web analytics

Siapakah Sosok Dibalik Bait Alfiyah Ibnu Malik?

Imam Ibnu Malik
2 0
Read Time:4 Minute, 17 Second

Di Madrasah Diniyah HM Al Mahrusiyah, nadzom Alfiyah Ibnu Malik dijadikan sebagai hafalan wajib siswa-siswi tingkat Aliyah. Namun, mungkin beberapa belum mengenal siapakah sosok dibalik bait mengagumkan ini. Siapakah beliau?

Ialah Muhammad bin Abdullah bin Malik ath-Thaiy al-Jayani, Sang Pakar Gramatika Arabia dari tanah Andalusia. Ulama’ kelahiran 600 H ini merupakan sosok yang sangat alim, karyanya banyak dipuji cendekiawan muslim, bahkan dijadikan rujukan di berbagai majelis ta’lim.

Beliau memiliki nama laqob Jamaluddin, namun masyhur dengan sebutan Ibnu Malik lantaran magnum opusnya yang berisi 1000 bait. Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan tidak terlepas dari faktor lingkungan, sebagaimana dijelaskan dalam nadzom Alala:

عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ

Memang daerah Andalusia (Spanyol) saat itu terkenal dengan penduduknya yang cinta terhadap ilmu pengetahuan. Mereka berpacu dalam mengembara ilmu, bertukar pikiran dengan para Guru, hingga melahirkan karangan yang tersebar di berbagai penjuru.

Shohibul Alfiyah ini mengawali perjuangan intelektualnya dengan menghafal 30 juz Al-Qur’an. Beliau kemudian berguru kepada Tsabit bin Khiyar dan Abi Ali Asy-Syalwabain untuk mendalami B. Arab dan Qiro’ahnya.

Menginjak dewasa, Imam Ibnu Malik membulatkan tekad untuk mendalami ilmu Tafsir dan Hadist. Beliau akhirnya berangkat ke arah timur untuk menunaikan ibadah haji. Ini merupakan salahsatu adat Ulama’ terdahulu dalam menempuh perjuangan menuntut ilmu.

Usai haji, Imam Ibu Malik melanjutkan perjalanan ke daerah Damaskus (Syiria) yang saat itu dikenal sebagai daerah para Ulama’ dan Auliya’. Disana, Beliau menimba ilmu dari Abu Hasan as-Sakhowi, Syeikh Hasan bin Shabbah, Ibnu Abi Shaqr, Ibnu Najaz al-Maushili, Ibnu Hajib dan Muhammad bin Abi Fadhal al-Mursi.

Semenjak menetap di Damaskus, Imam Ibnu Malik beralih madzhab fiqhiyyah, dari yang awalnya mengikuti Madzhab Malikiyyah (selama di Andalusia) beralih menjadi Madzhab Syafi’iyyah. Menurut Beliau, Madzhab Syafi’iyyah lebih cocok digunakan dalam kondisi lingkungannya yang baru.

Di Damaskus pula, Imam Ibnu Malik berubah haluan terkait fan ilmu yang dikejar. Awalnya Beliau ingin mendalami ilmu Tafsir dan Hadist, kemudian Beliau memalingkan orientasinya pada ilmu Nahwu dan Shorof. Hal ini dilatar belakangi oleh rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap kaidah B. Arab yang berbeda-beda di setiap daerah. Disamping itu, Imam Ibnu Malik memandang gramatika B. Arab adalah pondasi awal yang berperan penting dalam memahami Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber keilmuan.

Tak hanya di Damaskus, Imam Ibnu Malik kemudian melanjutkan pengembaraan intelektualnya menuju daerah Aleppo (Kota Hallab, Syiria Utara). Salahsatu gurunya disana adalah Syeikh Ibn Ya’isy al-Hallaby. Usai menyelesaikan studinya, Imam Ibnu Malik melanjutkan kiprahnya sebagai Ulama’ terkemuka yang aktif mengajar dan menulis. Beliau menuangkan buah pikirannya dalam bentuk nadzom (syair) dan natsar (prosa).

