web analytics

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

Kediri, Elmahrusy Media

(22/01) Peringatan Isra’ Mi’raj disetiap daerah di Indonesia memiliki pelaksanaan yang beragam. Momentum Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa bersejarah yang tidak bisa dijelaskan sepenuhnya dengan rasionalitas manusia, melainkan dengan hati dan iman. Isra’ Mi’raj bukan sekadar cerita perjalanan Rasulullah dari Baitul Maqdis ke Masjidil Aqso hingga Sidrotul Muntaha. Seperti pada Sakan Daruz Zainab PP. HM. Al-Mahrusiyah Putri yang menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj dengan pembacaan maulid diba’i sekaligus mengkaji hikayah dan makna dibalik keistimewaan Rasulullah SAW yang berkesempatan bertemu langsung dengan Allah pada saat peristiwa tersebut.

Pembukaan maulid diba’i sekaligus pembacaan tawasul dipimpin oleh Ning. Hj. Ita Rosyidah Miskiyah (Ning Ochi) yang bertempat di aula Sakan Daruz Zainab. Pembacaan maulid diba’i dilaksanakan setelah sholat maghrib berjamaah dan diikuti oleh seluruh santri putri Sakan Daruz Zainab. Iringan tabuhan membuat suasana sholawat maulid diba’i semakin syahdu dan khidmat. Ditambah alunan kreasi nasyid yang disenandungkan oleh para vokalis juga membawa kebahagiaan sekaligus menuai pujian langsung dari Ning Ochi. Peringatan Isra’ Mi’raj yang dikemas dalam pembacaan maulid diba’i ini memberikan kesan hurmat bagi sejarah sholat dan menyadarkan kita bahwa sholat adalah bentuk hadiah bagi umat Islam.

Seperti yang disampaikan oleh Ning Ochi bahwa perjalanan Rasulullah pada peristiwa Isra’ Mi’raj sejatinya tidak hanya berupa hadiah perintah sholat, namun juga melahirkan bacaan tahiyat yang mengandung dialog penuh hikmah antara Rasulullah SAW dan Allah SWT. Selain itu, hal istimewa datang ketika bacaan tahiyat diabadikan sebagai bacaan wajib sholat dan termasuk serangkaian rukun sholat. Beliau menjelaskan bahwa ketika kita sholat berati kita sedang sowan kepada gusti Allah. Beberapa waktu lalu dalam majlis burdah, Ning Ochi juga menjelaskan sejatinya sholat merupakan pelukan dari Allah yang kita bisa rasakan lima kali dalam sehari karena waktu yang digunakan seorang hamba untuk berkeluh kesah terhadap segala problematika yang dirasakan.

Karena peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada saat Rasulullah sedang dihimpit oleh kesedihan dan kesulitan. Meninggalnya Sayidah Khodijah, sosok paman yang selama ini menjadi tameng dari kafir quraisy, dan perlakuan negatif yang terus menerus datang dari para orang-orang kafir sehingga  Isra’ Mi’raj merupakan pelipur yang diberikan oleh Allah. Tepat sebelum sampainya Rasulullah di Sidrotul Muntaha (singgasana Allah) beliau juga telah diperlihatkan surga, neraka, dan dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu. Nilai dibalik peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan perintah sholat namun bagaimana cara Tuhan merangkul hambanya dengan pelukan sekaligus penghambaan.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
beritaIsra Mi'raj

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Pesan-Pesan Ning Nafisah di Selepas Kembalinya Santri ke Pondok

Pesan-Pesan Ning Nafisah di Selepas Kembalinya Santri ke Pondok

Pesan K.H Reza Ahmad Zahid Dalam Halal Bi Halal Yayasan Hm Al Mahrusiyah

Pesan K.H Reza Ahmad Zahid Dalam Halal Bi Halal Yayasan Hm Al Mahrusiyah

Masih Dalam Nuansa Syawal, Keluarga Besar Yayasan Al Mahrusiyah Gelar Halal Bi Halal

Masih Dalam Nuansa Syawal, Keluarga Besar Yayasan Al Mahrusiyah Gelar Halal Bi Halal

Asrama Al-Qomariyah Adakan Halal Bi Halal Sebelum Masa Aktif Belajar

Asrama Al-Qomariyah Adakan Halal Bi Halal Sebelum Masa Aktif Belajar

Halal Bi Halal Istikmal Mataram di Solo: Hujan Deras Bukan Pembatas Silaturahmi

Halal Bi Halal Istikmal Mataram di Solo: Hujan Deras Bukan Pembatas Silaturahmi

Muwadda’ah Full Barokah, Jangan Lupa Dawuh Dzurriyyah

Muwadda’ah Full Barokah, Jangan Lupa Dawuh Dzurriyyah