Kedir, Elmahrusy Media
Dalam rangka menuju peringatan Haul K.H Imam Yahya Mahrus yang ke-14 Yayasan Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah mengadakan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Yang mana dalam hal ini dilakukan secara serentak di semua asrama yang ada. Seperti pembacaan yang dilakukan di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra I, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putri II, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra III, asrama Al-Misyqie, asrama Asy-Syiqien, asrama Al-Misky, asrama Ar-Roudloh, asrama Daruz Zainab,asrama Daru Ar-Rasyidah.
Acara ini sendiri dimulai saat waktu Sholat Maghrib telah selesai, kemudian dilanjutkan oleh pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Yang hingga saat ini masih berlanjut. Acara ini dihadiri oleh para pengasuh Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah seperti K.H Reza Ahmad Zahid, K.H Melvien Zainul Asy-Syiqien, K.H Izzul Maula Dliyaullah, K.H Nabil ‘Ali Ustman. Kemudian setelah pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dilanjutkan dengan pembacaan Maulidul Rasul yang dibawakan oleh segenap santri dan pembacaan doa yang dibacakan oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah.
Pukul 20:45 di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah I dilanjutkan dengan sambutan yang dibawakan oleh Dr H. Ahmad Jauharul Fuad sebagai alumni Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah. Dalam sambutan itu beliau menjelaskan bahwa ada 4 pilar yang diterapkan dalam dunia pesantren yang pertama adalah learning to be yang mana beliau menjelaskan bahwa di Pondok Pesantren kita belajar serta memahami, kemudian yang kedua yakni Learning to Do yakni belajar bagaimana kita langsung praktek, dan selanjutnya adalah Learning Together yakni belajar bersama orang-orang yang ada disekitar kita, kemudian yang terakhir adalah Long Life Learning yakni belajar untuk selamanya. Setelah beliau memberikan sambutan dilanjutkan oleh Agus Ahmad Nasyroeddin Moenir. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kita harus Learning Forever dan juga beliau berkata bahwa untuk menyeimbangkan akhirat kita harus menyeimbangkan juga dunianya. Tak ayal itu saja beliau juga menyemangatkan para santri baru bahwa sebenarnya siapa saja yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan suatu yang ia inginkan. Serta beliau juga menceritakan beberapa sejarah tentang pembelian tanah oleh K.H Imam Yahya Mahrus yang di gunakan untuk membangun Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah. Dan juga beliau menyemagati para santri agar selalu semangat dalam berkhidmah di pondok pesantren.
Selanjutnya acara ini dillanjutkan oleh Mau’idzoh Hasanah serta doa penutup yang disampaikan oleh K.H Izzul Maula Dliyaullah. Di saat Mau’idzoh-nya beliau menceritakan tentang sejarah pembangunan Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Ngampel, tidak hanya itu saja beliau menyebutkan bahwa ada 3 jenis orang tua dalam hidup kita yaitu orang tua bil nasab yakni orang tua kandung, kemudian orang tua bil sabab yakni mertua, dan yang terakhir yakni adalah orang tua bil ‘ilmi yakni seorang guru. Serta juga beliau juga menyebutkan bahwa yang paling mulya adalah orang tua bil ‘ilmi karena merekalah yang membuat kita paham dengan sebuah ilmu. Tetapi tak sampai itu saja, beliau juga mengatakan bahwa semua orang tua di atas harus tetap dihormati.
Wallahu ‘Alam