web analytics

Teladan Mbah Moen dalam Memuliakan Ahlul Bait

Teladan Mbah Moen dalam Memuliakan Ahlul Bait
Gambar KH. Maemoen Zubair
0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Syaikhina Maimoen Zubair merupakan figur ulama kharismatik yang banyak dicintai oleh para santri bahkan masyarakat secara luas. Beliau merupakan sosok panutan bagi khalayak umum dan dikenal sebagai Kiai yang wira’i (mempunyai wibawa yang tinggi) juga terkenal sangat alim dalam bidang ilmu tafsir dan fiqih.

Sebagai pengasuh sebuah Pondok Pesantren besar di tanah Jawa, Mbah Moen (sapaan akrab Kiai Maimoen Zubair) memiliki rasa kasih sayang terhadap santri-santrinya. Sehingga beliau mendapat tempat di hati para santrinya sebagai Kiai yang penuh teladan dalam kesungguhan dan ketekunan beliau mengajarkan ilmu. Dimata para santri beliau juga sangat akrab dengan sikapnya yang lugas dan humoris dalam menyampaikan ilmu.

Pernah suatu ketika ada seorang calon santri a
sal Bandung yang berniat untuk nyantri di Pondok Mbah Moen. Ia bukan sekadar santri biasa namun calon santri ini merupakan orang yang istimewa, sebab ia masih keturunan Nabi Muhammad atau biasa disebut Sayyid bernama Abdullah Zaky Al Kaff.

Ketika Habib Zaky hendak berangkat ke Pondok Sarang, pamannya berpesan agar jangan langsung memberitahu kepada Mbah Moen jika ia merupakan seorang Habib. Pesan itu ia pengang betul untuk dilaksanakan. Sesampainya di pondok, Habib Zaky langsung sowan menghadap Mbah Moen menghaturkan niatnya untuk nyantri di Pondok Sarang. “Nama kamu siapa?”, tanya Mbah Moen. “Nama saya Zaky”, dengan mantap Habib Zaky menjawab pertanyaan Mbah Moen sesuai pesan pamanya. Perlu diketahui bahwa dari segi wajah memang beliau tidak seperti Habib pada umumnya yaitu memiliki wajah yang kearab-araban. Setelah sowan pada Mbah Moen, Habib Zaky menjalani kegiatan belajar seperti santri lainnya.

Waktu tengah malam, kamar yang dihuni Habib Zaky tiba-tiba diketuk-ketuk sedikit agak kencang. Sontak para santri yang sedang tidur langsung terbangun. Tak disangka ternyata yang mengetuk pintu tadi adalah Mbah Moen, para santri pun kalang kabut melihat kedatangan Mbah Moen. Kemudian beliau dawuh kepada para santri “Mana yang namanya Zaky, kamu tidak mengaku ya kalau kamu masih dzuriyyah (keturunan) Rasul?. Saya baru saja mimpi didatangi Nabi Muhammad SAW, beliau berpesan pada saya untuk titip cucunya. Kalau kamu masih belum mengaku, pilih mana mondok ditempat saya atau keluar dari pondok saya.”

Penegasan beliau merupakan sebuah cara untuk memuliakan Habib, walaupun itu masih muda bahkan santrinya sendiri. Karena beliau sosok yang sangat menghormati dzuriyyah Nabi.

Alasan Mbah Moen sangat memuliakan para Habib pernah beliau utarakan: “Nur (cahaya) Kanjeng Nabi itu ada dua. Ada nur karena nasab, ada nur karena ilmu. Nur karena nasab ini dibawa oleh para keturunannya. Nur karena ilmu dibawa oleh para ulama. Seorang Habib walau tidak alim itu tetap membawa nur karena nasab, wajib kita hormati.”

Selain itu beliau juga banyak sering memberi wejangan mengenai betapa pentingnya untuk memuliakan para dzuriyyah Nabi. Diantaranya adalah:

Keturunan Rasulullah SAW itu ada yang kelihatan dan ada yang tidak kelihatan. Sedangkan yang tidak kelihatan lebih banyak jumlahnya.

Tidak akan terjadi kiamat jika masih ada ulama, dan sekalipun ulama habis tetap tidak akan kiamat selagi masih ada keturunan Rasulullah SAW.

Kita wajib memuliakan keturunan Rasulullah SAW. Jika sampai tidak memuliakan keturunan Rasulullah Saw, hati-hati dengan mati su’ul khotimah (mati dalam keadaan kafir).

Begitulah akhlak yang diajarkan Syaikhina Maimoen Zubair dalam memuliakan keturunan Nabi. Beliau juga mempunyai banyak guru dari para Habib masyhur yang ada di Timur Tengah. Bahkan putra-putra beliau juga banyak menimba ilmu kepada Habib masyhur karena kecintaan dan tabarrukan beliau pada dzuriyyah nabi.

Oleh: Tri Jaya Nursaputra

Sumber gambar: geladeri

About Post Author

elmahrusy16

Elmahrusy Media Merupakan Wadah literasi dan jurnalistik bagi santri, alumni dan pemerhati Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like