Kediri, Elmahrusy Media
Memasuki penghujung tahun ajaran Madrasah Diniyah 2025/2026, Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah I Putri Lirboyo menggelar ceremonial penutupan muhafadzoh akhirussanah pada Sabtu (17/05). Acara berlangsung di halaman Gedung Madrasah Aliyah Al-Mahrusiyah dengan penuh khidmat dan semangat.
Tepat pukul 13.30 WIB, penampilan habsyi putri membuka rangkaian acara dengan lantunan variasi sholawat yang merdu. Setelah penampilan berlangsung kurang lebih setengah jam, acara diambil alih oleh pembawa acara dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudari Nadiatus Sholihah.
Suasana semakin hangat saat Ning Hj. Ita Rosyidah Miskiyah atau Ning Ochi menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya salah satu rangkaian ujian semester genap.
“Alhamdulillah di siang hari ini rangkaian dari ujian semester genap telah terlewati satu babak. Selesai satu babak, masih ada babak lainnya. Insyaallah semuanya siap menyambut ujian yang sudah di depan mata,” tutur Kepala Madrasah Diniyah Putri HM Al-Mahrusiyah.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswi yang telah berjuang hingga sampai pada tahap muhafadzoh akhirussanah.
“Pertama-tama saya ucapkan jazakumullah ahsanal jaza kepada para siswi yang sudah berusaha dan berjuang hingga sampai di titik ini. Alhamdulillah, hasil prosentase muhafadzoh tahun ini masyaallah tabarakallah,” ungkap beliau.
Selain itu, Ning Ochi juga turut menyampaikan terima kasih kepada para mustahiq, mustahoqqoh, munawwib, dan munawwibah yang telah mendampingi para siswi selama proses pembelajaran.
Beliau juga menegaskan pentingnya menuntut ilmu agama sebagai bagian dari tafaqquh fiddin. Menurut beliau, kesempatan belajar ilmu agama merupakan anugerah besar dari Allah SWT.
“Barang siapa yang dikehendaki Allah SWT kebaikan untuknya, maka akan dipahamkan ilmu agama. Niki bukan lain anak-anakku semuanya yang berada di sini termasuk orang-orang yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan karena diberi furshoh atau kesempatan besar untuk belajar ilmu agama,” tutur putri bungsu Ibu Nyai Hj. Zakiyah Miskiyah.
Beliau juga mengutip dawuh Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah mengenai pentingnya ilmu dibandingkan harta.
“Ilmu itu yang akan menjagamu. Jika disuruh memilih antara ilmu dan harta, maka beliau dengan tegas memilih ilmu, karena ilmu itu akan menjaga pemiliknya, berbeda dengan harta yang kita harus menjaganya,” tutur garwo Agus Ahmad Nasyiruddin Moenir.
Dari dawuh Sayyidina Ali tersebut beliau menjelaskan bahwa ilmu itu memiliki peran besar dalam membawa hati menuju hidayah, melembutkan hati, serta menjadi syarat diterimanya amal ibadah. Sebab, ibadah tanpa ilmu itu tidak akan sempurna.
Ning Ochi dawuh, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di atas derajat orang lain. Tentu berbeda antara orang yang berilmu dan yang tidak berilmu,” tutur pengasuh Asrama Darsyi dan Darzen.
Beliau juga mengingatkan para siswi agar bersyukur karena berada di lingkungan yang penuh keberkahan dan diberi kesempatan untuk mendalami ilmu agama.“Maka beruntung sekali kalian semuanya berada di waktu dan tempat yang insyaallah dipenuhi keberkahan, yang insyaallah ini adalah sebuah anugrah dari Allah SWT, diberikan furshoh atau kesempatan yang sangat adzimah yang sangat besar sekali. Yaitu mencari ilmu khususnya mencari ilmu agama,” tutur beliau mengingatkan.
Bahkan saking besarnya anugrah bagi orang yang berilmu beliau kembali menegaskan, “Betapa berharganya dan pentingnya sebuah ilmu. Bahkan Sayyidina Sulaiman a.s ketika diberi pilihan ilmu atau harta beliau juga memilih ilmu. Akan tetapi Allah anugrahkan kepada beliau ilmu, harta, dan takhta,” tutur beliau sekaligus menutup sambutan.
Usai sambutan dari Ning Ochi, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada siswi berprestasi serta sesi foto bersama dengan Ibu Nur Wahidah selaku Wakil Kepala Madrasah Diniyah.
Setelah itu, dilanjut dengan pengangkatan peserta Lulus Festival Alfiyah Ibnu Malik sekaligus penyerahan penghargaan kepada siswi The Best of The Best Festival Alfiyah oleh Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah. Tahun ini, predikat tersebut diraih oleh Saudari Nur Azizah, siswi kelas 3B Aliyah dari Asrama Ar-Raudhoh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan prosentase muhafadzoh oleh Ustadzah Shofia Khosun dan Ustadzah Asna Qurrota Aini. Tahun ini, jumlah siswi yang terdata sebanyak 1.079 siswi, dengan rincian 1.073 siswi hadir dan 6 siswi ghoib. Adapun hasil muhafadzoh meliputi:
Dibandingkan tahun ajaran 2024/2025, jumlah siswi mengalami penurunan sebanyak 51 siswi. Meski demikian, prosentase kategori jayyid mengalami peningkatan sebesar 1,88%.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan kelas peraih predikat The Best Muhafadzoh tahun ajaran 2025/2026, yaitu:
Menjelang akhir acara, doa penutup dipimpin oleh Ustadz Arif Nawawi. Sebagai pamungkas acara seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama masing-masing kelas Madrasah Diniyah.
Wallahu a’lam.