web analytics

Bapak Listrik?

0 0
Read Time:4 Minute, 0 Second

Dalam perkembangan teknologi saat ini, banyak sekali perangkat yang membutuhkan tenaga listrik dalam menjalankannya. Salah satunya adalah kipas ataupun televisi yang ada dalam rumah. Listrik sendiri adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik. Pada awalnya, listrik dihasilkan dari cairan kimia yang bersifat elektrolit dan menghasilkan listrik yang bisa digunakan pada setiap perangkat.

Sejarah listrik sendiri berasal dari penduduk Mesir Kuno. Pada saat itu, para masyarakat Mesir Kuno takut akan adanya kejutan dari ikan listrik. Menurut mereka, ikan listrik adalah pelindung terhadap ikan-ikan lainnya yang berada dalam satu habitat dengannya. Kemudian, menurut budaya kuno sekitar Mediterania, diketahui bahwa ada beberapa benda yang dapat menghasilkan listrik. Pada tahun 600 SM, Thales membuat beberapa observasi tentang listrik.

Tapi, apakah kalian mengetahui siapakah bapak listrik di dunia?
Orang ini adalah salah satu yang paling berpengaruh terhadap perubahan dunia. Kenapa demikian? Karena berkat penemuannya, semua kemajuan yang ada saat ini didasarkan pada energi listrik.

Ia adalah Michael Faraday. Ia dijuluki sebagai “Bapak Listrik Dunia”. Saat masa belajar, ia banyak mempelajari tentang bahan kimia dan berhasil menemukan zat klorin dan karbon. Sebelumnya, ia dilahirkan di Newington Butts (sebuah dusun bekas yang terletak di London bagian selatan), Britania Raya. Ia lahir pada tanggal 22 September 1791 dalam sebuah keluarga yang memiliki empat anak, dan ia adalah anak ke-3 dari empat bersaudara. Semua saudaranya hanya sedikit mengenyam pendidikan formal. Ibunya sendiri adalah seorang perempuan desa yang sangat bijaksana, sedangkan ayahnya sering sakit dan tidak dapat bekerja secara normal. Keluarganya pun sering merasakan kelaparan karena kondisi mereka yang sangat kekurangan. Pada usia 14 tahun, ia magang menjadi penjual dan penjilid buku.

Ketika ia berjualan buku selama tujuh tahun, dari situlah ia mendapatkan kesempatan untuk membaca buku yang ia jual. Pada usia 20 tahun, ia berhenti magang menjadi penjual buku. Kemudian, ia menghadiri kuliah yang disampaikan oleh Humphry Davy. Saat belajar bersamanya, ia menjadi asisten pribadi Davy. Tapi sayang, semua itu berubah menjadi kesendirian. Di tengah menjadi asistennya, Davy mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh ledakan nitrogen triklorida, akibatnya terjadi gangguan penglihatan pada dirinya.

Sebelum kejadian besar itu, saat ia masih menjadi asisten dari Humphry Davy, ia menemukan zat klorin dan karbon. Tak hanya itu saja, karena kesenangannya dalam kimia, ia berhasil mencairkan beberapa gas, menyelidiki campuran baja, dan membuat beberapa jenis kaca untuk keperluan optika. Ia juga menemukan beberapa senyawa organik baru seperti benzena, serta pencairan zat klorin. Bahkan, ketika Faraday bergabung bersama Davy pada tahun 1812, ia sedang memproses revolusi bahan kimia bersama Antoine-Laurent de Lavoisier. Dalam revolusinya, ia mengatakan bahwa oksigen adalah suatu senyawa yang unik, karena merupakan satu-satunya pendukung pembakaran dan menjadi unsur dasar semua asam.

Pada tahun 1820, ketika pengetahuan kimianya dan teknik laboratoriumnya telah matang, ia melakukan penelitian tentang karbon dan klorin. Dalam penelitiannya, ia menghasilkan senyawa baru dari dua zat tersebut. Kemudian, ia mendeskripsikan benzena, dan pada tahun yang sama ia melakukan penelitian terhadap paduan baja serta meningkatkan kualitas kaca optik teleskop.

Pada tahun 1821, ia menikah dengan Sarah Bernard. Kemudian, ia menetap secara permanen di Royal Institution dan memulai serangkaian penelitian tentang listrik. Masih pada tahun yang sama, Hans Christian Østed memublikasikan fenomena elektromagnetisme. Pada tahun yang sama pula, Faraday menciptakan sebuah alat yang bernama Homopolar Motor. Alat ini bergerak dengan cara melingkar terus-menerus yang ditimbulkan oleh gaya lingkaran kabel magnet mengelilingi kabel yang diperpanjang hingga ke dalam genangan merkuri.

Kemudian, ia menemukan terobosan baru yakni melilitkan dua kumparan kabel yang terpisah dan menemukan bahwa kumparan pertama akan dilalui arus, sedangkan yang kedua akan dimasukkan arus. Dari penemuan ini dihasilkan teori bahwa “perubahan pada medan magnet dapat menghasilkan medan listrik.”

Di tahun 1845, Faraday menemukan sebuah materi yang ia beri nama diamagnetisme. Dalam teorinya ini, ia menyebutkan bahwa banyak materi menunjukkan penolakan yang lemah terhadap sebuah medan listrik. Tahun 1862, Faraday menggunakan spektroskop untuk melihat perbedaan perubahan cahaya. Tetapi karena peralatan yang ia gunakan belum memadai, akhirnya penelitian ini dilanjutkan oleh Peter Zeeman pada tahun 1897, yang kemudian menerima hadiah Nobel pada tahun 1902 berkat referensi dari Faraday.

Pada tahun 1850, ia telah mengembangkan pandangan baru yang radikal. Pandangan ini ia dapat setelah bertahun-tahun melakukan penelitian dan eksperimen mengenai kelistrikan, medan magnet, dan pembiasan cahaya. Pandangan ini adalah bahwa “ruang bukanlah ketiadaan, sekadar lokasi benda dan gaya, tetapi medium yang mampu menopang renggangan gaya listrik dan magnet.”

Pada tahun 1855, Faraday mulai melemah. Tetapi ia tidak patah semangat untuk tetap melakukan eksperimen dan penelitian. Alasannya adalah, gravitasi seperti magnet, pasti dapat diubah menjadi gaya lain yang memungkinkan menjadi listrik. Saat Faraday semakin pikun, Ratu Victoria menghadiahkan kepadanya rumah yang terletak di Hampton Court serta gelar kebangsawanan. Ia menerima rumah pemberian Ratu Victoria, tetapi tidak untuk gelar kebangsawanan. Pada tahun 1867, Bapak Listrik Dunia ini meninggalkan kita dan dimakamkan di Pemakaman Highgate, London, meninggalkan seluruh penemuannya untuk kemaslahatan umat manusia.

Wallāhu A‘Lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
biografilistrik

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet