web analytics

Menyambut Perayaan Hari Ibu Dengan Iringan Sholawat Burdah

0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Kala jingga mulai menggurat langit senja, disaat terik mulai menghangat. Seperti biasanya, Asrama Darsyi melaksanakan rutinitas Jum’at sore, yakni menggemakan sholawat burdah di Bumi Al-Mahrusiyah, Lirboyo. Hal istimewa dari burdah yang dilantunkan pada Jum’at, 22 Desember 2023 sore ini adalah bertepatan dengan hari ibu nasional.

Sholawat burdah yang dipimpin langsung oleh beliau Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah, berlangsung syahdu dengan iringan tabuhan-tabuhan alat banjari dan marawis. Karena Jum’at minggu ini bertepatan dengan hari Ibu, dalam mauidhoh hasanahnya beliau mengulas kisah wanita-wanita hebat di zaman Rasulullah SAW. Sore ini beliau bercerita tentang ke agungan Sayidah Khodijah dan Sayidah Aisyah, beliau ngendikan, “Ummahatil mu’minin diharomkan dinikahi sepeninggal rasulullah, ibarat ibu yang tidak boleh menikahi anak sendiri,” tutur beliau kepada jama’ah burdah.

Kemudian beliau menyampaikan kisah Sayidati Khodijah, yang bisa kita panggil saydatina atau ummina dengan gelar Al-Kubro. Beliau mengisahkan kala zaman kerasullan Nabi Muhammad SAW, Sayidah Khodijah rela menempuh perjalanan yang sangat jauh dengan jarak ber mil-mil dan medan yang terjal dari rumah ke Gua Hiro hanya untuk mengunjungui Nabi Muhammad SAW. Beliau menjalankan peran sebagai istri nabi yang hebat, yang senantiasa menemani perjalanan dakwah nabi sampai hembusan nafas terakhirnya di bumi.

Sayidah Khodijah selalu berkata kepada Rasulullah kala beliau sedang gelisah, “Tenanglah Allah tidak akan mengecewakanmu, Allah tidak akan meninggalkanmu.” Dan beliau juga termasuk dari Amul Khuzni, beliau merupakan istri pertama Rasulullah yang begitu hebat hingga kisahnya mendapat kecemburuan dari Sayidah Aisyah.

Namun, jangan salah paham terlebih dahulu, kecemburuan Sayidah Aisyah di sini dilandasi dengan taqwa. Beliau merupakan istri nabi yang kecerdasannya diakui oleh para sahabat nabi. Beliau pun banyak meriwayatkan hadits Rasulullah sebanyak 2000 hadits. Sedang Imam Bukhori sebanyak 5000 hadits, namun dalam segi penyampaiannya lebih afdhol Sayidah Aisyah.

Usai Ning Ochi menyampaikan mauidzoh hasanah, sholawat burdah di tutup dengan lantunan lagu Ummi yang dibawakan oleh tim banjari sebagai ucapan dan surprise kepada ibunda hebat, yakni ibunda Ny Hj Zakiyyah Miskiyah dan mamah tercinta Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah. Suasana harupun menyelimuti langit senja Asrama Darsyi. Wallahu a’lam

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”