web analytics

Mutiara Mahabbah Maulid Rasulullah SAW dan Ta’dzim Haul Nyai Hj Qomariyah

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
1 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Semarak sorak gemuruh santri mulai terdengar, para santri mulai melantunkan syair-syair Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani dengan kompak dan penuh semangat, lantunan-lantunan tersebut mulai menggema di seluruh penjuru Musholla Asrama Al-Asyqie.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu (17/09), bertempat di Musholla asrama Al-Asyiqie Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Ngampel, Lirboyo. Acara tersebut dimulai dengan pembacaa Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani oleh para pembaca, satu persatu bab syair Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani dilantunkan dengan naiknya satu persatu pembaca ke atas mimbar kehormatan.

Suara para santriwati yang mengikuti lantunan pembaca Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani juga turut bersenandung. Acara dihadiri oleh Ning Aliyah Harir bersama dengan putra-putri beliau tepat pada saat pembacaan Manaqib Ke-6.

Setelah itu pun Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani ditutup dengan pembacaan do’a oleh Ning Aliyah Harir, dan dilanjut dengan pembacaan Maulid Ad-Diba’I oleh Habsy Harirotus Sholawat, serta bertepatan dengan Dr KH Melvin Zainul Asyqien S.HI M. Pd.I rawuh di dalam meriahnya acara tersebut.

Pembacaan Maulid Ad-Diba’I dimulai dari pembacaan syair ya rabbi sholi ala Muhammad hingga mahalul qiyam, lalu diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Gus Iing .

Acara pun berlanjut Mauidloh Hasanah oleh Dr KH Melvin Zainul Asyqien S.HI M. Pd.I, Mauidloh Hasanah di buka dengan pengucapan salam dan rahmat ta’dzim kepada para masyaikh Lirboyo.

Lalu dalam Mauidloh Hasanah beliau mengucap Alhamdulillah karena dapat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bersama-sama.

“Rasa cinta dan mahabbah semakin bertambah, roso kangen lan tresno marang kanjeng nabi semakin bertambah juga dengan kita memperingati Maulid Nabi ini.” Dawuh beliau.

Beliau Gus Iing juga menjelaskan bahwasannya kita sebagai umat beliau sudah diutus oleh Allah SWT untuk bersuka cita di hari kelahiram Rasulullah SAW. Beliau juga dawuh disaat kita memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW segala sesuatu yang membuat susah dihilangkan terlebih dahulu, karena sepatutnya kita berbahagia di hari kelahiran Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

“Katakanlah (Nabi Muhammad). Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira, itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan”.

“Kenapa ditanggal 12 Rabiul Awal diadakannya Maulid Nabi Muhammad SAW? Bukannya meninggalnya nabi? Padahal hari lahir dan meninggalnya beliau sama?” Tanya beliau Gus Iing.

“Karena hakikote haul ikukita berkirim do’a marang Shohibul haul, sami mawon kaleh niki wau kito sedoyo poro santri memperingati haulipun beliau Nyai Hj Qomariyah” sambung beliau.

Seperti riwayat Rasulullah SAW:

“Semua manusia itu dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci”

Dalam penjelasannya beliau juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad itu dalam keadaan suci terus dari lahir hingga beliau meninggal, seluruh perjalanan beliau tersebuat adalah rahmat.

“Kelahiran kanjeng Nabi itu ni’mat bagi kita semua, karena semua yang ada di dunia berasal dari kanjeng Nabi, contohnya sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, dan Lailatul Khodar, semuanya disandarkan pada kanjeng Nabi oleh karena itu kita harus bersyukur” sambung beliau.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap ni’mat tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”

“Harapan kulo, kulo kaleh panjenengan sakniki mugi-mugi kersanipun tambah mahabbah dumateng kanjeng Nabi Muhammad SAW”. Dawuh Gus Iimg.

“Mahabbah itu harus melewati ma’rifah.” Tambah beliau

Beliau juga menyebutkan dawuh Sayidina Umar

“Jika kamu cuma ngerti nama, alamat, dll, itu belum bisa dikatakan kenal, kalian harus berinteraksi, mu’amallah, kenalan baru itu dinamakan ma’rifah” jelas beliau.

Lalu beliau melanjutkan dawuh dengan cerita pendek tentang Abdullah Bin Salam dan beliau Gus Iing juga menutup Mauidloh Hasanah dengan dawuh

“Makane sampean lek belajar, lek ngaji seng iman seng seneng. Semakin kenal, semakin cinta, terus semakin iman kita ke kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mugo-mugi kita dijadikan umat yang dicintai”

Ma ja’alna min khairi ummati

Tutup beliau Dr KH Melvin Zainul Asyqien S.HI M. Pd.I, lalu  acara diakhiri dengan pembacaan dan lempar buah yang disamput antusias dan ramai oleh para santriwati, acara tersebut pun benrjalan lancar dan ramai dipenuhi dengan sorak gembira oleh para santriwati.

Wallahu’alam.

 

 

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
beritaMaulid
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Gus Anas Berbagi Kisah Unik Di Peringatan Isra’ Mi’raj Asrama Darur Rosyidah

Gus Anas Berbagi Kisah Unik Di Peringatan Isra’ Mi’raj Asrama Darur Rosyidah

Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan