web analytics

Tag: cerpen

Cerpen

Keyakinan Besar Akan Sifat-Nya

Pagi yang cerah untuk kesekian kalinya di perkampungan Archa, terlihat di sebelah utara gunung yang menunjukkan kegagahanya, perkebunan di depan sana mulai menghasilkan buah-buah yang segar, menunjukkan bahwa hari telah berganti menjadi bulan, dan bulan telah berganti menjadi tahun. Perubahan alam sekitar sangat terasa bagi Malik, tapi tidak untuk penduduk terutama keluarganya. Entah kesalahan apa […]

elmahrusy16

Cerpen

Luka

Jakarta, 1 Januari 2024 “Siapa itu? Kenapa dibakar?” Tanya gadis berkerudung hijau dengan keheranan. “Masa lalu yang sakit,” jawab gadis berkerudung biru dengan tatapan kosong yang mengarah pada foto seseorang yang ia bakar. “Lalu barang-barang ini?” “Sama, masa lalu yang sakit,” Jawab gadis berkerudung biru, kali ini dengan dibarengi setetes air mata yang berhasil lolos […]

Annisa Fitri Ulhusna

Cerpen

Dari Tadi Aku Ngapain?

Kepul asap kopi masih tetap setia menemani siang kala itu, pondok pesantren Al-Rihlah mesti melayani santrinya dengan suasana tenang ala perdesaan, tepat saat Ilham duduk-duduk sendiri di teras depan kamar asramanya ditemani segelas kopi dan beberapa buah kacang yang sebagian telah tinggal kulit. Mata Ilham tidak bisa menolak pemandangan Suryo yang tidur dari pagi dan […]

Abidzar Maulana

Cerpen

Lalang Hilang

Matahari perlahan merangkak tertatih, di detak detik yang kesekian. Ruang angkasa menjadi penuh semu dengan pipinya kemerahan menahan malu. Riak dedaunan bertalu, tau yang menguning, memilih untuk menggugur perlahan. Tak sanggup menahan luap. Harum. Ranum. Cium. Semua menyeruak terkuak kepul tipis tebal berkumpul. Beragam, bermacam. Aromanya dan menari. Kebisuan dan membatu. Dari hitam ke putih, […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Cerpen

Antara Ada dan Tiada

Gadis itu mengerjapkan matanya pelan. Dia mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi. Kali ini dia merasa baru terbangun dari tidur pannjangnya. Dia membuka kelopak matanya perlahan, kemudian menatap langit-langit kamarnya, dan… ”Ya ampun, Serra! Kau ini… Hari ini kan hari Serra harus kembali ke pesantren.” Gumam gadis itu merutuki dirinya sendiri.   **   […]

elmahrusy16

Cerpen

Redup

Suatu hari di tengah siang bolong, beberapa orang santri hangat dalam lingkup pertemanan. Bahkan, lebih hangat dari cuaca hari itu. Darmen, Rayden, Sahrini, Puad, dan Brayn asik berbincang-bincang di kamar yang berukuran 6×5 meter itu. Mereka semua duduk, kecuali Brayn yang rebahan. Ia hanya menyimak obrolan dan tingkah laku teman-temannya yang kadang kurang waras. “Daning […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Cerpen

Kampung

“Jangan bergerak! Nanti belalangnya kabur.” Masih pagi-pagi sekali, sepasang anak sudah membelah kabut yang masih terasa tebal, juga embun-embun di dedaunan, rumput-rumput, dan beberapa jemuran warga yang lupa diangkat. Suara ayam jago yang bersautan semakin menambah keasrian kampung itu. “Ini aku udah diam.” Ucapnya lirih. “Lihat nih, Wi. Kali ini nggak akan lepas.” Seekor belalang […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Cerpen

Ada Bahagia Di Balik Sabar

Kabut subuh masih terasa tebal. Membuat jarak pandang sedikit terganggu. Udara dingin juga menyapa Para Santri Pondok Pesantren Al-Mumtaz yang mulai terbangun dari tidurnya. Gema puji-pujian terdengar merdu dari dalam Masjid. Kamar mandi dan keran wudhu pun dipenuhi manusia yang rapih mengantri. Suasana keislaman begitu terasa di Pondok itu. Adzan subuh berkumandang. Para santri segera […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Cerpen

Petik Rintik Matamu

Jalan itu ramai. Dipenuhi ribuan tapak kaki berbentuk sandal ataupun berbentuk jari-jari. Para santri berlalu lalang dari zaman ke zaman dengan buku berbahasa arab tanpa harokat. Dari sekian banyaknya tapak-tapak itu ada satu tapak yang berbeda. Berbentuk bulat. Tapak bekas tongkat. Namanya Hasan. Anak laki-laki berumur 15 tahun yang hidup hanya dengan kaki kanan. Dan […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Cerpen

Is’al!

“Ada yang mau bertanya?” Suasana kelas itu hening. Ustadz Hamdan pun telah menjelaskan bab mubtada khobar dari kitab Al Jurumiah dengan panjang lebar. Mulai dari pengertian, pembagian, dan contoh-contohnya. Tetapi, tetap saja mereka diam. Tak ada sesuatu yang ditanyakan dan tak ada kalimat yang diucapkan. Mereka tetap diam dan selalu diam. Di kelas itu tak […]

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati