehari-hari hanya berenang kesana-kemari tanpa tujuan pasti sambil meratapi manusia cilik yang tak jarang […]

Nektar

Di suatu sore yang tersambut senja kemerahan. Terasa begitu sepi sunyi, hanya ada alun ilalang dan kepak kicau parau burung untuk sesaat kembali pulang. Tapi entah dengan lalat itu, berusaha untuk tak menyerah di ujung hari, di detik yang kesekian. Sayapnya perlahan merebah untuk sesekali loncat, dari satu tempat ke tempat yang lain: tersambut, menjanjikan […]

Lalang Hilang

Matahari perlahan merangkak tertatih, di detak detik yang kesekian. Ruang angkasa menjadi penuh semu dengan pipinya kemerahan menahan malu. Riak dedaunan bertalu, serat yang menguning, memilih untuk menggugur perlahan. Tak sanggup menahan luap. Harum. Ranum. Cium. Semua menyeruak terkuak kepul tipis tebal berkumpul. Beragam, bermacam. Aromanya dan menari. Kebisuan dan membatu. Dari hitam ke putih, […]

Gayung adalah Renung

Desir angin tak kunjung hadir di tengah matahari yang semakin berseri. Badan yang berbalut kaos oblong dan sehelai kain yang dililitkan di pinggang terasa gerah. Mencari kesegaran sambil membawa kotak berisi alat mandi di siang bolong. Tak lupa, lintingan kertas berisi tembakau dan cengkeh hancur yang diapit di antara jari telunjuk dan jari tengah, adalah […]

Kukira Ada

Embun pagi terasa sejuk saat matahari masih malu. Kicauan burung menyertai jalanan desa yang berlapis tanah. Suara mesin motor melintasi bumi yang tak selalu mulus. Terkadang, lubang berisi lumpur dan batu-batu besar membuat kendaraan bermesin menjadi hewan berkaki empat. Motor bergigi yang kukendarai terus menyusuri hutan menuju desa terpencil di timur kota. Setelah lebih dari […]

Pulang

“Uangnya pas, terimakasih Pak.” Aku menyerahkan lembaran uang pada supir taksi yang telah mengantarkanku dari bandara. Ia mengangguk, kemudian menutup jendela mobil. Aku menarik koperku melalui sebuah gapura memeasuki gang bersamaan dengan mobil taksi yang menjauh. “Gradak…gradak,” roda koperku sangat berisik bergesekan dengan jalan kavling tak bisa kucegah. Mau diangkatpun isinya terlalu berat. Disepanjang jalan […]

Petik Rintik Matamu

Jalan itu ramai. Dipenuhi ribuan tapak kaki berbentuk sandal ataupun berbentuk jari-jari. Para santri berlalu lalang dari zaman ke zaman dengan buku berbahasa arab tanpa harokat. Dari sekian banyaknya tapak-tapak itu ada satu tapak yang berbeda. Berbentuk bulat. Tapak bekas tongkat. Namanya Hasan. Anak laki-laki berumur 15 tahun yang hidup hanya dengan kaki kanan. Dan […]

Harapan di Balik Sorban

Di sebuah pesantren kecil di lereng gunung Wilis. Seorang santri duduk bersila di bawah pohon beringin tua. 17 Agustus, bendera merah putih berkibar di halaman pesantren, diiringi lantuna lagu kebangsaan dari para santri yang bersura serak tapi penuh semnagat. Fikri bukan santri biasa, ia adalah anak dari petani miskin yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru. […]

Tangkai

Lagi-lagi tatapannya kosong pada luar jendela itu. Penuh buram, penuh suram. Badannya memang diam duduk di dalam kelas, tapi pikirannya melayang, menerawang ke mana-mana. Entah, wajah sendu perempuan itu terus terbayang. “Hayo!” Tubuhnya tersentak kaget. “Apaan sih kamu, Ton!” “Yah, masih pagi udah bengong aja. Mikirin apaan sih? Bukannya kamu emang nggak pernah ngerjain PR […]

Terang

Api obor. “Kita harus menunggu. Saat sudah di Jembatan Sedari, kita akan eksekusi. Merdeka!” “Merdeka!” Para prajurit itu terus menyimak setiap arahan dari pemimpin komando. Melihat kepada lembaran peta di atas meja. Mengangguk mengerti. Ini bukan masalah hidup dan mati. Semua demi kemerdekaan bangsa ini! “Assalamualaiku. Izinkan saya masuk.” Perhatian mereka teralihkan oleh suara di […]

More Posts