web analytics

Jabir bin Hayyan: Alkemis Islam Dunia

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:3 Minute, 6 Second

Hai para Alkemis dunia! Apakah kalian mengerti jika umat muslim juga punya seorang Alkemis hebat lho. Beliau ini adalah seorang Alkemis Islam yang telah banyak melakukan eksperimen yang sangat berpengaruh di dunia seperti menemukan Air Raksa yang saat ini digunakan untuk mencairkan emas, memadukan nitrat perak dengan karbon timah, serta masih banyak juga eksperimen yang dilakukan oleh Alkemis satu ini. Apakah kalian mengerti siapakah Alkemis Islam ini? ”Ibnu Hayyan bang”. Yap, benar sekali beliau bernama lengkap Abu Musa Jabir bin Hayan bin Abdullah Al-Azdi. Beliau adalah seorang putra dari ahli obat-obatan (apoteker) bernama Hayyan. Dan juga ia berasal dari suku Azd yang berada dari Arabia Selatan. Ia lahir di kota Thus pada tahun 101 H (720M).

Awal mula ia mengerti tentang dunia ilmu pengetahuan ketika ia berguru kepada Syekh Harb Al-Hamiri, dan juga Imam Ja’far As-Shadiq yang termasuk ke dalam dzurriyah dari Rasulullah SAW. Dari 2 guru tersebutlah beliau mendapatkan banyak ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu agama ataupun ilmu umum yang telah ia pelajari. Dikarenakan kecintaan terhadap ilmu kimia, ia pun mulai membuat banyak penemuan. Selain itu banyak pula pemikiran yang dibuat olehnya. Ia beranggapan bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari fitrah atau potensi bawaan setiap individu, dan juga orang yang berilmu akan terbentuk dari ilmu tersebut dengan sendirinya. Karena hal ini, ia juga berpendapat bahwa untuk menjadi orang yang berilmu, setiap  murid harus memiliki kesiapan mental dalam mempelajari ilmunya, sebelum ia mendapatkan sendiri dengan cara belajar.

Selain itu Jabir bin Hayyan juga memiliki pendapat mengenai alam semesta. Ia berpendapat bahwa “alam semesta ini adalah  tempat tinggal bagi semua makhluk hidup dan merupakan suatu hak yang dimiliki oleh makhluk hidup, terutama manusia. Manusia juga dituntut untuk menjaga kesatuan  dan keserasiannya dengan memberikan peringatan akan kerusakan ekosistem yang mungkin akan dibuat oleh manusia”. Karena ketekunannya dalam ilmu kimia, ia mulai mengajar para murid yang ingin belajar kepadanya. Saat ia mengajar ilmu kimia, ia lebih menekankan kepada anak muridnya agar memperbanyak melakukan eksperimen dan memberatkan hal tersebut, karena menurutnya orang yang bekerja tanpa melakukan eksperimen, dia tidak akan pernah menekuninya, dan akan dianggap bahwa orang tesebut belum berkompeten. Dan pada dasarnya eksperimen itulah yang akan menemukan beragam ilmu pengetahuan.

Tidak hanya itu saja, dalam perjalanannya mendalami ilmu kimia ia lebih menitikberatkan pada riset yang jelas dan tanpa adanya perkiraan yang tidak pasti. Karena disetiap pembuatan sesuatu yang baru membutuhkan caranya tersendiri agar kemudian menjadi karya perintis.  Tidak sekedar pemikiran saja, Jabir bin Hayyan juga membuat suatu penemuan yang mengubah dunia Alkemis. Dalam penemuannya ia lebih banyak melahirkan hal-hal yang mengarah ke cairan elixir (cairan yang dapat mengubah barang tambang menjadi nilai yang tinggi) seperti contoh diatas yakni ia membuat air raksa yang berguna untuk mencairkan emas, memadukan soda yang dibakar (hidroksida sodium) dengan didihan soda (karbonat sodium) dan kalsium oksida yang berguna sebagai bahan pokok dalam proses pencampuran bahan kimia, menemukan cara yang efektif untuk memurnikan  logam dan mencampur baja untuk keperluan industri serta menjaga besi dari karat.

Karena banyaknya penemuan dan juga pemikiran yang ia hasilkan. Jabir bin Hayyan juga banyak menulis buku-buku yang membahas tentang kedokteran, filsafat, astronomi, matematika, logika, fisika, bahkan puisi atau sastra. Bahkan menurut beberapa referensi ia telah menulis sekitar 500-an makalah dalam bidang kimia. Berikut beberapa karya Jabir bin Hayyan yang terkenal yakni:

  1. Al-Khawash Al-Kabir, buku yang paling terkenal dan tesimpan di museum Inggris;
  2. Al-Jamal Al-‘Isrun, berisi tentang 20 makalah kimia;
  3. Al-Ahjar, manuskripnya tersimpan di perpustakan nasional di paris;
  4. Asrarul Kimiya
  5. Ushulul Kimiya.

Dilkarenakan banyaknya hal-hal yang telah ia hasilkan, ia pun memiliki julukan khusus yakni Geber dan juga dikenal sebagai “the father of modern chemistry”. Itulah beberapa kisah perjalanan dari seorang Alkemis islam yang terkenal, semoga kita semua bisa mengikuti langkah jejaknya. Wallahu ‘Alam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

Tagged with:
biografikimia
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet

Dari Nada ke Nebula: Perjalanan Musisi yang Mengubah Peta Tata Surya

Dari Nada ke Nebula: Perjalanan Musisi yang Mengubah Peta Tata Surya

Bulan Bahasa dalam Genggaman Bung Hatta

Bulan Bahasa dalam Genggaman Bung Hatta

John Locke dan Filsafat Kebebasan Manusia

John Locke dan Filsafat Kebebasan Manusia