web analytics

Khazanah 2026: Maqbaroh KH. Imam Yahya Mahrus

1 0
Read Time:1 Minute, 27 Second
Sesi pembacaan do’a tahlil yang dipimpin KH. Melvien Zainul Asyiqien

Kediri, Elmahrusy Media. (Senin, 05/01/26) Semangat membuncah kala hari keberangkatan menapaki pelaksanaannya. Pukul enam sejak santri berkumpul di halaman masjid, Pondok Pesantren Al Mahrusiyah III, Ngampel. Baik peserta putra maupun putri antusias menyiapkan diri, memperlengkap perbekalan. Bus mulai berjejer rapi disambut peserta santri putra yang langsung melanjutkan langkahnya ke area maqbaroh KH. Imam Yahya Mahrus. Sampai tiba pukul tujuh, tahlil pun dimulai.

Ibu Nyai Hj. Zakiyah Miskiyah turut hadir tahlil bersama segenap santri yang dipimpin oleh KH. Reza Ahmad Zahid. Santri putri yang memadati masjid sampai ke teras dan Aula Asrama Al-Misky juga kompak memanjatkan tahlil. Tahlil usai, giliran KH. Melvien Zainul Asyiqien yang memimpin do’a selesai tahlil.

Tidak lupa beberapa nasehat diberikan oleh Gus Reza (Sapaan akrab KH. Reza Ahmad Zahid), sebermula dari mendoakan segenap santri semoga mendapatkan ilmu yang manfaat barokah mashlahah, lalu beliau juga menghimbau untuk senantiasa menjaga kondisi kebugaran sampai perjalanan selesai. “Jangan sampai loyo.” Dengan rekah senyum canda dari Gus Reza.

Bacaan tahlil pun tak luput dari pengamatan beliau, bahwa setiap lafadz tahlil haruslah benar dipanjatkan. Sebab akan begitu banyak sorot mata yang tertuju pada rombongan Khazanah 2026. Etika berpakaian harus tetap pada koridor syar’an wa adatan jangan sampai ada yang luput dan menjadi perhatian. Panitia juga harus sigap menertibkan peserta bilamana ada teledor menaati peraturan.

Agenda ziarah di makam pertama selesai, bus beriringan meninggalkan gerbang Pondok Pesantren Al Mahrusiyah III, Ngampel. Menapaki rute berikutnya. Adzan melepas perjalanan kami, bergema di langit menyusuri langkah berharap ridlo dan barokah setia menyelimuti. Do’a safar diaminkan serentak pada tiap bus yang gas-nya mulai tancap. Semoga selamat dan tetap menjaga amanat dengan taat.

About Post Author

Abidzar Maulana

Ingin bisa segalanya, termasuk menulis
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Ingin bisa segalanya, termasuk menulis

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”