Lamongan, Elmahrusy Media. Jam lima sore bus menempatkan badannya dengan nyaman di parkiran. Bau laut menyusup indra penciuman kami. Ditambah langit oren senja yang sedang manis-manisnya. Masa yang tepat untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Belum selesai menikmati senja dan bau laut, kami sudah disuguhi gapura indah berhias ukiran kayu.
Sepanjang jalan menuju makam, kami meniti lorong tanpa dinding. Kala mata jeli memandang indah ukiran terdapat kalimat terpampang “Naliko suko tetep iling lan waspodo” yang bila dibahasa Indonesiakan “Tatkala Senang harus tetap ingat dan waspada” mengingatkan kami bahwa jangan terlena pada perjalanan ini. Mengingat tujuan utama ialah berziarah mencari barokah.
Tak lama kami sampai ke area makam, segenap dzuriyah keluarga Al Mahrusiyah sampai pula ke area makam. Dengan segera tahlil pun dimulai KH. Reza Ahmad Zahid memimpin jalannya tahlil. Dilanjut Agus H. Izzul Maula Dliyaullah membacakan do’a setelah tahlil.
Sekembalinya ke parkiran bus langit gelap sudah rupanya. Pertanda waktu singgah sudah usai dan siap melanjutkan ke tujuan berikutnya, Syeikh Ibrahim Asmoroqondi. Diperkirakan waktu yang akan kami tempuh sekitar satu jam setengah, begitu kiranya yang tertulis di buku panduan ziarah Khazanah 2026.