web analytics

Wasiat Suci Rasulullah kepada  Sahabat  Ali bin Abi Thalib

0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Dalam kitab Wasiatul Mushtofa terdapat beberapa wasiat penting Sang Rasul untuk sahabat Ali yang terkumpul dalam beberapa bab mulai dari penjelasan hukum halal dan haram hingga cara menempatkan diri dimasyarakat.

Ali bin Abi Thalib merupakan salah satuahabat yang termasuk assabiqunnal awwalun, beliau adalah sahabat yang pertama kali masuk islam dari golongan anak-anak.

Semasa kecil beliau sudah diasuh oleh Nabi tercinta hingga beliau mendapat didikan langsung dari sang Rasul. Karenanya Rasul pernah bersabda “Aku adalah pintunya ilmu dan Ali adalah kuncinya”.

Ya, benar sahabat Ali adalah pemegang kunci kota ilmunya Rasul hingga sahabat Umar bin Khattab dalam masa kekhalifaanya selalu meminta nasehat kepada beliau setiap hendak mengambil keputusan.

Dalam tulisan ini penulis akan menyampaikan pesan sang kekasih untuk sahabat Ali perihal puasa yang terdapat dalam kitab wasiatul musthofa. Dalam kitab Rasul pernah berpesan

قال عليه الصلاة والسلام : يا علي من صام رمضان واجتنب الحرام فيه والبهتان رضي عنه الرحمان واوجب له الجنان

Artinya:”Rasulullah SAW bersabda:’Hai Ali, barang siapa yang berpuasa Ramadhan dan selama puasa itu menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah dan tidak melakukan kebohongan, maka Allah senang kepadanya dan memastikannya masuk surga’.

Nah, dalam perihal ini penting untuk kita ketahui dua hal dalam menjalankan puasa, yang pertama yakni hal-hal yang membatalkan puasa dan yang kedua hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Perkara yang membatalkan puasa diantaraya seperti yang dijelaskan dalam beberapa kitab fiqih salah satunya masuknya sesuatu dari lubang ke lubang yang ada dalam tubuh.

Sedangkan perkara yang membatalkan pahala puasa seperti yang dijelaskan dalam Hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam ad-Dailami dari Anas ra.” Lima perkara yang membatalkan pahala puasa dan merusak wudu’, yaitu: Berkata bohong, ghibah, adu domba, melihat disertai rasa shahwat, dan sumpah palsu.”

Jadi, dalam menjalankan puasa usahakan diri kita untuk tidak melakukan perkara yang dilarang oleh Allah agar puasa yang kita jalankan selama bulan Ramadhan ini tidak sia-sia dan Allah ridho pada kita.

Iya, memang puasa kita tidak batal tapi jika kita melakukan puasa dan yang kita dapat hanya rasa lapar dan haus saja maka sia-sia ibadah kita untuk memperbanyak pahala dan ridho-Nya. Itulah wasiat  Rasul kepada sahabat Ali yang sekaligus ditujukan kepada kita agar kita senantiasa menjaga ibadah puasa kita.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Also Read: Sejarah THR

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Antara Kita dan Layar

Antara Kita dan Layar

Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual

Dari Sybaris ke WTO: Evolusi Panjang Hak Kekayaan Intelektual

Sejarah Halal Bi Halal

Sejarah Halal Bi Halal

Sejarah THR

Sejarah THR

Ikhlas Bukan Berarti Gratis: Perspektif Islam tentang Profesionalisme Guru

Ikhlas Bukan Berarti Gratis: Perspektif Islam tentang Profesionalisme Guru

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in