web analytics

Estafet Perjuangan di Pondok Pesantren Al-Misky, Pengurus Masa Khidmah 2026-2028 Dilantik Secara Resmi

Screenshot
1 0
Read Time:3 Minute, 59 Second

Kediri, Elmahrusy Media. Sebagai upaya merawat keberlangsungan estafet perjuangan, Pondok Pesantren Al-Misky HM Al-Mahrusiyah Lirboyo menggelar prosesi Reformasi dan Pelantikan Pengurus Baru Masa Khidmah 2026-2028. Acara ini berlangsung pada Ahad malam (17/05/2026) yang bertempat di Aula Al-Misky Lantai 1, dimulai tepat pukul 20.18 WIB.

Sebelum prosesi pelantikan ini digelar, seluruh jajaran kepengurusan masa khidmah 2024-2026 terlebih dahulu telah menuntaskan kewajibannya melalui agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dilaksanakan pada Jum’at (15/05/2026) lalu. Langkah ini menjadi bukti nyata penerapan manajemen pesantren yang akuntabel dan transparan.

Lantunan sholawat yang dibawakan oleh Tim Habsyi Al-Misky mengalun sebagai pra-acara, mengondisikan suasana aula menjadi begitu teduh dan tenang. Memasuki acara inti, dibacakanlah struktur kepengurusan baru masa khidmah 2026-2028, yang dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Ketua Pondok Pesantren Al-Misky periode 2024-2026 kepada Ketua Pondok terpilih periode 2026-2028.

Ketua Panitia Reformasi dan Pelantikan dalam sambutannya mengungkapkan betapa dinamisnya proses lahirnya kepengurusan baru ini. Demi meramu komposisi kepengurusan yang solid, tim formatur bahkan telah menggelar sidang maraton berkali-kali sejak bulan Februari.

Suasana berubah menjadi sangat sakral saat prosesi Pembacaan Ikrar Jabatan dimulai. Dipandu langsung oleh Ning Hj. Niswatul Arifah, seluruh pengurus baru masa khidmah 2026-2028 dengan suara lantang dan sedikit gemetar melafadzkan syahadat dan ikrar, menyatakan untuk siap mengabdi, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dan mementingkan urusan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Dalam kesempatan kali ini, KH. Reza Ahmad Zahid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus periode 2024-2026. “Malam ini kita telah menyaksikan serah terima jabatan ketua pondok lama kepada ketua pondok baru. Jazakumulloh ahsanal jaza’ kepada pengurus Al-Misky yang telah purna masa khidmahnya.” Tutur beliau.

KH. Reza Ahmad Zahid atau yang akrab disapa Gus Reza ini juga melontarkan sebuah pantun sentilan motivasi teruntuk pengurus baru:

“Manuk gelatik cucuke abang.
Mari dilantik ayo ndang tandang.
Ojo koyo manuk gelatik cucuke ijo.
Mari dilantik, ee lha kok loyo.”

Selanjutnya, Gus Reza memberikan wejangan khusus yang dibagi menjadi dua poin utama:

1. Pesan Khusus untuk Jajaran Pengurus

Gus Reza menekankan bahwa amanah kepengurusan harus dijalankan dengan jujur dan tanggung jawab. Karena para pengurus tidak hanya bertugas mengurusi santri dan administrasi, akan tetapi juga harus:

  • Menjadi Uswah (Teladan): Pimpinan harus mencontohkan hal baik terlebih dahulu sebelum memimpin para santri.
  • Memiliki Niat Khidmah yang Tulus:Harus memiliki niat khidmah yang tulus, jangan ada pencitraan. Diniati khidmah kepada Rasulullah SAW, khidmah pada ilmu, guru, santri, dan pesantren. Serta harus mengedepankan ikhlas sebagai syarat agar khidmah itu diterima.” Tegas beliau.
  • Memiliki Semangat Totalitas 24 Jam: Mengingat makhluk yang diurusi adalah manusia yang hidup 24 jam di Pesantren, maka pengurus pun harus siap siaga dan on-time kapan pun dibutuhkan.
  • Memiliki Pemikiran yang Bagus untuk Pengembangan Pesantren: “Ini pondok kalian, ini rumah kalian. Kalian makan, tidur, mandi disini, maka ini adalah tempat tinggal kalian. Oleh karena itu, fikroh-fikroh jayyidah untuk pengembangan Pondok Pesantren harus muncul.” Harap beliau.
  • Menjadi Jembatan Informasi: Pengurus adalah perpanjangan tangan pengasuh di lapangan. Gus Reza meminta pengurus aktif memberikan informasi, termasuk mengenai fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan santri. “Semisal ada sarpras yang kurang, kalian bisa matur. Kalian merupakan kepanjangan tangan dari Pengasuh, kalian yang melakukan visi dan misi Pondok Pesantren di lapangan, maka kalau ada yang kurang, sampaikan.”
  • Menjaga Soliditas: Di akhir pesan untuk pengurus, beliau meminta agar koordinasi, persatuan, dan kesatuan dijaga ketat. Perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun harus dihadapi dengan kepala dingin dan hati yang lapang.” Tutur beliau.

2. Pesan Khusus untuk Segenap Santri

Kepada seluruh santri Al-Misky, Gus Reza meminta agar menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness) yang tinggi dalam ber-muamalah di Pesantren. Segenap santri harus:

  • Menaati Pengurus: Santri wajib patuh dan tunduk pada arahan pengurus demi menjaga marwah pesantren. Ketaatan kepada pengurus adalah bagian dari perintah Rasulullah SAW untuk taat kepada pimpinan (ulil amri). “Meskipun kadang ada beda pendapat, tetap harus taat selama tidak melenceng dari syariat.” Tegas beliau.
  • Menjunjung Tinggi Akhlak: “Kalian tinggal di pondok pesantren, bukan di lembaga formal saja, atau bahkan kos-kosan. Maka kalian harus mengedepankan akhlak. Jangan menyepelekan atau menghina para pengurus.”

Mengakhiri mauidloh hasanahnya, Gus Reza mendoakan agar seluruh pengurus diberikan kekuatan, kesabaran, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya.

Menjelang akhir acara, secara bergantian, kepengurusan lama dan kepengurusan baru berkesempatan mengabadikan moment berharga tersebut bersama KH. Reza Ahmad Zahid dan Ning Hj. Niswatul Arifah.

Meskipun jarum jam terus berputar, semangat para pengurus baru tidak surut. Tepat setelah acara seremonial ditutup, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi perkumpulan setiap departemen dan lembaga. Dalam forum tersebut, mereka langsung bergerak cepat membahas evaluasi kerja periode lalu, menampung usulan-usulan baru, serta membagi peran demi keselarasan sesuatu yang dituju. Seluruh rangkaian acara akhirnya paripurna pada pukul 23.00 WIB dengan membawa harapan baru bagi kemajuan Pondok Pesantren Al-Misky HM Al-Mahrusiyah Lirboyo. Wallahu a’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Struggle

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Madrasah Diniyah HM Al Mahrusiyah III Gebyarkan Ceremony Muhafadhoh Akhirussanah

Madrasah Diniyah HM Al Mahrusiyah III Gebyarkan Ceremony Muhafadhoh Akhirussanah

Muhafadzoh Akhirussanah Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah III Putri, Berikut Sambutan dari Ning Ochi

Muhafadzoh Akhirussanah Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah III Putri, Berikut Sambutan dari Ning Ochi

Euforia Ceremony Muhafadzoh Akhirusannah

Euforia Ceremony Muhafadzoh Akhirusannah

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5