Gresik, Elmahrusy Media (06/01/26) Pagi telah tiba, Makam Sunan Giri jadi tujuan ziarah. Sarapan dibagikan pada peserta yang lahap menikmati menu nasi berlauk ayam. Mengisi tenaga di hari kedua rihlah ziarah Khazanah 2026. Parkiran yang sesak bus mulai menurunkan peserta rombongan santri putri dari bangku empuk menuju pangkalan ojek yang sudah siap dengan pasukan puluhan kendaraan roda dua.
Menyusuri jalanan yang lumayan ramai rombongan dipersilahkan mengisi setiap kendaraan dua orang. Selain kendaraan bermotor, dokar juga siap mengantarkan rombongan peserta dengan angkutan lima orang. Panitia menata rapi supaya ojek, dokar dan rombongan peserta berjejer beraturan.
Sesampainya di area Makam Sunan Giri peserta disambut anak tangga yang masyhur menuju makam. Namun nuansa sejuk tetap terasa di bawah rindang pohon di sepanjang anak tangga tersusun. Terpampang banyak makna filosofis di balik bangunan bersejarah di area Makam Sunan Giri. Beruntungnya, teman kami pada Khazanah tahun lalu sempat mewawancarai juru kunci dan mendapatkan banyak informasi.
Tahlil bersenandung dibimbing Agus H. Nabil Ali Ustman. Meski panas mulai menyeruak dan membuat kipas di tangan mengibas. Semangat peserta pantang surut. Tahlil tetap serempak menghiasi pagi menjelang siang kami.
Setalah usai bacaan tahlil peserta rombongan menyusuri jalur keluar yang dipenuhi pedagang kiri-kanan. Namun, demi ketertiban yang harus dipatuhi dan waktu yang memang terbatas panitia harus melarang peserta berbelanja dan langsung menuju gerbang keluar. Jemputan ojek dan dokar sudah berbaris rapi siap mengantarkan sampai parkiran bus. Setelah semua peserta naik ke bus masing-masing. Bus pun kembali dipacu menuju pemberhentian selanjutnya, Makam Sunan Gresik.