Sarjana Besar kelahiran Eropa ini mampu mengkomparasikan teori-teori gramatika arabia antara madzhab Iraq, Syam dan Andalusia. Untuk menguatkan teorinya, Beliau senantiasa mengambil syahid (dalil) dari Al-Qur’an, Hadist, dan syair-syair dari Sastrawan ternama Arabia.

Karir Intelektual Imam Ibnu Malik pun kian diperhitungkan. Beliau dinobatkan sebagai Taj ‘Ulama an-Nuhat (Mahkota Ilmu Nahwu) karena kecerdasan dan kejernihan pemikirannya. Namanya semakin tersohor hingga membuat Sultan al-Maliku as-Sholih Najmuddin al-Ayyubi (Penguasa Mesir) meminta Imam Ibnu Malik untuk mengajar di Kairo, Mesir.

Selama beberapa tahun, Imam Ibnu Malik menetap di Mesir hingga akhirnya kembali ke Damakus dan mendidik murid-muridnya hingga akhir hayat, tepatnya pada tanggal 22 Februari 1274 M / 13 Sya’ban 672 H. Beliau kemudian dimakamkan di pemakaman al-Qodli Izzuddin Ibn as-Shoigh. Pendapat lain mengatakan Beliau dimakamkan di pemakaman Ibnu Ja’wan. Wallahu a’lam.

 

Murid Imam Ibnu Malik

Adapun murid-murid Imam Ibnu Malik, antara lain:

  1. Putranya, Badruddin, terkenal dengan sebutan Ibnu Nadzim
  2. Imam Nawawi, merupakan salah satu murid kesayangan Imam Ibnu Malik yang disebutkan dalam bait ke-14 bab Ibtida’ :

وهل فتى فيكم فما خِلٌ لنا * ورجلٌ من الكِرام عندنا

(Dan telah ada sosok lelaki mulia disisi kami)

  1. Al-Qodli Syarofuddin Abi al-Qosim Hibbatulloh bin Najmuddin al-Jahni
  2. Al-Qodli al-Qudlat Ibn Jama’ah
  3. Ahmad bin Sulaiman bin Abi al-Khasan
  4. Syihabuddin asy-Syaghury
  5. Ibnu Abi Fath al-Ba’li
  6. Baha’ bin Nuhas
  7. Ibnu Ja’wan
  8. Ibn al-Athar
  9. Al-Mizzi
  10. Al-Dzahabi
  11. Al-Shairafi
  12. Abu Hasan al-Yunaini
  13. Ibnu Munajiy
  14. Al-Fariqy
  15. Ibnu Hazim al-Azra’i
  16. Ibnu Tamam at-Talli
  17. Majmuddin al-Anshari
  18. ‘Alauddin al-Anshari
  19. Abu Tsana’ al-Hallaby
  20. Ibnu Syafi’i
  21. Ibnu Ghanim
  22. Al-Birzali
  23. Ibnu Harb

 

Karya-karya Imam Ibnu Malik

Berikut daftar karya Imam Ibnu Malik:

  1. Al-Kafiyah al-Syafiyah, 2757 bait
  2. Al-Wafiyah fi Syarhi al-Kafiyah asy-Syafiyah
  3. Al-Khulashoh (ringkasan dari karangannya; Al-Kafiyah al-Syafiyah)
  4. Tashil al-Fawaid wa Takmil al-Maqasid
  5. Ijaz at-Tashrif fi Ilmi at-Tashrif
  6. Tuhfatu al-Mamdud fi al-Maqshur wa al-Mamdud
  7. Lamiyatu al-Af’al wa syarhuha
  8. Al-I’tidhad di adh-Dza’ wa az-Zha’
  9. Al-Muwashal fi Nadzm al-Mufashal
  10. Sabk al-Mandzum wa Fakk al-Makhtum
  11. Ikmal al-‘Alam bi Mutslats al-Kalam
  12. Al-Muqaddimah al-Asadiyah
  13. ‘Iddah al-Lafidz wa ‘Umdah al-Hafidz
  14. I’rab Musykil al-Bukhari
  15. Al-Qasidah at-Thoiyyah

Wallahu a’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Struggle

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Biografi Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani

Biografi Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani

KH. Mahrus Aly: Ulama dan Pahlawan Bangsa

KH. Mahrus Aly: Ulama dan Pahlawan Bangsa

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU