Kediri, Elmahrusy Media.
Rabu (22/10), kanker serviks adalah pembunuh senyap pada perempuan. Dalam rangka meningkatkan kesadaran santriwati sakan Darur Rasyidah HM Al-Mahrusiyah terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks, narasumber utama, Vita Puspa Dewi S.Kep menjelaskan bahwa kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan dapat dicegah melalui vaksinasi serta pemeriksaan rutin seperti Pap Smear. Ia juga menekankan bahwa penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. penyakit ini terjadi dimana sel normal pada serviks berubah menjadi sel kanker. Perubahan ini biasanya memakan waktu 3 sampai 20 tahun. Oleh sebab itu, diperlukan waktu yang panjang untuk melakukan deteksi pemeriksaan sejak dini.
Kanker serviks gejalanya sering tidak terasa sampai tahap lanjut tiba tiba mengeluarkan darah sehingga penyakit ini dikatakan dengan silent killer. Kanker serviks adalah kanker yang muncul di leher rahim, bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyebab utama dari penyakit ini adalah infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV).
Cara mencuci vagina dengan arah yang benar adalah saat membasuh, gunakan tangan yang bersih dan siram dari arah depan ke belakang (dari vagina ke anus), bukan sebaliknya. Ini agar kuman dari anus tidak masuk ke area vagina.
Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan penyemprotan kesehatan gratis dan pembukaan pemesanan mengenai kanker serviks. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar gejala dan cara pencegahan penyakit ini.
Di akhir acara, panitia berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan perempuan muda, akan pentingnya kesehatan reproduksi.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Vaksinasi HPV dan menjaga pola hidup bersih adalah langkah awal yang bisa kita lakukan.
Wallahu a’lam
Oleh: Selviana Anggraini