Tuban, Elmahrusy Media. Adzan Isya menyambut kedatangan kami di area makam. Sholat jama’ qoshor Taqdim menjadi pilihan guna melaksanakan ibadah sholat fardhu lima waktu. Sebelum melakoni ziarah seluruh peserta diminta melaksanakan sholat terlebih dahulu. Setelah itu barulah semua peserta diarahkan ke area Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi.
Dengan tanpa pengeras suara tahlil tetap serempak digemakan. Sebagai pemimpin tahlil, Agus H. Nabil Ali Ustman sedikit mengeraskan suara agar seluruh peserta dapat menyimak dan membaca secara serempak. Panitia yang bertugas pun turut membantu menyeragamkan bacaan seluruh peserta dengan ikut memberikan aba-aba. Sampai bacaan tahlil selesai peserta tetap antusias melafadzkan tahlil.
Seusai tahlil dibacakan rombongan santri putra serentak menuju bus masing-masing, disusul rombongan santri putri. Sempat terlihat beberapa anggota kepolisian mewawancarai sopir bus rombongan Khazanah 2026. Dengan jumlah bus yang sangat banyak, namun semuanya tetap mengikuti prosedur lalu lintas dengan baik.
Teringat pula kami dengan apa yang didawuhkan Gus Reza kala masih ziarah maqbaroh KH. Imam Yahya di Pondok Pesantren Al Mahrusiyah III, Ngampel. Semua santri diharapkan tetap menjaga etika selama rihlah ziarah sebab semua mata akan tertuju pada rombongan kami.
Sesampainya di bus panitia telah menyiapkan makan malam untuk semua peserta. Nasi kotak dengan lauk ayam, mengisi perut guna melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Bonang, Tuban.