Kediri, Elmahrusy Media.
Jum’at (06/03) atau bertepatan pada 17 Ramadhan, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah mengadakan Buka Bersama Keluarga Besar Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri.
Bertempat di Aula KH. Imam Yahya Mahrus, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Ngampel, acara buka bersama itu sudah dimulai sejak selepas ashar dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Nabil Aly Utsman.
Acara itu dihadiri oleh KH. Reza Ahmad Zahid, KH. Melvien Zainul Asyiqien, Agus H. Izzul Maula Dliyaullah, dan Agus Nasyiruddin Moenir.
Sebagaimana layaknya acara buka bersama dalam lingkup yayasan, acara ini diberikan wadah dan ruang untuk segenap dewan kepengurusan seluruh lembaga di bawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah, formal ataupun non formal, mulai dari TK Al Mahrusiyah, SD Al Mahrusiyah, SMP Al Mahrusiyah, MTs Al Mahrusiyah, Mts 1 Al Mahrusiyah, MA Al Mahrusiyah, MA 1 Al Mahrusiyah, SMK Al Mahrusiyah, ITAMA (Institut Teknologi Al Mahrusiyah), Madrasah Diniyah Al Mahrusiyah, Madrasah Qiro’atil Qur’an Al Mahrusiyah, Lajnah Bathsu Masail Al Mahrusiyah, KPA (Kantor Pusat Administrasi) Al Mahrusiyah, dan Pers Mahrusy.
Selepas pembacaan dan do’a tahlil oleh Gus Nabil, sambutan atas nama keluarga disampaikan oleh Gus Melvien.
Beliau menjelaskan perihal bahwa Al Mahrusiyah itu terdiri dari berbagai macam banyaknya lembaga dan pentingnya memperhatikan persatuan di dalamnya:
“Banyaknya lembaga (di Al Mahrusiyah), merupakan tanda dan bentuk khidmah kita.”
Gus Melvien melanjutkan, “Kita harus fastabiqul khoirot, jangan ada kesinisan antar lembaga. Kita semua satu keluarga, kita dikeluargakan oleh simbah Yai Imam.”
Acara kemudian berlanjut dengan pengarahan yang disampaikan oleh Gus Reza.
Dalam pengarahan, beliau mengingatkan perihal niat dan tujuan dalam berkhidmah:
“Kita niatkan tujuan kita dalam berkhidmah; kepada ilmu, kepada ahli ilmu, kepada pencari ilmu. Mari kita meneguhkan ukhuwah ma’hadiyah di antara.”
Dan Gus Reza kembali mengingatkan perihal penyelesaian masalah yang sangat memungkinkan terjadi dalam lingkup yang general seperti pondok pesantren yang memiliki banyak lembaga di dalamnya.
“Kalau yang namanya keluarga, ya mari kita teguhkan prinsip kekeluargaan di antara kita. Termasuk adanya masalah, itu wajar. Maka harus diselesaikan dengan kekeluargaan.”
Akhir acara yang bertepatan dengan kumandang adzan maghrib, Gus Izzul menutup acara dengan pembacaan do’a buka bersama dan do’a sebelum makan.
Wallahu a’lam.