web analytics

Burdah dan Maulid, Bukti Mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW

0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

(05/09), senja di bulan Maulid yang penuh cinta dan bahagia, lantunan bacaan syair burdah berpadu indah dengan maulid diba’iyah menggema di seluruh penjuru Aula Al-Fatah Asrama Daru Rasyidah.

Sore ini, bertepatan dengan Jum’at di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW Ning Ochi dan Gus Anas hadir dengan dress code memukau dan wajah berseri, Ning Ochi mengenakan gamis perpaduan hijau dan hitam yang elegant dan Gus Anas mengenakan stelan kuning mustard yang bersinar.

Di sore yang berbahagia ini Gus Anas menyampaikan, “Dengan didikan kasih sayang dan cinta semoga para santri Asrma Darsyi dapat menggapai cita-cita yang diinginkannya,” do’a beliu membuka mauidzoh.

Gus Anas ngendikan bahwa sore ini beliau mengambil tema cinta, karena bulan ini adalah bulan yang penuh cinta. Burdah adalah bentuk cinta Imam Bushiri kepada Nabi Muhammad SAW dan maulid adalah bukti cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Ahli tasawuf mengemukakan dalil

مَمْبَأَل إيمان المحبة

Cinta adalah sumber kepercayaan

Maksudnya, semakin besar cinta maka akan semakin besar iman. Jika kita semakin cinta kepada Nabi Muhammad SAW maka akan semakin besar pula iman atau percaya kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Gus Anas juga dawuh, “Semakin kita cinta kepada sesuatu maka semakin eman dan sayang kepada sesuatu tersebut,”

Seperti dalil

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Dan engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”

(HR.Tirmidzi)

Kemudian beliau menceritakan filosofi hujan, beliau ngendikan, “Hujan merupakan salah satu peristiwa isro’ mi’roj, entah kalian sudah pernah dengar cerita ini apa belum,” tutur beliau mengawali cerita.

Kemudian beliau melanjutkan, “Jadi, Nabi Muhammad sebelum sowan kepada gusti Allah dan berjumpa dengan para nabi, Nabi Muhammad terlebih dahulu ditunjukan malaikatnya Allah.”

Setelah berjumpa dengan malaikatnya Allah, diketahui bahwa malaikat memiliki 1000 tangan dengan setiap tangan memiliki 1000 jari dan jumlah malaikat tersebut tidak hanya satu melainkan seribu.

Gus Anas dawuh, “Malaikat memiliki 1000 tangan, setiap tangan memiliki 1000 jari yang tugasya mengirimkan hujan pada makhluk Allah di bumi melalui jari-jarinya. Dan malaikat tersebut dapat menghitung tanpa salah setiap tetesan hujan yang turun,” jelas beliau kepada para jama’ah burdah.

Beliau juga menambahkan, “Yang tidak bisa dihitung malaikat, pertama rahmatnya Allah SWT dan kedua pahala bagi orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.”

Maka dari itu sepelit-pelitnya orang di dunia dalah ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW mereka enggan atau tidak mengucapakan salam.

Terakhir, beliau menyimpulkan bahwa inti dari hadirnya Bulan Maulid ini adalah untuk memperbesar mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW.

“Semoga kita dapat berkah dari maulid kenjeng nabi dan syafaat di hari kiamat kelak. Aamiin,” do’a beliau sekaligus sebagai penutup burdah sore ini.

Waallahu a’lam.

 

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”