web analytics

BMK ke XIII, Gus Izzul Sampaikan Tujuan dari Musyawarah

0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

Kediri, Elmahrusy Media. Lajnah Bahtsul Masa’il Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah mengadakan Bahtsul Masail Kubro yang ke 13 pada Minggu (01/12) Pagi, bertempat di Auditorium Al-Mahrusiyah. Pelaksanaan BMK kali ini dilaksanakan dengan dua jalsah. Acara ini dihadiri oleh Agus H. Izzul Maula Dliyaullah, Agus. H. Nasyruddin Moenir, Segenap Dewan Perumus, Mushohih, dan delegasi dari lingkup Pondok Pesantren se Kediri Raya.

Bapak Rezaldi Herlambang, selaku ketua panitia, menyampaikan bahwasanya harapan kedepannya BMK di Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah dapat diikuti bukan hanya lingkup Kediri Raya, tetapi lebih luas lagi, seperti Se Jawa Madura, bahkan menjadi FMPP.

Untuk acara kali ini Alhamdulilah dapat dilaksanakan pada tanggal 1 Desember, dengan persetujuan KH. Reza Ahmad Zahid, yang sebelumnya direncanakan di Bulan November, kemudian diundur karena bertabrakan dengan Agenda Ujian Madrasah, . Harapan kedepannya delegasi BMK bukan hanya dari lingkup Kediri Raya, tapi lebih luas lagi, yaitu se Jawa Madura ataupun FMPP” Kata Beliau. 

Ketua Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah, Bapak Ilham Fawaid menambahkan bahwa BMK ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi, saling belajar dan bertukar pikiran, serta memberikan keberkahan bagi kita semua.

Semoga BMK kali ini dapat menjadi ajang silaturahmi antara pondok pesantren, saling belajar dan bertukar pikiran, serta memberikan keberkahan bagi kita semua.” Tutur Beliau. 

Agus H. Izuul Maula Dliyaullah, Sebagai Ketua Umum LBM Al-Mahrusiyah, Lirboyo, Kota Kediri menyampaikan bahwasanyan tujuan dari musyawarah adalah mencari solusi yang terbaik berdasarkan kitab yang dikaji

Harapan kami semoga silaturahmi antara pondok di kediri bisa lebih erat keilmuannya, insyaallah semuanya sama baik sanad maupun kitab yang dikaji, maka tidak ada alasan kita untuk bertikai, jika ada perbedaan dalam musyawarah itu hal yang wajar, dalam musyawarah itu bukan mencari yang lebih alim atau pintar, mengukur kealiman itu tidak bisa ditentukan, tapi bagaimana kita mencari solusi yang terbaik berdasarkan kitab yang dikaji.” Pungkas Beliau.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Syahdu Merindu Dalam Majelis Dzikir wa Maulidurrosul

Syahdu Merindu Dalam Majelis Dzikir wa Maulidurrosul